Surah Al-Qamar Ayat 33-40; Terjemahan dan Tafsir Al-Qur’an

Surah Al-Qamar Ayat 33-40

Pecihitam.org – Kandungan Surah Al-Qamar Ayat 33-40 ini, Allah menerangkan bahwa Kisah itu dimulai untuk menghukum mereka. Allah menerangkan bahwa kaum Lut juga telah menganggap peringatan-peringatan Allah yang disampaikan-Nya melalui Nabi Lut, bohong.

Pecihitam.org, dapat Istiqomah melahirkan artikel-artikel keislaman dengan adanya jaringan penulis dan tim editor yang bisa menulis secara rutin. Kamu dapat berpartisipasi dalam Literasi Dakwah Islam ini dengan ikut menyebarkan artikel ini ke kanal-kanal sosial media kamu atau bahkan kamu bisa ikut Berdonasi.

DONASI SEKARANG

Peringatan-peringatan itu adalah agar mereka meninggalkan perbuatan-perbuatan kotor yang mereka lakukan yaitu hubungan kelamin sesama laki-laki. Allah mengirimkan mereka angin puting beliung yang menerbangkan batu-batu lalu menghempaskan kepala mereka sehingga mereka binasa, yang selamat hanya keluarga Nabi Lut yaitu orang-orang yang beriman kepadanya.

Terjemahan dan Tafsir Al-Qur’an Surah Al-Qamar Ayat 33-40

Surah Al-Qamar Ayat 33
كَذَّبَتۡ قَوۡمُ لُوطٍۭ بِٱلنُّذُرِ

Terjemahan: Kaum Luth-pun telah mendustakan ancaman-ancaman (nabinya).

Tafsir Jalalain: كَذَّبَتۡ قَوۡمُ لُوطٍۭ بِٱلنُّذُرِ (Kaum Luth pun telah mendustakan ancaman-ancaman itu) mendustakan hal-hal yang diancamkan kepada mereka melalui lisan Nabi Luth.

Tafsir Ibnu Katsir: Allah Swt. Berfirman seraya menceritakan tentang kaum Luth, bagaimana mereka mendustakan dan menentang Rasul mereka, serta tindakan mereka melakukan suatu perbuatan yang tidak terpuji berupa homoseksual, yakni berhubungan badan sesama lelaki. Itulah perbuatan keji yang belum pernah dilakukan oleh seorangpun sebelum mereka.

Oleh karena itu Allah membinasakan mereka secara keseluruhan, yang Dia belum pernah melakukan pembinasaan seperti itu sebelumnya terhadap umat-umat lain. Allah Ta’ala telah memerintahkan Jibril a.s. lalu ia membawa kota-kota mereka sampai ke puncak langit, kemudian dia balikkan dan membantingnya dan mereka dilempari batu-batu dari tanah yang panas secara bertubi-tubi.

Tafsir Kemenag: Kisah itu dimulai untuk menghukum mereka. Allah menerangkan bahwa kaum Lut juga telah menganggap peringatan-peringatan Allah yang disampaikan-Nya melalui Nabi Lut, bohong. Peringatan-peringatan itu adalah agar mereka meninggalkan perbuatan-perbuatan kotor yang mereka lakukan yaitu hubungan kelamin sesama laki-laki.

Tafsir Quraish Shihab: Kaum Lûth telah mendustakan peringatan-peringatan rasulnya.

Surah Al-Qamar Ayat 34
إِنَّآ أَرۡسَلۡنَا عَلَيۡهِمۡ حَاصِبًا إِلَّآ ءَالَ لُوطٍ نَّجَّيۡنَٰهُم بِسَحَرٍ

Terjemahan: Sesungguhnya Kami telah menghembuskan kepada mereka angin yang membawa batu-batu (yang menimpa mereka), kecuali keluarga Luth. Mereka Kami selamatkan sebelum fajar menyingsing,

Tafsir Jalalain: إِنَّآ أَرۡسَلۡنَا عَلَيۡهِمۡ حَاصِبًا (Sesungguhnya Kami telah mengembuskan kepada mereka angin yang membawa terbang batu-batu) yakni angin yang melempari mereka dengan batu-batu yang diterbangkannya. Al Hashbaa adalah batu-batu kecil yang besarnya lebih kecil dari genggaman tangan; akhirnya binasalah mereka karenanya إِلَّآ ءَالَ لُوطٍ (kecuali keluarga Luth) mereka adalah Nabi Luth dan kedua orang putrinya.

نَّجَّيۡنَٰهُم بِسَحَرٍ (Mereka Kami selamatkan di waktu sebelum fajar menyingsing) berasal dari lafal As-haar artinya, waktu menjelang subuh dari hari yang tidak ditentukan. Dan seandainya hari yang dimaksud adalah hari yang ditentukan, niscaya ungkapannya tidak memakai harakat Tanwin karena termasuk Isim yang Ma’rifat dan dima’dul dari lafal As Sahar. Karena, bila dimaksud sebagai hari yang ditentukan pasti memakai Alif dan Lam.

Apakah batu kerikil itu dihembuskan kepada keluarga Nabi Luth atau tidak? Sehubungan dengan hal ini ada dua pendapat. Menurut pendapat pertama yakni dihembuskan juga, berarti Istisna di sini bersifat Muttashil. Menurut pendapat kedua yakni, tidak dihembuskan berarti Istitsnanya bersifat Munqathi’. Akan tetapi pada akhirnya keluarga Nabi Luth diselamatkan dari azab itu.

Tafsir Ibnu Katsir: Oleh karena itu disini Dia berfirman: إِنَّآ أَرۡسَلۡنَا عَلَيۡهِمۡ حَاصِبًا إِلَّآ ءَالَ لُوطٍ نَّجَّيۡنَٰهُم بِسَحَرٍ (“Sesungguhnya Kami telah menghembuskan kepada mereka angin yang membawa batu-batu, kecuali keluarga Luth. Mereka Kami selamatkan di waktu sebelum fajar menyingsing.”) Maksudnya, mereka keluar pada akhir malam sehingga mereka selamat dari adzab yang menimpa kaum mereka.

Baca Juga:  Surah Al-Qamar Ayat 41-46; Terjemahan dan Tafsir Al-Qur'an

Dan tidak seorangpun dari kaum Luth yang beriman kepadanya, bahkan istrinya sendiripun tidak beriman kepadanya dan ikut tertimpa adzab. Nabi Luth bersama beberapa anak perempuannya keluar dari tengah-tengah kaumnya dengan selamat tanpa tersentuh oleh keburukan sedikitpun.

Tafsir Kemenag: Allah mengirimkan mereka angin puting beliung yang menerbangkan batu-batu lalu menghempaskan kepala mereka sehingga mereka binasa, yang selamat hanya keluarga Nabi Lut yaitu orang-orang yang beriman kepadanya. Karena diperintahkan Allah mereka lebih dahulu keluar dari negeri mereka pada dini hari sebelum fajar.

Tafsir Quraish Shihab: Kami telah meniupkan angin keras yang melemparkan bebatuan kepada mereka, kecuali kaum Nabi Lûth yang beriman yang Kami selamatkan dari azab ini saat menjelang fajar, sebagai sebuah pemberian nikmat Kami untuk mereka. Dengan nikmat yang besar seperti itu, Kami memberikan balasan kepada orang yang mensyukuri nikmat Kami dengan cara beriman dan patuh.

Surah Al-Qamar Ayat 35
نِّعۡمَةً مِّنۡ عِندِنَا كَذَٰلِكَ نَجۡزِى مَن شَكَرَ

Terjemahan: sebagai nikmat dari Kami. Demikianlah Kami memberi balasan kepada orang-orang yang bersyukur,

Tafsir Jalalain: نِّعۡمَةً (sebagai nikmat) menjadi mashdar, artinya sebagai pemberian nikmat. مِّنۡ عِندِنَا كَذَٰلِكَ (dari sisi Kami. Demikianlah) sebagaimana pembalasan tersebut نَجۡزِى مَن شَكَرَ (Kami memberi balasan kepada orang-orang yang bersyukur) terhadap nikmat-nikmat Kami; dia adalah orang mukmin atau orang yang beriman kepada Allah dan Rasul-Nya serta menaati keduanya.

Tafsir Ibnu Katsir: نِّعۡمَةً مِّنۡ عِندِنَا كَذَٰلِكَ نَجۡزِى مَن شَكَرَ (sebagai nikmat dari Kami. Demikianlah Kami memberi balasan kepada orang-orang yang bersyukur,)

Tafsir Kemenag: Penyelamatan itu merupakan nikmat dari Allah kepada orang-orang yang beriman tersebut. Nikmat itu berupa keselamatan mereka dari azab tersebut. Demikianlah hukum Allah, bahwa Dia senantiasa memberikan nikmat kepada orang-orang yang bersyukur dan patuh menjalankan perintah-Nya dan menjauhi larangan-Nya, dan menghukum orang yang membangkang.

Tafsir Quraish Shihab: Kami telah meniupkan angin keras yang melemparkan bebatuan kepada mereka, kecuali kaum Nabi Lûth yang beriman yang Kami selamatkan dari azab ini saat menjelang fajar, sebagai sebuah pemberian nikmat Kami untuk mereka. Dengan nikmat yang besar seperti itu, Kami memberikan balasan kepada orang yang mensyukuri nikmat Kami dengan cara beriman dan patuh.

Surah Al-Qamar Ayat 36
وَلَقَدۡ أَنذَرَهُم بَطۡشَتَنَا فَتَمَارَوۡاْ بِٱلنُّذُرِ

Terjemahan: Dan sesungguhnya dia (Luth) telah memperingatkan mereka akan azab-azab Kami, maka mereka mendustakan ancaman-ancaman itu.

Tafsir Jalalain: وَلَقَدۡ أَنذَرَهُم (Dan sesungguhnya dia telah memperingatkan kepada mereka) yaitu Nabi Luth telah memberi peringatan kepada mereka بَطۡشَتَنَا (akan azab Kami) akan pembalasan Kami kepada mereka melalui azab-Nya فَتَمَارَوۡاْ (maka mereka mendustakan) mereka membantah dan mendustakan بِٱلنُّذُرِ (ancaman-ancaman itu) ancaman-ancaman Nabi Luth.

Tafsir Ibnu Katsir: وَلَقَدۡ أَنذَرَهُم بَطۡشَتَنَا (Dan sesungguhnya dia (Luth) telah memperingatkan mereka akan azab-azab Kami), Maksudnya, sebelum adzab datang menimpa mereka, Luth telah memperingatkan mereka akan siksa dan adzab Allah. Namun mereka tidak pernah menoleh kepadanya dan tidak juga mau mendengarnya. Justru mereka meragukan dan bersikap sombong kepadanya.

Tafsir Kemenag: Hukuman terhadap mereka yang membangkang pantas dijatuhkan karena Allah melalui Nabi Lut telah memberi peringatan kepada mereka tetapi mereka tidak memperdulikannya, mereka terus melakukan perbuatan hubungan kelamin sesama laki-laki.

Tafsir Quraish Shihab: Sesungguhnya Nabi Lûth telah mengingatkan kaumnya tentang azab Kami yang pedih. Tetapi mereka mengeluh–sebagai bentuk pendustaan–dengan peringatan-peringatan itu.

Baca Juga:  Surah Al-Qamar Ayat 18-22; Terjemahan dan Tafsir Al-Qur'an

Surah Al-Qamar Ayat 37
وَلَقَدۡ رَٰوَدُوهُ عَن ضَيۡفِهِۦ فَطَمَسۡنَآ أَعۡيُنَهُمۡ فَذُوقُواْ عَذَابِى وَنُذُرِ

Terjemahan: Dan sesungguhnya mereka telah membujuknya (agar menyerahkan) tamunya (kepada mereka), lalu Kami butakan mata mereka, maka rasakanlah azab-Ku dan ancaman-ancaman-Ku.

Tafsir Jalalain: وَلَقَدۡ رَٰوَدُوهُ عَن ضَيۡفِهِۦ (Dan sesungguhnya mereka telah membujuknya agar menyerahkan tamunya) mereka membujuknya supaya dia membiarkan mereka dengan orang-orang yang datang kepadanya sebagai tamu. Mereka bermaksud akan berbuat homosex dengan para tamunya itu, padahal para tamunya itu adalah malaikat-malaikat yang menjelma menjadi manusia.

فَطَمَسۡنَآ أَعۡيُنَهُمۡ (lalu Kami butakan mata mereka) Kami jadikan buta mata mereka dan Kami jadikan mata mereka tertutup rapat atau rata, sama rata dengan bagian muka yang lainnya. Yaitu, setelah malaikat Jibril menampar mereka dengan sayapnya فَذُوقُواْ (maka rasakanlah) maksudnya, Kami berkata kepada mereka, “Rasakanlah oleh kalian عَذَابِى وَنُذُرِ (azab-Ku dan ancaman-ancaman-Ku) ini”. Yakni, ancaman dan peringatan-Ku ini; makna yang dimaksud adalah buah dan akibat daripada ancaman-Ku.

Tafsir Ibnu Katsir: وَلَقَدۡ رَٰوَدُوهُ عَن ضَيۡفِهِۦ (“Dan sesungguhnya mereka telah membujuknya [agar menyerahkan] tamunya[kepada mereka]”) hal itu terjadi pada malam hari ketika malaikat Jibril, Mika-il, dan Israfil mendatangi Luth dalam wujud tiga orang pemuda tampan, sebagai ujian dari Allah bagi mereka.

Lalu Luth menjamu mereka. Namun istrinya yang sudah tua renta itu mengirim pesan buruk kepada kaumnya, memberitahukan perihal tamu-tamu tersebut. Maka merekapun mendatangi rumah Luth dari segala penjuru. Luth mengunci rumahnya menahan mereka yang berusaha mendobrak pintu berusaha masuk. Luth berkata kepada mereka, هَٰٓؤُلَآءِ بَنَاتِىٓ (“mereka itu adalah anak-anak perempuanku”) (al-Hijr: 71). Maksudnya adalah istri-istri mereka sendiri.

إِن كُنتُمۡ فَٰعِلِينَ (“Jika kamu hendak berbuat [secara halal]”) (al-Hijr: 71). لَقَدۡ عَلِمۡتَ مَا لَنَا فِى بَنَاتِكَ مِنۡ حَقٍّ (“Mereka menjawab: ‘Sesungguhnya kamu telah mengetahui bahwa kami tidak mempunyai keinginan terhadap putri-putriny.”) maksudnya, kami tidak mempunyai selera terhadap mereka.

وَإِنَّكَ لَتَعۡلَمُ مَا نُرِيدُ (“Dan sesungguhnya kamu tentu mengetahui apa yang sebenarnya kami kehendaki.”) (Huud: 79). Setelah situasi semakin memuncak dan mereka bersikeras untuk masuk rumah, Jibril a.s. pun keluar menemui mereka lalu memukul mata mereka dengan ujung sayapnya sehingga mata mereka menjadi buta saat itu juga. Merekapun mundur, meraba-raba dengan tongkat, dan mereka mengancam Luth hingga menjelang pagi.

Tafsir Kemenag: Kejahatan mereka sampai ke puncaknya ketika yang mereka minta dari Nabi Lut agar menyerahkan kepada mereka, tamu-tamunya. Tamu-tamu itu adalah malaikat-malaikat yang menyamar sebagai pemuda-pemuda ganteng untuk menguji mereka.

Mereka mengetahui tamu-tamu itu karena pengkhianatan istri Lut yang menyampaikan kepada mereka berita kedatangannya. Ketika Nabi Lut melihat mereka datang, ia menutup pintu untuk melindungi tamu-tamunya, dan menawarkan kepada mereka “anak anak perempuannya.”

Namun mereka tidak tertarik pada anak-anak perempuannya itu dan berusaha mendobrak pintu. Akhirnya Nabi Lut membukakan pintu. Begitu mereka masuk, mata mereka menjadi buta tidak dapat melihat tamu-tamu tersebut karena ditampar oleh Jibril dengan sayapnya.

Pada akhir ayat ini Allah menyatakan kepada mereka supaya mereka merasakan azab-Nya berupa kebutaan mata mereka, yang sebelumnya kepada mereka telah diberi ancaman.

Tafsir Quraish Shihab: Mereka membujuk Lûth supaya menyerahkan tamunya kepada mereka. Mata mereka kemudian Kami butakan sebagai balasan atas keinginan mereka itu. Dengan nada mengejek, dikatakan kepada mereka, “Rasakanlah azab dan ancaman-ancaman-Ku.”

Baca Juga:  Surah Al-Qamar Ayat 47-55; Terjemahan dan Tafsir Al-Qur'an

Surah Al-Qamar Ayat 38
وَلَقَدۡ صَبَّحَهُم بُكۡرَةً عَذَابٌ مُّسۡتَقِرٌّ

Terjemahan: Dan sesungguhnya pada esok harinya mereka ditimpa azab yang kekal.

Tafsir Jalalain: وَلَقَدۡ صَبَّحَهُم بُكۡرَةً (Dan sesungguhnya pada esok harinya mereka ditimpa) yaitu, di waktu subuh dari hari yang tidak ditentukan itu عَذَابٌ مُّسۡتَقِرٌّ (azab yang kekal) azab yang terus-menerus hingga sampai kepada saatnya azab akhirat.

Tafsir Ibnu Katsir: Allah berfirman: وَلَقَدۡ صَبَّحَهُم بُكۡرَةً عَذَابٌ مُّسۡتَقِرٌّ (“Dan sesungguhnya pada esok harinya mereka ditimpa adzab yang kekal.”) maksudnya, mereka tidak dapat melarikan diri dari adzab itu dan tidak ada tempat bersembunyi bagi mereka dari-Nya.

Tafsir Kemenag: Pada pagi harinya, azab pun datang. Mereka dihujani batu oleh Allah sehingga mereka dan negerinya terkubur habis. Nabi Lut sendiri beserta keluarga yaitu kedua putrinya dan mereka yang beriman sudah diperintahkan keluar dari negeri itu sebelum fajar sehingga mereka selamat.

Tafsir Quraish Shihab: Pagi-pagi sekali mereka telah dikejutkan oleh siksaan yang telah ditetapkan dan kekal. Dikatakan kepada mereka, “Rasakanlah azab dan ancaman-ancaman-Ku ini.”

Surah Al-Qamar Ayat 39
فَذُوقُواْ عَذَابِى وَنُذُرِ

Terjemahan: Maka rasakanlah azab-Ku dan ancaman-ancaman-Ku.

Tafsir Jalalain: فَذُوقُواْ عَذَابِى وَنُذُرِ (Maka rasakanlah azab-Ku dan ancaman-ancaman-Ku).

Tafsir Ibnu Katsir: فَذُوقُواْ عَذَابِى وَنُذُرِ (Maka rasakanlah azab-Ku dan ancaman-ancaman-Ku).

Tafsir Kemenag: Demikianlah azab Allah terhadap kaum Nabi Lut. Kedahsyatan azab itu harus mereka rasakan karena mereka tidak mau memperhatikan peringatan-peringatan Allah melalui nabi-Nya. Peringatan-peringatan Allah pasti terjadi, karena itu tidak boleh diabaikan.

Tafsir Quraish Shihab: Pagi-pagi sekali mereka telah dikejutkan oleh siksaan yang telah ditetapkan dan kekal. Dikatakan kepada mereka, “Rasakanlah azab dan ancaman-ancaman-Ku ini.”

Surah Al-Qamar Ayat 39
وَلَقَدۡ يَسَّرۡنَا ٱلۡقُرۡءَانَ لِلذِّكۡرِ فَهَلۡ مِن مُّدَّكِرٍ

Terjemahan: Dan sesungguhnya telah Kami mudahkan Al Quran untuk pelajaran, maka adakah orang yang mengambil pelajaran?

Tafsir Jalalain: وَلَقَدۡ يَسَّرۡنَا ٱلۡقُرۡءَانَ لِلذِّكۡرِ فَهَلۡ مِن مُّدَّكِرٍ (Dan sesungguhnya telah Kami mudahkan Alquran untuk pelajaran, maka sudah adakah orang yang mengambil pelajaran?).

Tafsir Ibnu Katsir: وَلَقَدۡ يَسَّرۡنَا ٱلۡقُرۡءَانَ لِلذِّكۡرِ فَهَلۡ مِن مُّدَّكِرٍ (Dan sesungguhnya telah Kami mudahkan Al Quran untuk pelajaran, maka adakah orang yang mengambil pelajaran)?

Tafsir Kemenag: Tafsir ayat ini sebagaimana yang telah diterangkan pada ayat 32 surah ini yang selalu dijadikan penutup dari masing-masing empat kisah tersebut (yaitu kisah kaum Nuh, kisah kaum ‘Ad, kisah kaum Samud dan kisah kaum Lut).

Allah juga kembali menegaskan bahwa Al-Qur’an mudah dipahami dan diambil sebagai peringatan karena Allah menyampaikan contoh yang gamblang di dalamnya, karena itu manusia seharusnya mengimaninya dalam menjalankan ajaran-ajaran yang terdapat di dalamnya supaya mereka bahagia di dunia dan di akhirat.

Tafsir Quraish Shihab: Kami telah memudahkan al-Qur’ân untuk dijadikan pelajaran dan nasihat. Maka adakah orang yang mau menjadikannya pelajaran?

Shadaqallahul ‘adzhim. Alhamdulillah, kita telah pelajari bersama kandungan Surah Al-Qamar Ayat 33-40 berdasarkan Tafsir Jalalain, Tafsir Ibnu Katsir, Tafsir Kemenag dan Tafsir Quraish Shihab. Semoga menambah khazanah ilmu Al-Qur’an kita.

M Resky S