Batas Shalat Subuh yang Sudah Ditentukan Syariat

batas shalat subuh

Pecihitam.org – Lima shalat fardhu yang ada telah ditentukan waktu pelaksanaannya secara syariat. Ada permulaan, di mana shalat tidak sah dijalankan sebelum masuk waktu, dan ada pula batas akhir yakni di mana shalat harus dilaksanakan sebelum sampai batas akhir waktu. Lantas, kapan batas shalat Subuh, awal dan akhirnya?

Pecihitam.org, dapat Istiqomah melahirkan artikel-artikel keislaman dengan adanya jaringan penulis dan tim editor yang bisa menulis secara rutin. Kamu dapat berpartisipasi dalam Literasi Dakwah Islam ini dengan ikut menyebarkan artikel ini ke kanal-kanal sosial media kamu atau bahkan kamu bisa ikut Berdonasi.

DONASI SEKARANG

Sebagaimana dituturkan oleh Rasulullah SAW, shalat adalah tiang agama. Orang yang baik shalatnya akan baik pula agamanya. Orang yang sebaliknya maka akan berlaku sebaliknya pula. Shalat juga merupakan sarana paling utama bagi seorang hamba dalam berkomunikasi dengan Allah SWT. Kapan pun dan di mana pun seseorang diperbolehkan melakukan shalat sebagai sarana mendekatkan diri kepada Tuhannya.

Secara bahasa, shalat bermakna doa. Makna shalat subuh sebagai doa ini dapat kita simak pada ayat Q.S. At-Taubah (9:103):

Baca Juga:  Membatalkan Puasa Sunnah Karena Tamu Menawarkan Makan, Apa Boleh?

وَصَلِّ عَلَيْهِمْ إِنَّ صَلَاتَكَ سَكَنٌ لَهُمْ وَاللَّهُ سَمِيعٌ عَلِيمٌ

Arti ayat tersebut adalah: “Dan berdoalah untuk mereka. Sesungguhnya doa kamu itu (menjadi) ketenteraman jiwa bagi mereka. Dan Allah Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui.”

Sedangkan secara istilah, Syekh Muhammad bin Qasim al-Gharabili (w. 918H) dalam kitab Fathul Qarib (Surabaya: Harisma, 2005), hal. 11 yang menyebutkan:

وشرعا – كما قال الرافعي: أقوالٌ وأفعال مُفتَتحَةٌ بالتكبير، مختتمةٌ بالتسليم بشَرائطَ مخصوصةٍ

Artinya adalah sebagai berikut: “Dan secara (istilah) syara’–sebagaimana yang dikatakan oleh Imam Ar-Rofi’i, (shalat ialah) rangkaian ucapan dan perbuatan yang diawali dengan takbir, diakhiri dengan salam, beserta syarat-syarat yang telah ditentukan”.

Lantas, kapan batas waktu shalat subuh?

Ketetapan awal waktu shalat shubuh ialah terbitnya fajar sidiq hingga terbitnya matahari. Ketentuan ini sebagaimana keterangan hadits riwayat Muslim No. 612:

Baca Juga:  Hukum Mengenakan Dasi Dalam Islam, Benarkah Dilarang?

قال رسول الله – صلى الله عليه وسلم -: وقت صلاة الصبح من طلوع الفجر ما لم تطلع الشمس 

Artinya: “Rasulullah SAW bersabda: “Waktu shalat shubuh ialah sejak terbitnya fajar hingga terbitnya matahari.”

Dari hadits tersebut bisa disimpulkan bahwa batas waktu awal shalat subuh adalah terbitnya fajar dan batas waktu akhir shalat subuh adalah terbenamnya matahari. Waktu shalat Shubuh menjelang dan Jibril berkata, “Bangunlah wahai Rasulullah dan lakukanlah shalat.” Maka Rasulullah SAW melakukan shalat Shubuh ketika waktu fajar menjelang. (HR Ahmad, Nasa’i dan Tirmidzi)

Tentang penjelasan batas awal dan akhir waktu sholat Shubuh ini Abu Hurairah RA meriwayatkan bahwa suatu ketika Rasulullah SAW bersabda, “Orang yang mendapatkan satu rakaat dari shalat shubuh sebelum tebit matahari, maka dia termasuk orang yang mendapatkan shalat shubuh. Dan orang yang mendapatkan satu rakaat shalat Ashar sebelum matahari terbenam, maka dia termasuk mendapatkan shalat Ashar.” (HR Muslim)

Baca Juga:  Talqin Mayit, Bagaimana Statusnya dalam Syariat Agama Islam?

Shalat Shubuh  berjamaah sangat baik apabila dilaksanakan. Semoga kita senantiasa menunaikan shalat berjamaah, dilanjut dengan beraktivitas maupun bekerja. Sudah seyogiyanya kita sebagai seorang muslim untuk melaksanakan shalat Subuh di waktu-waktu awal sebelum habis batas waktu akhirnya. Semoga bermanfaat.

Ayu Alfiah

Leave a Reply

Your email address will not be published.