Ingin Mengaji atau Tadarus di Bulan Ramadhan, Inilah Adab Membaca Alquran Lengkap

adab membaca alquran

Pecihitam.org Kita sudah berada di bulan Ramdahan. Selain berpuasa, di bulan ini, kita juga dianjurkan untuk memperbanyak membaca Alquran di bulan ini. Karena itulah, bulan ke-9 dalam kalender Hijriah ini juga disebut sebagai Syahrul Qur’an. Agar lebih, berikut kami akan berbagi tentang adab membaca Alquran.

Pecihitam.org, dapat Istiqomah melahirkan artikel-artikel keislaman dengan adanya jaringan penulis dan tim editor yang bisa menulis secara rutin. Kamu dapat berpartisipasi dalam Literasi Dakwah Islam ini dengan ikut menyebarkan artikel ini ke kanal-kanal sosial media kamu atau bahkan kamu bisa ikut Berdonasi.

DONASI SEKARANG

Namun, sebelum masuk pada inti tulisan, yakni adab membaca Alquran, saya akan mengulas juga bagaimana bulan Ramadhan begitu dianjurkan untuk membaca Alquran.

Daftar Pembahasan:

Ramadhan Syahrul Qur’an

Sebagaimana disinggung di pengantar tulisan ini, bahwa Ramadhan merupakan Syahrul Qur’an, bulan diturunkannya Alquran.

Allah SWT berfirman dalam Surat Al-Baqarah ayat 185

شَهْرُ رَمَضَانَ الَّذِي أُنْزِلَ فِيهِ الْقُرْآنُ هُدًى لِلنَّاسِ وَبَيِّنَاتٍ مِنَ الْهُدَىٰ وَالْفُرْقَانِ

(Beberapa hari yang ditentukan itu ialah) bulan Ramadhan, bulan yang di dalamnya diturunkan (permulaan) Al Quran sebagai petunjuk bagi manusia dan penjelasan-penjelasan mengenai petunjuk itu dan pembeda (antara yang hak dan yang bathil).

Membaca Alquran di Bulan Ramadhan

Ramadhan adalah bulan yang diperuntukkan oleh Allah sebagai bonus bagi ummat Nabi Muhammad yang harus dimnfaatkan, sebagaimana bisa dipahami dari sabda Nabi dan penjelasan ulama berikut:

رَجَبُ شَهْرُ اللهِ شَعْبَانُ شَهْريْ رَمَضَانُ شَهْرُ أُمَّتِيْ

“Rajab itu bulan Allah, Sya’ban itu bulanku, dan Ramadhan adalah bulan umatku.” (Tapi menurut sebagian ulama ini hadis maudhu’)

Baca Juga:  Selain Meludah dan Berbicara, Inilah Larangan Lainnya Saat Buang Hajat

رَجَبُ شَهْرُ الْإِسْتِغْفَارِ شَعْبَانُ شَهْرُ الصَّلَاةِ عَلَى النَّبِيِّ رَمَضَانُ شَهْرُ تِلَاوَةِ الْقُرْأَنِ

Rajab bulan untuk banyak istighfar. Sya’ban bulan untuk memperbanyak membaca shalwat kepada Nabi. Ramadhan bulan untuk memperbanyak membaca Alquran. (Tuhfatul Ikhwan fi Qiraatil Mi’ad fi Rajab wa Sya’ban wa Ramadhan)

Tentang anjuran memperbanyak membaca Alquran di bulan Ramadhan juga bisa kita ambil pelajarannya dar kisah bahwa Malaikat Jibril lebih sering menemui Nabi di bulan Ramadhan dalam rangka mengajarkan Alquran.

Kalangan ulama terdahulu juga begitu semangat membaca dan mengkhatamkan Alquran di bulan puasa. Imam Syafii misalnya. Beliau kalau selain bulan Ramadhan bisa khatam sekali dalam sehari. Sementara jika di Bulan Ramadhan, beliau dengan semangatnya, bisa khatam dua kali. Dan itu semua beliau lakukan saat shalat. Subhanallah!

Adab Membaca Alquran

Dan inilah inti tulisan ini; Adab Membaca Alquran. Secara global, adab membaca Alquran terbagi menjadi dua, yakni adab secara dzahir dan adab secara batin. Berikut penjelasannya:

Adab Secara Dzahir

Di antara etika dzahir, sebagaimana dijelaskan oleh Imam Nawawi dalam At-Tibyan fi Adabi Hamalatil Qur’an hlm. 92 adalah memuliakan al-Quran dari hal-hal yang kadang-kadang diabaikan oleh sebagian orang yang lalai ketika membaca bersama-sama, diantaranya menghindari tertawa, berbuat bising, bercakap-cakap di tengah pembacaan al-Qur’an kecuali perkataan yang memang perlu diucapkan.

Baca Juga:  Problematika Ojek “Syar’i”, Se-syar’i Itukah?

Adab lainnya, seperti yang ditegaskan oleh Syaikh Sybrawi as-Syafii dalam Fatawa Ismail Zain adalah tidak merokok di dekat atau sekitar orang yang memegang atau membaca al-Quran. Hal ini diharamkan karena dianggap merusak kemuliaan majlis tersebut.

Selain itu, dalam mengambil al-Qur’an menggunakan dengan tangan kanan, tidak membuka lembaran-lembaran al-Qur’an dengan menggunakan air ludah, dan masih banyak lagi etika secara dzahir dalam membaca al-Qur’an, sebagaimana keterangan lengkapnya bisa dibaca lebih lanjut dalam Ihya’ Ulumid Dien Juz I hlm. 325.

Adab Secara Batin

Adapun adab membaca alquran secara batin sebagaimana disebutkan oleh Imam al-Ghazali dalam Ihya’ Ulumid Dien,  juz 1 hlm. 332 diantaranya memahami betapa mulia dan agungnya kalam yang kita baca, mengagungkan terhadap dzat yang berbicara, yakni Allah, hati harus hudlur, tadabbur, tafahhum, sebagaimana Ali ibn Abi Thalib berkata:

لَا خَيْرَ فِيْ عِبَادَةٍ لَا فِقْهَ فِيْهَا وَلَا قِرَأَةٍ لَا تَدَبُّرَ فِيْهَا

Tidak ada kebaikan ibadah yang dijalankan tanpa didasari kepahaman dan tidak ada kebaikan dalam membaca al-Qur’an yang tidak ditaddabburi

Adab membaca Alquran secara batin yang lain adalah berusaha menjauh dari hal-hal  yang dapat mencegah atau mengahalangi kita untuk bisa memahami apa yang kita baca agar kita bisa mengambil manfaat darinya.

إِذَا أَرَدْتَ الْإِنْتِفَاعَ بِالْقُرْأَنِ فَاجْمَعْ قَلْبَكَ عِنْدَ تِلَاوَتِهِ وَسِمَاعِهِ وَأَلْقِ سَمْعَكَ وَاحْضُرْ حُضُوْرَ مَنْ يُخَاطِبُهُ بِهِ مَنْ تَكَلَّمَ بِهِ سُبْحَانَهُ مِنْهُ إِلَيْهِ فَإِنَّهُ خِطَابٌ مِنْهُ لَكَ عَلَى لَسَانِ رَسُوْلِهِ

Baca Juga:  Makna Basmalah dan Gerakan Shalat Menurut Imam Nawawi al-Bantani

Jika kamu ingin mendapatkan manfaat al-Qur’an, maka fokuskanlah hatimu ketika membaca dan menyimaknya, pusatkanlah pendengaranmu, hadirkanlah orang yang mengucapkan al-Quran seolah-olah ia sedang berhadapan dengan-Nya, berbicara dengan Allah suhanahu wa ta’ala, karena al-Qur’an merupakan percakapan dari Allah kepadamu melalui lisan rasul-Nya. (Ibnu Qyyim Al-Jauziyah dalam Al-Fawaid halaman 9)

Etika batin lainnya adalah berusaha agar apa yang kita baca bisa berdampak atau  memberikan bekas terhadap kita sesuai dengan masalah apa yang dibahas di dalam ayat yang kita baca tersebut.

Semoga di bulan Ramadhan ini, kita semangat membaca dan mengkhatamkan Alquran, tentunya dengan tidak mengenyamping adab membaca Alquran yang telah diterangkan. Amin. Wallahu a’lam bisshawab!

Faisol Abdurrahman