Abu Sa’id Al-Khudri Sahabat Anshar yang Banyak Meriwayatkan Hadits

Abu Sa’id Al-Khudri

Pecihitam.org – Abu Sa’id Al-Khudri yang memiliki nama lengkap Abu Sa’id Al-Khudri bin Sa’ad bin Malik bin Sinan bin Ubaid bin Tsa’labah al-Abjar, merupakan sahabat Rasulullah Saw dari kaum Anshar. Beliau adalah seorang yang banyak meriwayatkan hadist-hadist Nabi Saw. Bahkan di antara para sahabat lainnya riwayat hadist dari Abu Sa’id Al-Khudri termasuk salah satu yang paling banyak.

Pecihitam.org, dapat Istiqomah melahirkan artikel-artikel keislaman dengan adanya jaringan penulis dan tim editor yang bisa menulis secara rutin. Kamu dapat berpartisipasi dalam Literasi Dakwah Islam ini dengan ikut menyebarkan artikel ini ke kanal-kanal sosial media kamu atau bahkan kamu bisa ikut Berdonasi.

DONASI SEKARANG

Abu Sa’id Al-Khudri adalah seorang yang menasehati Husein ( Cucu Rasulullah Saw) saat menghadapi orang-orang Kufah dari Mu’awwiyah. Karena pada saat posisi khalifah Ali bin Abi Thalib di ambil alih oleh Yazid bin Mu’awwiyah, dan semua orang membaiatnya kecuali Husein.

Mengetahui hal tersebut maka orang-orang Kufah mengirimi surat yang pada intinya mereka mengundang Husein untuk datang ke Kufah. Husein pun berulang kali menolak undangan mereka tersebut. Lalu mereka mengajak saudara Husein yaitu Muhammad bin al-Hanafiyah namun usaha mereka tetap gagal dan kembali mendapatkan penolakan. Husein mengatakan bahwa “ Sesungguhnya mereka ini hendak memangsa dan bersemangat mengucurkan darah kita”.

Baca Juga:  Nasiruddin Ath-Thusi, Sang Pemikir dan Astronom Muslim Terkemuka dari Persia

Ketika Husein dalam keadaan yang sedang resah karena bujukan orang-orang Kufah, hal ini pun di ketahui oleh Abu Sa’id Al-Khudri. Lalu Abu Sa’id Al-Khudri mendatangi Husein dan mengatakan:

“ Hai, Abdullah (Husein), sungguh aku termasuk pemberi nasihat untuk anda. Aku adalah orang yang menyayangimu. Sampai kabar padaku bahwa para pendukungmu di Kufah mengirimi Surat. Mereka mengajakmu menuju mereka. Jangan kau keluar! Sungguh aku mendengar ayahmu saat di Kufah, ia berkata, “ Demi Allah, aku telah membuat mereka bosan dan marah. Mereka pun membuatku bosan dan marah. Tidak ku dapati sifat memenuhi janji pada mereka. Siapa yang selamat dari mereka, dia telah selamat dari panah yang jelek. Demi Allah, tidak ada keteguhan dan ketetapan hati dalam suatu urusan. Tidak ada kesabaran pada mereka saat menghadapi pedang.”

Mendengar perkataan nasihat dari Abu Sa’id tersebut, Husein pun akhirnya tetap pada keyakinannya untuk menolak ajakan dari orang-orang Kufah.

Baca Juga:  Pengertian Sahabat Nabi dan Konsep Keadilan Sahabat dalam Periwayatan Hadis

Selain itu saat terjadi keributan di Kota Madinah, Abu Sa’id Al-Khudri memilih keluar lalu bersembunyi di sebuah goa. Lalu ada pasukan Syam yang pergi menyusul beliau dan mengarahkan pedangnya ke arahh Abu Sa’id. Namun, Abu Sa’id segera menahan pedang tersebut sambal membaca firman Allah Swt Surat Al-Maidah ayat 29.

اني أريد أنتبوء باثمي واثمك فتكون من أصحاب النار وذلك جزاء الظا لمين

“Sesungguhnya aku ingin agar kamu kembali dengan membawa dosa (membawa) ku dan dosamu sendiri, maka kamu akan menjadi penghuni neraka, dan karenanya dengan demikian pembalasan untuk orang-orang yang dzalim.” (QS. Al-Maidah:29).

Salah satu hadist yang di riwayatkan oleh Abu Sa’id adalah tentang Allah Swt mengeluarkan penghuni neraka dalam keadaan sudah seperti arang.

“Setelah penghuni Syurga masuk ke Syurga, dan penghuni neraka masuk ke Neraka. Maka setelah itu Allah berfirman: keluarkan (dari Neraka) maka merekapun di keluarkan dari Neraka. Hanya saja tubuh mereka sudah hitam legam (bagaikan arang). Lalu mereka di masukkan ke sungai kehidupan, kemudian tumbuh mereka berubah (di ubah), di umumkan tumbuhnya benih yang di tempatkan di pinggiran sungai. Tidak berbuah, tumbuh benih kuning dan berlipat-lipat?” (HR. Bukhori).

Baca Juga:  Kontroversi Muawiyah bin Abu Sufyan, Sahabat Nabi yang Dipuji dan Dimaki

Demikianlah sekilas tentang Abu Sa’id Al-Khudri sahabat Rasulullah Saw dari kalangan Anshar, dan termasuk salah satu yang paling banyak meriwayatkan hadist.

Arif Rahman Hakim
Sarung Batik