Apakah Orang yang Sudah Meninggal Bisa Mendengar dan Melihat? Ini Penjelasannya.

Apakah Orang yang Sudah Meninggal Bisa Mendengar dan Melihat

Kesempurnaan orang yang hidup adalah ketika dia mati” (KH. Said Aqil Siraj)

Pecihitam.org, dapat Istiqomah melahirkan artikel-artikel keislaman dengan adanya jaringan penulis dan tim editor yang bisa menulis secara rutin. Kamu dapat berpartisipasi dalam Literasi Dakwah Islam ini dengan ikut menyebarkan artikel ini ke kanal-kanal sosial media kamu atau bahkan kamu bisa ikut Berdonasi.

DONASI SEKARANG

Pecihitam.org – Indonesia adalah negeri yang kaya akan budaya dan adat istiadat. Salah satu tradisi masyarakat muslim yang masih terus dilakoni di Indonesia adalah adanya peringatan dan do’a bersama untuk orang yang sudah meninggal dunia yang mana tradisi tersebut biasa disebut dengan istilah tahlilan.

Sebetulnya semenjak sebelum Islam masuk di bumi nusantara ini, tradisi mengenang orang yang sudah meninggal seperti leluhur dan nenek moyang sudah dilakukan. Namun lebih kepada pemujaan terhadap roh yang sudah meninggal.

Lalu sebetulnya apakah orang sudah meninggal itu bisa mendengarkan apa yang disampaikan oleh mereka yang masih hidup? Seperti do’a yang dipanjatkan kepada gusti Allah untuk mereka.

Tentang jenazah yang bisa mendengar, dari Imam al-Bukhori dari anas dari Nabi Muhammad SAW mengatakan bahwa: Apabila seorang mayat telah diletakan didalam kubur, dan orang-orang meninggalkannya. Maka akan datang dua malaikat kepadanya dan bertanya: bagaimana pendapatmu tentang Muhammad? Aku bersaksi bahwa ia adalah hamba Allah dan Rasulnya. Lalu malaikat akan berkata, lihatlah tempatmu di neraka sudah diganti surga. Maka orang itupun bisa melihat surga dengan neraka. Adapun orang kafir dan munafik dia akan menjawab “aku tidak tahu” dulu aku berpendapat sebagaimana pendapat orang-orang. Kemudian dikatakan kepadanya “kamu tidak tahu, tetapi kamu tidak mengikuti orang-orang yang tahu.” kemudian dipukullah ia dengan palu dan menjerit sampai didengar oleh penghuni kubur disekitarnya.

Thabrani dalam “al-Ausath” meriwayatkan dari abu sa’id al-Khudri, bahwa Nabi Muhammad bersabda: “Sesungguhnya Mayit mengetahui siapa yang memandikannya, mengkafaninya, membopongnya, dan memasukannya ke liang lahat”.

Sedangkan sa’id bin zubair berkata: “sesungguhnya orang yang sudah meninggal dunia tahu akan keadaan keluarganya yang masih hidup, apabila keluarganya baik maka ia akan bahagia, sedangkan apabila keluarganya buruk maka ia akan bersedih”.

Baca Juga:  Berkaca dari Musibah Banjir di Masa Rasulullah Saw

Jadi orang yang sudah meninggal dunia bisa melihat dan mendengarkan keluarganya yang masih hidup, dan menurut Ibnu Munabbih orang mukmin yang meninggal dunia akan disambut oleh ruh orang-orang mukmin lainnya dan kemudian akan ditanya kabar dari kehidupan orang-orang didunia.

“sesungguhnya allah membangun istana di langit ketujuh bernama Baidha’ untuk mengumpulkan ruh orang-orang mukmin. Apabila ada penduduk bumi yang meninggal dunia maka akan disambut oleh ruh orang-orang mukmin dan akan ditanyakan kabar orang-orang didunia, sebagaimana pertanyaan untuk keluarga yang batu datang dari bepergian”.

Rosulullah bersabda: “ruh orang mukmin akan keluar dengan aroma paling wangi yang pernah dijumpai, dan para malaikat akan membawa ruh itu ke langit melewati ruh umat terdahulu. Mereka bertanya ‘ruh siapa itu?’ ‘ini ruh si fulan’ sampai akhirnya ruh itu sampai di pintu langit dunia, dan dibukakan pintu untuk mereka. Kemudian mereka digiring oleh malaikat muqorrobin yang berada di tiap-tiap lapisan langit sampai di langit ke tujuh. Kemudian Allah berfirman ‘Tulislah orang ini dalam Iliyyin’.

Setelah itu dikatakan kepada malaikat ‘kembalikan lagi dia ke bumi’ karena sesungguhnya aku telah berjanji kepada mereka bahwa aku telah menciptakan dari unsur bumi, aku akan mengembalikan mereka padanya dan aku akan membangkitkan mereka darinya’.

Baca Juga:  Ini Pentingnya Selalu Berdzikir dan Mengingat Allah

Akhirnya malaikat mengembalikan ruh itu kembali ke jasasnya, lalu ada dua malaikat yang menghampirinya dan mereka sangat galak. Mereka menghardik lalu menyuruhnya untuk duduk.

Keduanya kemudian bertanya, “siapa tuhanmu dan apa agamamu?” ruh itu menjawab “Allah tuhanku dan Islam agamaku”, “apa pendapatmu tentang laki-laki yang diutus kepadamu?” “ia adalah utusan Allah”, ditanya lagi “apa yang membuatmu mengetahui akan hal itu?” ia menjawab “telah datang kepada kami berbagai bukti daei tuhan kami, maka kami mengimani dan membenarkannya”.

Kemudian Rasulullah bersabda: ” itulah yang dimaksud dengan ayat Allah meneguhkan orang-orang yang beriman dengan ucapan yang teguh itu dalam kehidupan didunia dan di akhirat (Qs. Ibrahim: 27).

Baca Juga:  Kisah Diampuninya Seorang Laki-laki yang Memuliakan Bulan Ramadhan

Ketahuilah bahwa hadits tentang malaikat maut, derajat orang di akhirat adalah bersifat mutasyabihat yang tidak ada analisis rasional didalamnya, manusia betul-betul diuji untuk mempercayainya.

Akan tetapi Ulama-ulama ahlussunnah wal jamaah telah sepakat bahwa orang yang sudah meninggal dunia dapat mengambil manfaat dari orang yang masih hidup. Hal ini setidak-tidaknya dalam dua hal yakni do’a orang muslim dan sodaqoh amal jariyah. Hanya saja berbeda dalam amalan fisiknya saja, seperti Puasa, sholat, pembacaan al-Qur’an dan alunan Dzikir. (KH. Asy’ari : Risalah Ahlussunnah wal Jama’ah).

Semoga bermanfaat. Tabik!

Fathur IM

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *