Ciri-Ciri Islam Moderat Yang Wajib Diahami

Ciri-Ciri Islam Moderat Yang Wajib Diahami

Pecihitam.Org – Persoalan mengenai Islam moderat sekarang ini menimbulkan banyak problem, semuanya merasa di tengah. Yang dari golongan Islam kanan merasa moderat, begitu juga dari golongan Islam kiri merasa moderat. Sesungguhnya yang moderat itu siapa dan bagaimana? Apakah ada ciri-ciri Islam Moderat?.

Pecihitam.org, dapat Istiqomah melahirkan artikel-artikel keislaman dengan adanya jaringan penulis dan tim editor yang bisa menulis secara rutin. Kamu dapat berpartisipasi dalam Literasi Dakwah Islam ini dengan ikut menyebarkan artikel ini ke kanal-kanal sosial media kamu atau bahkan kamu bisa ikut Berdonasi.

DONASI SEKARANG

Menurut Gus Mus, Islam Moderat itu ibaratkan seseorang yang sedang mengukur sebuah sungai dengan menggunakan ukuran tubuh. Kalau tubuh kita jangkung (tinggi) maka kita akan mengatakan bahwa sungai ini dangkal. Kalua tubuh kita pendek maka kita akan mengatakan sungai ini dalam sekali. Maka kata beliau jangan mengukur sungai dengan tubuh, akan tetapi dengan ukuran. Karena dengan ukuran sekian centi meter, maka tidak ada lagi pertentangan mengenai dalamnya sungai.

Maksud dari perkataan beliau adalah, kita sekarang itu mengkur sesuatu dengan diri sendiri, tidak pakai ukuran. Katanya al-Qur’an yang dijadikan ukuran, tapi tidak mau berpegangan dengan al-Qur’an. Kalua melihat al-Qur’an dan Rasulullah SAW, moderat itu lah Islam, jadi bukan Islam moderat, Islam itu memang moderat, jadi gak ada istilahnya Islam Moderat, Islam kanan, Islam kiri dan sebagainya.

Baca Juga:  Keajaiban Shalawat Kepada Nabi Muhammad, Apa Sajakah Itu?

Kita lihat semua yang ekstrim-ekstrim dan berlebihan itu dilarang di dalam al-Qur’an. Seperti makan jangan berlebihan, jangan membunuh, dan lain sebagainya. Rasulullah SAW mengatakan “Khoirul umuri aushatuha” segala sesuatu yang baik itu di tengah-tengah. Kalua kita di tengah-tengah, kita hidup itu akan lebih enak. Karena pada dasarnya semua manusia mempunyai yang Namanya athifah (perasaan). Kalua kita senang berlebihan tidak baik, begitu juga kalua kita benci berlebihan juga tidak baik. Yang baik itu di tengah-tengah, wasath, moderat, adil.

Yang menjadi pertanyaan selanjutnya adalah, model Islam wasath, moderat, adil, dan tengahan itu yang seperti apa? Apa tanda-tanda atau ciri-ciri Islam Moderat?.  Mengacu dalam buku Moderasi Islam, setidaknya ada enam ciri-ciri bersikap moderat dalam berislam.

Pertama, memahami realitas. Dikemukakan bahwa Islam itu relevan untuk setiap zaman dan waktu (shalih li kulli zaman wa makan). Disebutkan juga bahwa ajaran Islam itu ada yang tetap dan tidak bisa dirubah –seperti shalat lima waktu, dan ada juga yang bisa dirubah karena waktu dan tempat –seperti zakat fitrah dengan beras, gandum, atau sagu tergantung yang menjadi makanan pokok pada masyarakat itu. 

Baca Juga:  Kiblat Pemikiran Fiqh Mazhab Syafii dalam Kitab Fathul Wahab Karya Syaikh Zakariya

Umat Islam yang bersikap moderat (wasath) adalah mereka yang mampu membaca dan memahami realitas yang ada. Tidak gegabah atau ceroboh. Mempertimbangkan segala sesuatu, termasuk kebaikan dan keburukannya.  Terkait hal ini kita bisa belajar banyak dari Nabi Muhammad saw.  Beliau adalah orang pandai dalam membaca realitas. Salah satu contohnya adalah Nabi Muhammad saw. tidak menghancurkan patung-patung yang ada di sekitar Ka’bah selama beliau berdakwah di sana. Beliau sadar tidak memiliki kekuatan untuk melakukannya pada waktu itu.  Namun pada saat Fathu Makkah, semua patung dan kemusyrikan di kota Makkah dihancurkan semua.

Kedua, memahami fiqih prioritas. Umat Islam yang bersikap moderat sudah semestinya mampu memahami mana-mana saja ajaran Islam yang wajib, sunnah, mubah, makruh, dan haram. Mana yang fardlu ‘ain (kewajiban individual) dan mana yang fardlu kifayah (kewajiban komunal). Di samping memahami mana yang dasar atau pokok (ushul) dan mana yang cabang (furu). 

Ketiga, memberikan kemudahan kepada orang lain dalam beragama. Ada istilah bahwa agama itu mudah, tapi jangan dipermudah. Keempat, memahami teks keagamaan secara komprehensif. Perlu dipahami bahwa satu teks dengan yang lainnya itu saling terkait, terutama teks-teks tentang jihad misalnya. Ini yang biasanya dipahami separuh-separuh, tidak utuh, sehingga jihad hanya diartikan perang saja. Padahal makna jihad sangat beragam sesuai dengan konteksnya.  

Baca Juga:  Misteri di Balik Makna Kata Berkah Menurut Para Ulama

Kelima, bersikap toleran. Umat Islam yang bersikap moderat adalah mereka yang bersikap toleran, menghargai pendapat lain yang berbeda –selama pendapat tersebut tidak sampai pada jalur penyimpangan. Karena sesungguhnya perbedaan itu adalah sesuatu yang niscaya. Intinya sikap toleran adalah sikap yang terbuka dan tidak menafikan yang lainnya. 

Keenam, memahami sunnatullah dalam penciptaan. Allah menciptakan segala sesuatu melalui proses, meski dalam Al-Qur’an disebutkan kalau Allah mau maka tinggal “kun fayakun.” Namun dalam beberapa hal seperti penciptaan langit dan bumi –yang diciptakan dalam waktu enam masa. Pun dalam penciptaan manusia, hewan, dan tumbuhan. Semua ada tahapannya.

Mochamad Ari Irawan