Adab Terhadap Teman, Menurut Syekh Nawawi al-Bantani

Adab Terhadap Teman, Menurut Syekh Nawawi al-Bantani

Pecihitam.org – Adab di atas ilmu. Orang yang beradab adalah orang yang sempurna akal dan budi pekertinya. Orang yang beradab pastilah mendapat tempat istimewa di hati manusia lainnya. Ada banyak kategori adab dalam menjalani kehidupan. Kali ini kita akan membahas salah satunya, yakni adab terhadap teman.

Pecihitam.org, dapat Istiqomah melahirkan artikel-artikel keislaman dengan adanya jaringan penulis dan tim editor yang bisa menulis secara rutin. Kamu dapat berpartisipasi dalam Literasi Dakwah Islam ini dengan ikut menyebarkan artikel ini ke kanal-kanal sosial media kamu atau bahkan kamu bisa ikut Berdonasi.

DONASI SEKARANG

Kita hidup di dunia yang fana ini tidaklah sendirian. Ada orang lain yang bisa kita jadikan sebagai teman. Tetapi Kita mesti berhati-hati dalam memilihnya. Hendaklah kita berteman dengan orang yang shaleh lagi wara’. Terlebih lagi jika kita ingin menjadikannya teman dekat (sahabat).

Kemudian bila kita telah menemukan orang yang layak tuk dijadikan teman baik, maka hendaklah kita menjaga beberapa adab terhadap teman tersebut, cintailah ia dan jangan pernah kita melepaskannya.

Rasulullah SAW bersabda :

الْمَرْءُ مَعَ مَنْ أَحَبَّ

Artinya: “Seseorang itu kelak akan dikumpulkan bersama orang yang dicintainya” (HR. Imam Bukhari no. 6170)

Sayyidina ‘Umar bin Khatthab ra pernah berpesan :

ما أعطي العبد بعد الإسلام نعمة خيراً من أخ صالح فإذا وجد أحدكم وداً من أخيه فليتمسك به

Artinya: “Tidaklah seorang hamba diberikan kenikmatan setelah Islam yang lebih baik daripada saudara yang shaleh, oleh karena itu jika engkau menemukan salah seorang teman yang shaleh maka hendaklah pegang ia erat-erat”. (Kitab Qutul Qulub 2/7)

Berdasarkan beberapa keterangan di atas, maka sudah sepatutnya bagi kita untuk menjaga adab terhadap teman. Karena menjaga jalinan pertemanan yang baik itu susah sedangkan menghancurkannya sangatlah mudah.

Baca Juga:  Nasihat Seorang Guru Sufi: Berhentilah Menjadi Gelas

Berikut kita simak bersama-sama beberapa adab terhadap teman yang disarikan dari kitab Maraqil ‘Ubudiyyah karya Ulama Nusantara, Syeikh Muhammad Nawawi al-Bantani:

1. Mengutamakan temannya dalam pemberian harta. terlebih lagi disaat temannya itu sedang membutuhkannya. Usahakanlah agar dapat membantunya disaat itu. Dan sudah barang tentu hal ini dilakukan dengan ikhlas lillahi ta’ala.

2. Menolongnya dengan jiwa, atau dengan kata lain jasa. Bantulah teman diketika ia mengalami berbagai macam kendala sekedar kemampuan. Lakukanlah dengan menampakkan wajah yang berseri-seri dan kebahagiaan.

3. Menyimpan rahasianya yang ia ceritakan kepada kita dan janganlah kita menceritakannya kepada siapapun. Begitupula bila tampak aibnya dimata kita, tutuplah rapat-rapat, jangan di umbarkan kesana-sini. Walaupun ketika sedang ada sedikit percekcokan dengannya atau bahkan setelah rusaknya hubungan kita dengannya.

4. Menyampaikan sesuatu yang menyenangkan baginya berupa pujian secara tidak berlebihan disamping menampakkan kegembiraan.

Baca Juga:  Mengenal Tarekat Naqsyabandiyah dalam Tradisi Tasawuf

5. Hendaklah kita memanggilnya dengan nama atau sebutan yang paling ia sukai. Memujinya dengan cara menyebut kebaikannya sekedar yang kita ketahui. Karena hal itu dapat menimbulkan kecintaan dalam hati.

6. Hendaklah kita memaafkannya bila ia melakukan kesalahan dalam beragama karena melakukan maksiat atau kurang memenuhi hak persaudaraan. Bila ingin menegurnya, maka tegurlah ia dengan kecintaan dan kasih sayang, bukan dengan kebencian dan caci maki.

7. Hendaklah kita mendoakannya setiap saat, baik dikala ia masih hidup maupun disaat ia telah meninggal dunia.

8. Tetap setia mencintainya sampai ajal menjemput kita. Cintai anak-anaknya dan para kerabatnya, meskipun ia telah meninggal. Cintai mereka semua dengan kecintaan yang sama seperti ketika teman kita masih hidup.

9. Hendaklah kita berusaha tuk meringankannya, jangan membebaninya dengan sesuatu yang memberatkannya. Oleh karena itu jangan meminta darinya suatu kedudukan atau harta agar terhindar dari kejemuan yang dapat membawaki kepada perpecahan dan permusuhan. Jangan paksakan ia tuk bersikap tawadhu’ terhadap diri kita sendiri.

10. Turut menampakkan kegembiran atas segala kegembiraan yang dialaminya serta menampakkan kesedihan atas gangguan atau musibah yang menimpanya.

Baca Juga:  Inilah Pembagian Macam-Macam Khauf Menurut Para Ulama Tasawuf

11. Mendahului memberi salam kepadanya saat berjumpa dengannya dan melapangkan tempat duduk baginya dalam majelis.

12. Keluar dan menyambut serta mengantarkannya ketika teman kita berdiri demi menghormatinya, kecuali bila ia melarang hal itu.

13. Diam ketika teman sedang berbicara hingga ia selesai dari bicaranya itu dan janganlah kita mencampuri pembicaraannya itu.

14. Memenuhi undangannya bila diundang, dan menjenguknya bila ia sakit walaupun hanya sekali saja.

15. Menghadiri jenazah keluarganya bila ada yang meninggal dunia dan menghiburnya kala itu agar ia tidak berlarut-larut dalam kesedihan yang mendalam.

16. Memenuhi sumpahnya ketika teman kita bersumpah terhadap kita dalam perkara yang mubah.

Demikianlah beberapa adab terhadap teman yang kiranya patut untuk kita ketahui dan diamalkan. Semoga bermanfaat. Wallahua’lambisshawab!

Muhammad Haekal

Leave a Reply

Your email address will not be published.