Inilah Asal Muasal Iblis Bisa Masuk ke Dalam Tubuh Manusia

kisah iblis masuk ke tubuh manusia

Pecihitam.org – Iblis adalah musuh nyata bagi manusia sejak di zaman Nabi Adam As. Dan Iblis selalu melakukan segala tipu muslihat agar manusia mau mengikutinya. Bahkan konon katanya iblis dapat masuk melalui empat arah ke dalam diri manusia, mulai dari sisi depan, belakang, kiri dan kanan.

Di dalam tubuh, setan ibarat mengalir seperti darah mempengaruhi agar manusia jauh dari agama Allah, membuat manusia lalai dari ketaatan, dan memalingkannya dari jalan yang benar, kecuali orang-orang yang beriman dan bertaqwa.

Ternyata setan bisa masuk ketubuh manusia mempunyai sejarah yang cukup panjang. Menurut riwayat hal tersebut dimulai sejak kehidupan Nabi Adam dan Hawa. Setelah Nabi Adam dan ibu Hawa diturunkan ke bumi dan berkumpul kembali, taubat mereka pun diterima oleh Allah SWT.

Namun Iblis dengan gigihnya selalu menggoda mereka, terutama godaan itu melalui Siti Hawa. Sampai akhirnya Iblis dapat masuk ke tubuh manusia karena seorang anak Iblis dimakan oleh Nabi Adam dan Hawa. Seperti apa kisahnya? Simak ulasan berikut.

Suatu hari, karena suatu keperluan Nabi Adam meninggalkan Hawa seorang diri. Karena tahu bahwa Hawa sedang sendirian, Iblis pun lalau datang bersama anaknya bernama Khannas. Iblis berkata, “Aku harus pergi untuk melakukan sesuatu hal yang penting, tolonglah jaga anakku ini hingga aku kembali”. Hawa pun menerima anak itu dan iblis pun pergi.

Kemudian setelah Nabi Adam pulang, ia pun kaget karena mendapati Hawa bersama seorang anak iblis. Nabi Adam begitut marah, namun Hawa menjawab, “Dia hanya anak iblis yang dititipkan kepadaku,” jawab Hawa. “Mengapa engkau sudi menolong Iblis yang terlaknat?”, tanya Nabi Adam.

Baca Juga:  Kisah Ka'ab bin Malik Yang Tidak Ikut Perang Tabuk

Anak iblis itu pun kemudian dibunuh oleh Nabi Adam, dicincang, dan setiap cincangan itu digantungkan di dahan pohon. Setelah itu, Nabi Adam pun pergi.

Selang berapa waktu, Iblis pun datang kembali menemui Hawa untuk mengambil Khonnas anaknya. “Di manakah anakku?” tanya Iblis kepada Hawa. “Adam telah mencincang-cincang tubuh anakmu dan setiap potongan anakmu digantungkannya pada dahan pohon itu,” jelas Hawa kepada Iblis.

Iblis lalu memanggil nama anaknya dan potongan-potongan tubuhnya pun kembali berkumpul, Khannas pun hidup kembali seperti sedia kala. “Tolong jagalah anakku, karena aku ada urusan lain yang harus aku kerjakan,” pinta Iblis lagi kepada Hawa.

Awalnya Hawa menolak permintaan tersebut, namun Iblis bermohon belas kasihannya sehingga Siti Hawa pun mengiyakan. Setelah itu, Iblis perg lagi meninggalkan tempat itu. Ketika Nabi Adam pulang, kemabi ia lihat anak iblis itu.

“Apa maksud semua ini?” tanya Adam. Hawa lalu menceritakan semua yang telah terjadi, namun Nabi Adam begitu murka. “Aku tak tahu apakah rahasia di balik semua ini,” kata Adam. “Mengapa engkau tidak mematuhi aku dan lebih mematuhi musuh Allah SWT dan terpedaya oleh bujuk rayuannya,” tanya Adam.

Kemudian, NAbi Adam kembali membunuh anak iblis itu untuk kedua kali dan mayatnya dibakar. Sebagian abunya dibuang ke dalam air, sisanya lagi dibuang ke udara dan diterpa angin. Setelah itu, Nabi Adam pergi lagi.

Baca Juga:  Sayyidah Khadijah, Sosok Wanita Pertama yang Masuk Islam

Setelah itu Iblis kembali datang menanyakan tentang anaknya. Hawa menceritakan hal yang telah terjadi dan dilakukan Adam. Iblis lalu berteriak memanggil nama anaknya, dan abu-abu mayat anaknya yang dibakar tadi pun berkumpul, dan Khannas hidup kembali dan bersimpuh di depan ayahnya.

Iblis tak pernah putus asa, sekali lagi ia pun meminta pertolongan kepada Hawa untuk menjaga anaknya. Akan tetapi kali ini Hawa benar-benar menolak. “Aku tidak mau, pastilah Adam akan membunuhku nanti,” jawab Hawa. Iblis merayu dengan berbagai sumpahnya hingga akhirnya sekali lagi Hawa pun menyerah.

Iblis pun pergi dan tak berselang lama, Nabi Adam pulang ke rumah, masih didapatinya sang istri bersama anak iblis itu lagi. Kemarahannya sudah tak terbendung, “Allah lah yang Maha Tahu apa yang akan terjadi sekarang ini, engkau lebih menuruti perkataan Iblis daripada kata-kataku,” kata Adam kepada Hawa.

Nabi Adam kemudian menyembelih dan memasak anak iblis tersebut. Sebagian tubuh Khannas dimakan Nabi Adam sendiri dan sebagian yang lain diberikan kepada Hawa dan dimakan sampai habis. Ada riwayat lain yang mengatakan bahwa Iblis masih mampu menghidupkan anaknya lagi setelah langkah terakhir Nabi Adam ini.

Selanjutnya, iblis pun datang lagi menanyakan anaknya, dan Hawa menceritakan semua yang telah terjadi. “Anakmu disembelih dan dimasak oleh Adam. Separuh tubuhnya aku makan dan separuhnya lagi dimakan oleh Adam,” kata Hawa kepada Iblis.

Iblis pun kegirangan, “Inilah yang selama ini aku tunggu”. “Aku ingin menyusup ke dalam tubuh Adam. Kini setelah dadanya menjadi tempat kediamanku, tercapailah sudah keinginanku itu,” seru iblis dengan tertawa.

Baca Juga:  Abbas Bin Abdul Muthallib, Sahabat yang Berperan Besar dalam Perjuangan Islam

Dari sinilah, maka iblis bisa memasuki tubuh manusia mengalir dalam darah dengan mudahnya hingga sekarang, kecuali bagi orang-orang yang beriman dan bertaqwa kepada Allah SWT.

أَخْبَرَنَا مُحَمَّدُ بْنُ الْعَلَاءِ حَدَّثَنَا أَبُو أُسَامَةَ عَنْ مُجَالِدٍ عَنْ عَامِرٍ عَنْ جَابِرٍ قَالَ وَرُبَّمَا سَكَتَ عَنْ جَابِرٍ قَالَ قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ لَا تَدْخُلُوا عَلَى الْمُغِيبَاتِ فَإِنَّ الشَّيْطَانَ يَجْرِي مِنْ ابْنِ آدَمَ كَمَجْرَى الدَّمِ قَالُوا وَمِنْكَ قَالَ نَعَمْ وَلَكِنَّ اللَّهَ أَعَانَنِي عَلَيْهِ فَأَسْلَمُ

“Karena sesungguhnya setan berjalan dalam tubuh anak Adam seperti aliran darah. Mereka bertanya; Juga dalam tubuh engkau? Rasulullah bersabda: Ya, tetapi Allah menolongku atasnya, maka aku pun selamat.”

Bagaimana kisah sebenarnya iblis masuk kedalam tubuh manusia hanya Allah-lah yang Maha Tahu. Karena kisah tersebut penulis dapat dari penuturan ke penuturan. Namun setidaknya dapat dijadikan peringatan kepada diri kita untuk selalu berdoa meminta perlindungan oleh Allah Swt dari godaan setan. Wallahua’lam bisshawab.

Arif Rahman Hakim
Sarung Batik
Pecihitam.org, dapat Istiqomah melahirkan artikel-artikel keislaman dengan adanya jaringan penulis dan tim editor yang bisa menulis secara rutin. Kamu dapat berpartisipasi dalam Literasi Dakwah Islam ini dengan ikut menyebarkan artikel ini ke kanal-kanal sosial media kamu atau bahkan kamu bisa ikut Berdonasi.

DONASI SEKARANG