Biografi Syekh Ibnu Ajurrum Pengarang Kitab Jurrumiyah

biografi syekh ibnu ajurrum

Pecihitam.org – Bagi para santri dan lembaga lembaga pendidikan islam seperti pondok pesantren sudah tidak asing lagi dengan sosok Syekh Ibnu Ajurrum, karena hasil daripada karya kitabnya yang selalu menjadi kajian utama di semua lembaga pendidikan agama.

Pecihitam.org, dapat Istiqomah melahirkan artikel-artikel keislaman dengan adanya jaringan penulis dan tim editor yang bisa menulis secara rutin. Kamu dapat berpartisipasi dalam Literasi Dakwah Islam ini dengan ikut menyebarkan artikel ini ke kanal-kanal sosial media kamu atau bahkan kamu bisa ikut Berdonasi.

DONASI SEKARANG

Syekh Ibnu Ajurrum adalah seorang ulama sekaligus pencetus dari lahirnya metode ilmu yang membahas tentang masalah alat atau lebih tepatnya ilmu nahwu. Sudah banyak karya beliau yang diperjelas atau di syarahkan oleh para ulama-ulama lainnya untuk lebih memberikan kemudahan dan wawasan yang lebih luas lagi bagi segenap umat islam.

Sosoknya yang sangat kharismatik, bersahaja dan tentunya sangat alim ini mampu menunjukan kredibiltasnya sebagai seorang ulama yang besar, sehingga dengan kecerdasannya beliau berhasil melahirkan sebuah karya kitab nahwu yang sangat melegenda yaitu kitab Jurumiyyah.

Meski tidak asing lagi dengan syekh Ibnu Ajurrum khususnya, akan tetapi mengenal lebih jauh sosok beliau dari perjalanan hidup sampai dengan masa wafatnya itu lebih istimewa dan berharga lagi, sekaligus bisa dijadikan suri tauladan terbaik bagi kita semua. Berikut adalah biografi singkatnya.

Ibnu Ajurrum, nama lengkapnya adalah Ibnu Ajurrum Abu Abdillah Muhammad bin Muhammad bin Dawud Al-Shonhaji. Beliau dilahirkan di kota Fasa, sebuah kota besar di Negara Maroko pada tahun 672 H yaitu bertepatan dengan tahun wafatnya Imam Malik. Ibnu Ajurrum wafat di kota ini juga pada hari Senin ba’da Dzuhur tanggal 20 Shafar Tahun 723 H.

Baca Juga:  Syaikh Mahfudz at Tarmasi, Ulama Nusantara yang Diakui Dunia (Bagian 1)

Beliau menimba ilmu di Fasa, kampung halamannya, hingga pada suatu hari beliau bermaksud untuk menunaikan ibadah haji ke tanah suci. Ketika melewati Mesir, beliau singgah di Kairo dan menuntut ilmu kepada seorang ulama nahwu termasyhur asal Andalusia, yaitu Abu Hayyan pengarang kitab al-Bahru al-Muhith sampai mendapat restu untuk mengajar dan dinobatkan sebagai salah satu imam dalam ilmu gramatikal bahasa arab atau ilmu nahwu.

Dari situlah namanya mulai terkenal oleh segenap masyarakat pada saat itu, dengan kealiman dan kepintarannya, syekh Ibnu Ajurrum juga dikenal sebagai ulama yang ahli dalam bidang fiqih, sastrawan dan ahli matematika, di samping itu beliau menggeluti ilmu seni lukis, kaligrafi dan ilmu tajwid.

Karya Ibnu Ajurrum

Karya Ibnu Ajurrum yang sangat terkenal ialah Kitab Jurumiyah. Metode penulisan kitab ini terfokus pada judul-judul besar ilmu nahwu dan pembahasan-pembahasan pokok, sehingga kitab beliau al Jurrumiyah dikenal sebagai kitab yang ringkas dan padat. Imam Suyuthy dalam Bughyat al-Wu’at menyebutkan bahwa Ibnu Ajurrum berkiblat pada ulama Kufah dalam karangan nahwunya.

Hal ini dibuktikan dalam pembahasan asma’ al-khamsah yang merupakan pendapat ulama Kufah, sedang ulama Bashrah menambahkannya menjadi asma’ al-sittah. Hal lain yang mengindikasikan ke-Kufah-annya adalah dengan memasukan “kaifama” dalam jawazim , adalah hal yang ditentang oleh ulama Bashrah.

Baca Juga:  Beginilah Kritik Alm. KH Ali Mustafa Yaqub Terhadap Syeikh Al Albani

Kitab ini mendapat apresiasi yang sangat besar baik dari kalangan para ulama maupun para murid. Bentuk apresiasi ini terlihat dari munculnya para ulama yang menciptakan bait-bait nadzam, syarah dan komentar dari kitab ini.

Adapun kitab-kitab yang menjadi syarah kitab ini diantaranya adalah:

  1. Kitab al-mustaqill bi al-mafhumiyyah fi Syarhi Alfadzi al-Ajurrumiyyah yang dikarang oleh Abi Abdillah Muhammad bin Muhammad al-Maliky yang dikenal sebagai al-Ra’i al-Andalusy al-Nahwy al-Maghriby.
  2. Kitab al-Durrah al-Nahwiyyah fi Syarhi al-Ajurrumiyyah karangan Muhammad bin Muhammad Abi Ya’la al-Husainy al-Nahwy.
  3. Kitab al-Jawahir al-Mudhiyyah fî halli Alfadz al-Ajurrumiyyah karangan Ahmad bin Muhammad bin Abdul Salam.
  4. Kitab al-Nukhbah al-‘Arabiyyah fî halli Alfadz al-ajurrumiyyah karangan Ahmad bin Muhammad bin Abdul Salam.
  5. Kitab al-Duror al-Mudhiyyah karangan Abu Hasan Muhammad bin ‘Ali al-Maliky al-Syadily.
  6. Kitab al-Kawakib al-Dhauiyyah fî halli Alfadz al-Ajurrumiyyah karangan Syeikh Syamsuddin Abil Azam Muhammad bin Muhammad al-Halawy al-Muqoddasy.
  7. Kitab al-Jawahir al-Sunniyyah fî Syarhi al-Muqaddimah al-Ajurrumiyyah karangan Syeikh Abu Muhammad Abdillah yang terkenal dengan sebutan Ubaid bin Syeikh Abul Fadly bin Muhammad bin Ubaidillah al-Fasy
  8. Kitab Syarhu al-Syeikh Khalid al-Azhary ‘ala Matni al-Ajurrumiyyah
  9. Kitab Syarhu al-Syeikh Yazid Abdurrahman bin Ali al-Makudiy al-Nahwy
  10. Kitab Al-Tuhfah al-Sunniyyah karangan Syeikh Muhammad Muhyiddin Abdulhamid
  11. Kitab Syarah milik Syeikh Hasan al-Kafrawy al-Syafi’i al-Azhary
  12. Kitab Hasyiat al-Ajurrumiyyah karangan Abdurrahman bin Muhammad bin Qosim al-Najdy
  13. Kitab Idhoh al-Muqaddimah al-Ajurrumiyyah karangan Syeikh Shalih bin Muhammad bin Hasan al-Asmary
  14. Kitab Al-Ta’liqat al-Jaliyyah ‘ala Syarhi al-Muqaddimah al-Ajurrumiyyah karangan Muhammad Shalih al-‘Utsaimin
Baca Juga:  Biografi Imam Abu Dawud, Pengarang Kitab Sunan Abu Dawud

Diceritakan setelah Syeikh Ibnu Ajurrum selesai mengarang kitab Jurumiyah, kitab itu dibuang ke laut. “Sambil membuang kitab, beliau mengatakan; “Kalau kitab ini akan bermanfaat, dan murni karena mengharap ridha Allah walaupun aku buang ke laut, akan kembali.” Ketika Syekh Ibnu Ajurrum pulang ke rumah, kitab itu sudah ada di meja kamarnya.

Itulah biografi singkat dari seorang ulama yang bernama Abu Abdillah Muhammad bin Muhammad bin Dawud Al-Shinhaji, dengan mengkasrahkan shod , bukan dengan memfathahkannya seperti yang sering disebutkan oleh sebagian kalangan. Kalimat Al-Shinhaji ini seperti yang diriwayatkan oleh Al-Hamidi dinisbatkan kepada salah satu kabilah yang berada di Negeri Maroko yaitu kabilah Shinhajah. Nama ini kemudian dikenal sebagai Ibnu Ajurrum. Wallahua’lam Bisshawab.

Arif Rahman Hakim
Sarung Batik

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *