3 Cara Islam Menyelesaikan Masalah Dalam Kehidupan

3 Cara Islam Menyelesaikan Masalah Dalam Kehidupan

PeciHitam.org – Masalah memang selalu ada dalam kehidupan manusia, sebagai seorang Muslim, kita tentu ingin tahu bagaimana sih cara islam menyeleseiakn masalah agar tidak berlarut larut?

Pecihitam.org, dapat Istiqomah melahirkan artikel-artikel keislaman dengan adanya jaringan penulis dan tim editor yang bisa menulis secara rutin. Kamu dapat berpartisipasi dalam Literasi Dakwah Islam ini dengan ikut menyebarkan artikel ini ke kanal-kanal sosial media kamu atau bahkan kamu bisa ikut Berdonasi.

DONASI SEKARANG

Di dalam Al-Quran secara umum dijelaskan mengenai langkah-langkah atau cara Islam menyelesaikan masalah. Secara umum Allah Swt dalam kitab suci Al-Quran memerintahkan manusia untuk melakukan evaluasi atau instropeksi diri guna untuk menemukan kesalahan-kesalahan di masa lalu untuk kemudian diperbaiki. Dalam surah al-Hasyr ayat 18, Allah berfirman:

أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا اتَّقُوا اللَّهَ وَلْتَنْظُرْ نَفْسٌ مَا قَدَّمَتْ لِغَدٍ ۖ وَاتَّقُوا اللَّهَ ۚ إِنَّ اللَّهَ خَبِيرٌ بِمَا تَعْمَلُونَ

Hai orang-orang yang beriman, bertakwalah kepada Allah dan hendaklah setiap diri memperhatikan apa yang telah diperbuatnya untuk hari esok (akhirat); dan bertakwalah kepada Allah, sesungguhnya Allah Maha Mengetahui apa yang kamu kerjakan.

Secara tidak langsung ayat ini memerintahkan kepada seseorang yang ingin memecahkan sebuah masalah untuk memperhatikan persoalan yang telah terjadi.

Berbicara mengenai cara Islam menyelesaikan masalah (problem solving), tentu erat kaitannya dengan muhasabah (instropeksi) dan juga evaluasi. Untuk menemukan akar masalah tentunya seorang pemecah masalah suka tidak suka, mau tidak mau harus memutar kembali ingatan tentang substansial dari sebuah persoalan, dan inilah yang diinginkan oleh ayat ini.

Baca Juga:  Adab Istri Terhadap Suami, Perempuan Wajib Baca!

Kemudian di dalam ayat dan surah yang berbeda Al-Quran juga menjelaskan bahwa ketika akar masalah telah ditemukan dan keputusan telah ditetapkan maka segeralah untuk melakukan atau mengaplikasikan keputusan solusi yang didapatkan tersebut.

Sebagai mana dalam surah al-Insyirah: 7, Firman Allah SWT:

فَإِذَا فَرَغْتَ فَانْصَبْ

Maka apabila kamu telah selesai (dari sesuatu urusan), kerjakanlah dengan sungguh-sungguh (urusan) yang lain,

Adapun langkah-langkah atau cara Islam menyelesaikan masalah, antara lain:

1. Musyawarah atau Diskusi

Dalam Islam, setiap ingin meyelesaikan sebuah persoalan ataupun masalah, langkah awal yang dianjurkan oleh Al-Quran yakni musyawarah. Dalam persoalan apapun, bagaimanapun, baik itu dalam hal kepemimpinan, persoalan keluarga, musyawarah adalah jalan utamanya.

Musyawarah adalah meminta pendapat orang lain atau orang-orang yang berpengalaman pada suatu perkara atau masalah untuk mencapai pendapat yang lebih mendekati kebenaran (dianggap lebih baik). Berdasarkan kepada pertimbangan maslahat (apa yang lebih baik untuk umum) dan mafsadat (apa yang membahayakan).

Baca Juga:  Menjawab Tuduhan Salafi Wahabi Tentang Tuduhan Syirik Menggunakan Jimat

2. Menganalisis Situasi

Analisis situasi yang dimaksud di sini adalah dengan memecah komponen permasalahan yang dihadapi, hal ini dilakukan untuk mempermudah menjawab setiap masalah yang ada. Metode ini membantu penggunanya mengidentifikasi, memahami, dan menata masalah sesuai dengan urutan prioritasnya, serta mempermudah menentukan langkah berikutnya untuk menanggulangi setiap masalah.

3. Membuat Keputusan

Pembuat keputusan berarti membuat pilihan yang bijak atas pertukaran yang dilakukan. Keputusan yang efektif akan dihasilkan apabila kita sepnuhnya mengetahui, dan telah mempertimbangkan resiko-resiko yang meliputi keputusan itu, riset menunjukkan bahwa pengambilan keputusan yang efektif terlebih dahulu menelaah semua faktor yang ada, sebelum dia menjatuhkan pilihannya.

Dalam Q.S al-Hsyr ayat 18 di atas, Allah Swt telah mengingatkan untuk lebih hati-hati dalam menetapkan sebuah keputusan yang akan dilakukan dihari esok, dengan melihat kembali apa yang telah dilakukan dimasa yang lampau.

Mengambil sebuah keputusan bukanlah merupakan hal yang mudah. Sebab dalam menentukannya banyak hal yang harus dipertimbangkan dengan matang, dibutuhkan kemahiran yang sangat matang dalam menyeleksi dan menentukan keputusan yang paling tepat.

Baca Juga:  Tafsir Syaikh Abdul Qadir al-Jailani; Hilang 800 Tahun, Ditemukan di Perpustakaan Vatikan

Untuk sampai pada suatu keputusan, seorang muslim biasanya menggunakan enam langkah sebagai berikut:

  1. Memohon petunjuk kepada Tuhan Yang Maha Esa (misalnya: melalui shalat istikharah, hajat, dll.)
  2. Memohon restu dan petunjuk dari orang-orang bijaksana, misalnya: sowan Kyai, Habaib, dst.
  3. Mendasarkan diri pada firasat sehat atau common sense
  4. Melandasakan diri pada daya pikir yang logis
  5. Menggunakan cara-cara peyelesaian ilmiah
Mohammad Mufid Muwaffaq