Beginilah Seharusnya Sikap Seorang Muslim ketika Menghadapi Bencana

sikap seorang muslim ketika menghadapi bencana

Pecihitam.org – Allah Swt terkadang memberikan ujian ataupun cobaan kepada hamba-hamba-Nya dengan berbagai macam bentuknya. Ada yang di beri ujian berupa harta, kekayaan, dan jabatan, tapi ada pula yang di berikan cobaan berupa musibah atau bencana. Ketika manusia di berikan musibah berupa bencana dari Allah Swt, maka tidak sepantasnya seorang muslim menganggap bahwa Allah tidak adil dan mengeluhkan dengan sikap bahwa ia tidak sanggup menghadapi bencana tersebut.

Pecihitam.org, dapat Istiqomah melahirkan artikel-artikel keislaman dengan adanya jaringan penulis dan tim editor yang bisa menulis secara rutin. Kamu dapat berpartisipasi dalam Literasi Dakwah Islam ini dengan ikut menyebarkan artikel ini ke kanal-kanal sosial media kamu atau bahkan kamu bisa ikut Berdonasi.

DONASI SEKARANG

Dalam agama ada beberapa sikap bagi seorang muslim ketika menghadapi bencana atau musibah. Di dalam Al-Qur’an juga banyak sekali Allah Swt menyebutkan solusi-solusi terbaik bagi setiap kehidupan setiap muslim dalam setiapp keadaan termasuk saat seorang muslim di timpah musibah atau bencana.

Berikut sikap bagi seorang muslim ketika menghadapi bencana atau musibah.

Pertama, yang harus di lakukan oleh seorang muslim saat menghadapi suatu bencana adalah mengucapkan kalimat istirja’ yaitu,

انا لله وانا اليه رجعون
Innalillahi wa Inna ilaihi roji’un.

Baca Juga:  9 Cara Menjaga Kehormatan Masjid Bagi Seorang Muslim

Artinya: “Sesungguhnya kami adalah milik Allah dan kami akan kembali kepada-Nya)”

Kalimat istirja’ tidak hanya di ucapakan ketika ada seorang yang meninggal saja, tetapi ketika seorang menghadapi sebuah bencana atau musibah. Sebagaimana yang telah di sebutkan Allah Swt dalam firman-Nya,

الذين اذاأصا بتهم مصيبة قالواانا لله وانا اليه رجعون

“(Yaitu) orang-orang yang apabila di timpa musibah, mereka mengucapkan, Innalillahi wa Inna Ilaihi raaji’uun.”

Kedua, saat menghadapi bencana atau musibah maka seorang muslim haruslah tetap bersabar dan berbaik sangka terhadap Allah Swt, sehingga akan menerima setiap ujian yang di berikan oleh Allah Swt tanpa mengeluh.

Di jelaskan dalam QS.Al-Baqarah ayat 2: Bahwa Allah Swt telah menjanjikan berita gembira bagi orang-orang yang bersabar, yaitu sebuah kebahagiaan dan kegembiraan. Oleh sebab itu, maka bersabarlah ketika di timpa bencana atau musibah. Karena dengan bersabar maka niscaya Allah Swt akan melimpahkan kebahagiaan bagi siapapun yang senantiasa bersabar.

Baca Juga:  Berdoa Meminta Kematian, Bagaimana Hukumnya?

Ketiga, bertawakal kepada Allah Swt dan di sertai dengan ikhtiar, karena dalam setiap masalah Allah Swt pasti akan memberikan solusi yang terbaik bagi hamba-Nya, sebagaimana firman Allah Swt dalam Surat At-Thalaq berikut,

ومن يتق الله يجعله له مخرجا

“Barang siapa bertakwa kepada Allah, Niscaya Dia akan menunjukkan jalan keluar.”

Selain beberapa sikap yang telah di sebutkan di atas, maka sebaiknya sebagai seorang muslim secara aqidah, harus selalu meyakini bahwa setiap bencana atau musibah yang menimpa masyarakat itu semuanya berasal dari Allah Swt, sebagaimana yang telah di jelaskan oleh Allah Swt dalam Surat An-Nisa ayat 78,

قل كل من عندالله

“ Katakanlah, semuanya (berasal) dari sisi Allah,” (QS.An-Nisa:78)

Di sebutkan juga dalam sebuah hadist rimayat Imam Ahmad berikut,

قال رسول الله صلى الله عليه وسلم لايؤمن المرء حتىى يؤمن بالقد خيره وشره

“Rasulullah Saw bersabda, ‘Seseorang tidak beriman sampai ia mengimani takdir yang baik dan yang buruk,” (HR. Ahmad).

Meskipun begitu, sebagai manusia tetap harus bermuhassabah (intospeksi) diri bahwa bisa jadi bencana atau musibah yang menimpanya itu merupakan bentuk akibat dari kesalahan, kelalaian ataupun kedzaliman oleh manusia itu sendiri.

Baca Juga:  Pentingnya Seorang Hamba Selalu Husnudzon Kepada Allah

Sebagai manusia sudah tentu pernah melakukan kesalahan ataupun kelalaian baik itu secara sengaja ataupun tidak. setelah menyadari setiap kesalahan yang telah di perbuat, kemudian memohon ampun kepada Allah swt dan selalu berusaha mendekatkan diri kepada-Nya. Wallahua’lam bisshawab.

Arif Rahman Hakim
Sarung Batik