Bahaya dan Keburukan Sifat Dengki yang Patut Kita Jauhi

keburukan sifat dengki

Pecihitam.org,- Sebagai Manusia yang beragama, tentunya akan menjalani hidup ini sesuai dengan apa yang disyariatkan Agama, dan tentu ini tidak hanya sekedar menjalankan dan menjauhi. Melainkan semua akan kembali kepada diri manusia itu sendiri.

Pecihitam.org, dapat Istiqomah melahirkan artikel-artikel keislaman dengan adanya jaringan penulis dan tim editor yang bisa menulis secara rutin. Kamu dapat berpartisipasi dalam Literasi Dakwah Islam ini dengan ikut menyebarkan artikel ini ke kanal-kanal sosial media kamu atau bahkan kamu bisa ikut Berdonasi.

DONASI SEKARANG

Jika mana mereka menjadikan sifat terpuji sebagai sifat keseharian pastilah mereka akan hidup tenang, sebaliknya jika mana mereka menjadikan sifat tercela sebagai sifat keseharian pastilah hidupnya akan sengsara. Dan pada kesempatan kali ini, kita membahas tentang sifat tercela yang salah satunya ialah keburukan sifat dengki dalam Islam.

Dengki, bisa dikatakan sebagai salah satu budi pekerti yang buruk dimana menggambarkan tentang ketidaksukaan terdapat orang lain, baik itu menyangkut tentang apa yang dilakukan orang lain, apa yang hendak diraih oleh orang lain, bahkan apa yang sedang diimpikan orang lain. Maka wajarlah jika sifat ini mengandung kesempitan jiwa, rasa iri dan kebencian.

Lantas apa yang menyebabkan rasa dengki itu muncul dalam diri seseorang? Tidak lain karena adanya rasa sombong, permusuhan, kekaguman pada diri sendiri, kekikiran jiwa untuk berbuat baik kepada orang lain, maupun kebencian yang tak berkesudahan.

Berangkat dari sini, tentu Islam sebagai agama yang sangat menjunjung tinggi sifat-sifat terpuji akan memandang bahwasanya sifat tercela adalah sesuatu yang sepatutnya kita jauhi bahkan kita singkirkan. Mengingat sifat sifat tercela tersebut pastinya akan berdampak pada si pribadi itu sendiri.

Berikut adalah keburukan sifat dengki yang banyak dijelaskan dalam hadits Rasululullah Saw.,

1. Salah satu sifat terlarang dalam Agama

Mengapa dipandang sebagai sesuatu yang terlarang? Tentu ini terjadi karena sifat dengki hanya akan melalap pahala yang ada pada seseorang, sebagaimana yang diriwayatkan oleh Abu Hurairah r.a., bahwasanya Rasulullah Saw., bersabda

Baca Juga:  Gus Baha: Ngaji Al Hikam, Penghilang Nafsu dan Syahwat

“Jangan sampai kalian mendengki, karena rasa dengki melalap pahala sebagaimana api melalap kayu bakar” atau dalam redaksi lain dikatakan “Melalap rumput

Sehingga hal ini bisa dikatakan bahwa keimanan seseorang tentulah tidak akan sempurna bilamana dalam dirinya muncul benih benih kedengkian kepada seseorang. Alhasil, mau tidak mau kedengkian tidak akan bisa berjalan beriringan dengan keimanan sejati,

Sebagaimana yang diriwayatkan oleh Ibnu Hibban dan al Baihaqi dari Abu Hurairah r.a., bahwa Rasulullah Saw., bersabda “Debu di jalan Allah dan luasnya neraka Jahannam tidak akan berpadu dalam relung seorang mukmin. Keimanan dan kedengkian pun tidak akan berpadu dalam relung seorang hamba”

2. Merupakan penyakit umat terdahulu

Siapa sangka? Tenyata sifat dengki adalah sifat yang memang sudah ada sejak dulu, bahkan termasuk warisan umat terdahulu yang sekarang banyak digunakan baik karena faktor permusuhan maupun kebencian yang tak pernah ada putusnya.

Dan hal ini diakui oleh Rasulullah Saw., sebagaimana yang diriwayatkan oleh al Bazzar dengan sanad Jayyid dan oleh al Baihaqi dan selainnya yang dari az Zubair r.a., bahwasanya Rasulullah Saw., bersabda

“Penyakit umat umat sebelum kalian telah ke arah kalian, yakni kebencian dan kedengkian. Kebencian itu pemungkas, bukan pemungkas rambut melainkan pemungkas agama”

3. Salah satu pemutus tali silatuhrahmi

Sudah menjadi pengetahuan umum bahwasanya ketika hati kita menyimpan kebencian kepada seseorang dalam waktu yang lama. Ataupun menyimpan rasa iri kepada seseorang, maka disaat itupula hati kita sedang menanggung beban yang tidak patut kita lakukan.

Sehingga muncul rasa tidak senang atau tidak suka kepada saudara sesama muslim kita. Padahal sesama muslim sepantasnya saling menghormati, menghargai, maupun saling tolong menolong.

Sama halnya yang diriwayatkan oleh Imam Malik, Imam Bukhari, Muslim, Abu Dawud dan Imam at Tirmidzi dari Abu Hurairah r.a., bahwasanya Rasulullah Saw., bersabda

Baca Juga:  Makna Syahadat dan Empat Syarat Diterimanya Syahadat

“Janganlah kalian berprasangka, karena prasangka adalah kata kata paling bohong. Janganlah saling mengepung, jangan saling memata matai, jangan saling menyaingi, jangan saling mendengki, jangan saling membenci, jangan saling memutus hubungan. Jadilah hamba hamba Allah yang bersaudara, sebagaimana kalian diperintahkan. Muslim itu saudarannya muslim yang lain. (Sebagai saudara) tidak Mendzalimi, tidak mengecewakan dan tidak merendahkan. Takwa itu ada di sini (beliau menunjuk dadanya). Cukuplah seseorang dicap jahat bila ia merendahkan kawannya sesama muslim. Setiap muslim harus menghormati darah, harga diri, dan harta muslim yang lain”

Selain itu, kitapun bisa menoleh pada kisah yang diutarakan dalam Al Qur’an tentang bagaimana keburukan sifat dengki itu yang mengakibatkan pembunuhan di muka bumi untuk pertama kalinya yang dipelopori oleh manusia itu sendiri, dan hal ini terjadi karena hadinya rasa dengki seorang Qabil terhadap sudaranya Habil. Seperti yang tercantum dalam QS. Al Maidah [5]: 27

“Ceritakanlah kepada mereka kisah kedua putera Adam (Habil dan Qabil) menurut yang Sebenarnya, ketika keduanya mempersembahkan korban, Maka diterima dari salah seorang dari mereka berdua (Habil) dan tidak diterima dari yang lain (Qabil). ia Berkata (Qabil): “Aku pasti membunuhmu!”. Berkata Habil: “Sesungguhnya Allah Hanya menerima (korban) dari orang-orang yang bertakwa”.

Adapun hadits yang melukiskan tentang kemuliaan antara sesama muslim hanya akan bertahan ketika tidak ada rasa dengki diantara mereka, ialah yang diriwayatkan oleh ath Thabrani dari para perawi terpercaya. Dari Dhamrah bin Tsa’labah r.a., bahwa Rasulullah Saw., bersabda “Masyarakat tetap baik baik saja selama mereka tidak mendengki”

4. Salah satu penyakit hati

Membahas tentang sehatnya seseorang, tentu tidak bisa diutarakan secara pasti, karena faktanya sehat secara jasmaniyah belum tentu dapat melukiskan sehat secara utuh. Kadang yang menjadi faktor penyebab sakitnya seseorang yang tidak bisa ditebak dari luar itu berasal dari hati yang rupanya menyimpan beban yang secara tidak langsung telah melukai dirinya sendiri.

Baca Juga:  Lakukan Cara Ini ketika Menghadapi Fitnah dan Supaya Diberi Jalan Terbaik

Dan salah satunya ialah menyimpan kedengkian, kebencian dan iri hati kepada seseorang dalam jangka waktu yang lama. Sehingga mau tidak mau, hatinya pada waktu yang bersamaan pun sedang menanggung beban berat. Yang akhirnya memicu munculnya penyakit dengan gejala susah makan, susah tidur, tidak tenang dan lainnya, selain itu iman-nya pun telah ternodai dengan keburukan hatinya tersebut.

Rasulullah SAW telah mengantisipasi perihal tersebut dengan mengatakan kepada Anas bin Malik r.a., yang dinilai hasan gharib oleh at Tirmidzi

“Nak, jika engkau mampu memasuki pagi dan petang hari tanpa suatu Ghisy (pengkhianatan, tipu daya dan kedengkian) dalam hatimu terhadap siapapun maka lakukanlah”

Begitupun dengan apa yang dikisahkan oleh Abdulllah bin Amar r.a., yang diriwayatkan oleh Ibnu Majah dengan sanad Shahih dan al Baihaqi bahwa

“Suatu ketika, seorang bertanya ‘Wahai Rasulullah siapakah yang paling utama?’ Beliau menjawab ‘setiap orang yang hatinya mahmun dan lidahnya jujur’ para sahabat kembali bertanya ‘Kami tahu arti lidah yang jujur. Akan tetapi, apa arti hati yang mahmun itu?’ Beliau menjawab ‘Yaitu (hati) yang bertakwa dan bersih. Tidak mengandung dosa, kejahatan, dendam dan dengki’”

Itulah sekilas tentang keburukan sifat dengki dalam Islam, semoga dengan ini akan mengantarkan kita pada hal-hal yang dapat menjauhkan kita dari sifat dengki, Aamiin …

Rosmawati