Ingin Memiliki Anak Sholeh? Begini Sikap yang Harus Ditanamkan Kepada Mereka Menurut Al-Ghazali

Ingin Memiliki Anak Sholeh? Begini Sikap yang Harus Ditanamkan Kepada Mereka Menurut Al-Ghazali

PeciHitam.org – Memiliki buah hati merupakan dambaan setiap orang tua pada umumnya. Bukan hanya sekedar memiliki buah hati, banyak dari para orang tua juga ingin memiliki anak yang sholeh dan bisa menjalankan agama dengan baik dan benar.

Pecihitam.org, dapat Istiqomah melahirkan artikel-artikel keislaman dengan adanya jaringan penulis dan tim editor yang bisa menulis secara rutin. Kamu dapat berpartisipasi dalam Literasi Dakwah Islam ini dengan ikut menyebarkan artikel ini ke kanal-kanal sosial media kamu atau bahkan kamu bisa ikut Berdonasi.

DONASI SEKARANG

Anak yang dikaruniakan tersebut merupakan tanggung jawab bagi orang tuanya. Tanggung jawab ini meliputi nafkah maupun menanamkan akhlak mulia, agar menjadi anak sholeh.

Para orang tua berlomba-lomba mendidik anaknya agar menjadi seperti yang diharapkannya. Hal ini wajar mengingat anak sebagai generasi penerus yang mencerminkan orangtuanya.

Dalah hal ini Syaikh Hujjatul Islam al-Ghazali memberikan rambu-rambu khusus dalam mendidik anak, yaitu melalui kitab karyanya yang khusus membahas mengenai anak, yang diberi judul Ayyuhal Walad.

Imam Al-Ghazali dalam Kitab Ayyuhal Walad menjelaskan beberapa sikap yang harus ditanamkan kepada anak, sebagai berikut:

  1. Kreatif, yaitu suatu sifat yang menjadikan seseorang ingin melakukan segala hal yang bermanfaat bagi dirinya sesuai dengan kemampuannya.
  2. Menghargai waktu, yaitu tidak menyia-nyiakan setiap detik yang berlalu dalam dirinya dengan cara mengisinya dengan hal-hal yang bermanfaat.
  3. Menghargai orang lain, ialah dapat mendengarkan pendapat orang lain, baik berupa kritik atau saran yang membangun dengan cara tidak membantahnya atau menerimanya, dengan catatan jika pendapat tersebut demi kemaslahatan bersama.
  4. Introspeksi atau mawas diri, koreksi terhadap diri sendiri atas kelemahan dan kesalahan, baik itu berupa ucapan, tingkah laku maupun perbuatan.
  5. Transparan, yaitu mampu berterus terang dan jujur dalam mengungkapkan keadaan dirinya, tidak menutupi kesalahannya atau hal-hal yang semestinya perlu dibicarakan.
  6. Rajin, yaitu bersungguh-sungguh atau tidak malas dalam melakukan pekerjaan dan apapun yang harus dilakukannya, agar selalu berusaha untuk mendapatkan apa yang diinginkannya tanpa menyerah dan putus asa.
  7. Amanah (dapat dipercaya), yaitu sifat yang harus digunakan ketika mengemban suatu tanggung jawab, agar tidak mengkhianati apa yang dipercayakan kepadanya.
  8. Ikhlas, yaitu melakukan segala hal dengan tujuan semata-mata hanya karena Allah tanpa mengharapkan balasan, pujian dan lain sebagainya.
  9. Konsisten (tidak berubah-ubah), yaitu melakukan segala hal secara berkesinambungan dan tidak mudah berubah-ubah dalam mengambil sikap dan keputusan.
  10. Cermat, yaitu selalu berhati-hati dalam berbuat, berpendapat dan bersikap sehingga tidak keliru dalam menyikapi suatu keadaan.
  11. Setia, yaitu berpegang teguh dalam pendirian atau janji.
  12. Kasih sayang, yaitu sebuah perasaan tidak ingin kehilangan seseorang yang membuat dirinya kagum dan bahagia atau orang yang dicintainya, baik itu orang tua, guru, teman, dan lain sebagainya.
  13. Syukur, yaitu berterimakasih kepada Allah atas karunia yang diberikan. Syukur ini bisa berupa ucapan, perbuatan, sikap, tingkah laku dan lain sebagainya.
  14. Tanggung jawab, yaitu melaksanakan segala kewajiban terhadap segala sesuatunya. Maksudnya, suatu perasaan yang muncul dalam diri seseorang yang menjadikan dirinya harus melaksanakan segala hal yang harus dilakukannya, baik itu berupa kewajiban atau sebuah tuntutan yang harus dipenuhinya.
  15. Disiplin, yaitu patuh terhadap peraturan atau tata tertib yang berlaku, baik agama, pemerintah, sekolah maupun norma yang berkembang di masyarakat.
  16. Sabar (tidak mudah tersulut emosinya), yaitu tahan menghadapi cobaan, tabah, dan tenang.
  17. Qanaah, yaitu puas dengan apa yang telah diberikan oleh Allah kepadanya.
  18. Beramal sholeh, yaitu berbuat baik dan sungguh-sungguh dalam menjalankan ajaran agama. Beramal sholeh ini yang akan membawa manfaat baginya, berupa pahala dari Allah yang akan dirasakannya baik di dunia maupun di akhirat kelak.
  19. Beriman, yaitu mempunyai keyakinan dan kepercayaan kepada Tuhan Yang Maha Esa.
  20. Takwa, yaitu terpeliharanya sifat diri agar selalu menaati dan melaksanakan perintah Allah serta menjauhi segala larangan-Nya.
Baca Juga:  Apa Saja Motif Seseorang Melakukan Pemalsuan Hadis?

Demikian beberapa sikap yang menurut al-Ghazali harus ditanamkan para orang tua jika ingin memiliki anak yang sholeh. Mudah-mudahan dapat mengaplikasikannya dalam mendidik para generasi penerus. Wallahu A’lam.

Mohammad Mufid Muwaffaq