Buta Huruf; Benarkan Salah Satu Mukjizat Nabi Muhammad? Ini Penjelasannya

Buta Huruf; Benarkan Salah Satu Mukjizat Nabi Muhammad? Ini Penjelasannya

PeciHitam.org – Nabi Muhammad SAW disifati dan diyakini oleh seluruh umat islam memiliki 4 sifat, shidiq (jujur), tabligh (menyampaikan risalah), amanah (terpercaya), dan fathanah (sifat cerdas).

Pecihitam.org, dapat Istiqomah melahirkan artikel-artikel keislaman dengan adanya jaringan penulis dan tim editor yang bisa menulis secara rutin. Kamu dapat berpartisipasi dalam Literasi Dakwah Islam ini dengan ikut menyebarkan artikel ini ke kanal-kanal sosial media kamu atau bahkan kamu bisa ikut Berdonasi.

DONASI SEKARANG

Empat sifat yang juga melekat kepada setiap Nabi dan Rasul utusan Allah SWT. Setidaknya keempat sifat itu menjadi pendapat dari ordo teologi Asy’ariyah.

Akan tetapi nabi juga tercatat oleh sejarah sebagai Nabi yang Ummi. Dalam makna etimologis Ummi berarti Keibu-ibuan atau tidak mau lepas dengan Ibu, yang kemudian makna ini bergeser.

Arti lain juga bisa disematkan yaitu berarti Lugu. Dan secara luas dipahami dengan keadaan dimana seseorang tidak bisa membaca dan menulis, atau seorang yang buta Huruf. Beberapa dasar Nabi bersifat Ummi adalah;

الَّذِينَ يَتَّبِعُونَ الرَّسُولَ النَّبِيَّ الأمِّيَّ الَّذِي يَجِدُونَهُ مَكْتُوبًا عِنْدَهُمْ فِي التَّوْرَاةِ وَالإنْجِيلِ يَأْمُرُهُمْ بِالْمَعْرُوفِ وَيَنْهَاهُمْ عَنِ الْمُنْكَرِ وَيُحِلُّ لَهُمُ الطَّيِّبَاتِ وَيُحَرِّمُ عَلَيْهِمُ الْخَبَائِثَ وَيَضَعُ عَنْهُمْ إِصْرَهُمْ وَالأغْلالَ الَّتِي كَانَتْ عَلَيْهِمْ فَالَّذِينَ آمَنُوا بِهِ وَعَزَّرُوهُ وَنَصَرُوهُ وَاتَّبَعُوا النُّورَ الَّذِي أُنْزِلَ مَعَهُ أُولَئِكَ هُمُ الْمُفْلِحُونَ – ١٥٧

 “(yaitu) orang-orang yang mengikut rasul, Nabi yang Ummi yang (namanya) mereka dapati tertulis di dalam Taurat dan Injil yang ada di sisi mereka, yang menyuruh mereka mengerjakan yang ma’ruf dan melarang mereka dari mengerjakan yang mungkar dan menghalalkan bagi mereka segala yang baik dan mengharamkan bagi mereka segala yang buruk dan membuang dari mereka beban-beban dan belenggu-belenggu yang ada pada mereka[574]. Maka orang-orang yang beriman kepadanya. memuliakannya, menolongnya dan mengikuti cahaya yang terang yang diturunkan kepadanya (Al Quran), mereka Itulah orang-orang yang beruntung” (Qs. Al-A’raf: 157)

Jika kita korelasikan dengan masa sekarang, jika ada seseorang yang tidak memiliki keahlian atau kompetensi dasar membaca dan menulis pasti akan di cap sebagai orang bodoh dan terbelakang.

Baca Juga:  Makna Kafaah (Sekufu) dalam Perkawinan yang Harus Kita Pahami

Jika ini menjadi patokan, maka bahaya akan muncul yaitu penafian dan penegasian sifat fatanah (cerdas) dari diri nabi Muhammad SAW. Bagaimana cara memahami sifat kenabian ini?

Perlu diingat bahwa Nabi Muhammad mendapat direct massage atau Illumination (Bisikan Rabbaniyah) yang kita sebut sebagai wahyu. Pensifatan Al-Quran pada diri Nabi Muhammad SAW dengan Ummi (الأمِّيَّ) adalah bertujuan mensucian Al-Quran.

Karena dalam sirah Nabi Muhammad SAW dikatakan oleh orang-orang Kafir yang mengarang Al-Quran. Beberapa argumentasi terkait alasan sifat Ummi (الأمِّيَّ) Nabi SAW sebagai berikut;

Pertama; Sangat tidak rasional, orang yang buta huruf serta tidak bisa membaca dan menulis akan sanggup membuat ayat-ayat/ rangkaian peristiwa yang berurutan sebagaimana Al-Quran.

Baca Juga:  Misteri Ikan yang Menelan Nabi Yunus, Benarkah Masih Hidup Hingga Sekarang?

Kedua; Cerita-cerita ghaib dalam Al-Quran sangat banyak, dan baru terbukti dikemudian hari, ini menandakan bahwa Nabi Muhammad hanya sebagai transmitter penyampai pesan dari dzat yang maha mengetahui.

Ketiga; Cerita-cerita Israiliyat dalam Al-Quran sama dengan yang terkandung dalam kitab Taurat dan Injil. Sedangkan Nabi seorang Ummi (الأمِّيَّ) tidak mungkin untuk membaca dan memahami isinya kecuali diberitahu oleh dzat yang menurunkan kedua kitab suci tersebut.

Keempat; dengan sifat Ummi (الأمِّيَّ) Nabi akan sangat menjaga penambahan tulisan oleh Nabi SAW terhadap Al—Quran, karena dalam setiap wahyu dicatat oleh sekretaris Nabi yaitu Zaid bin Tsabit.

Ukuran kecerdasan Nabi terletak pada ingatan beliau yang luar biasa, dengan bukti bahwa malaikat Jibril tidak pernah menurunkan wahyu/ ayat yang sama dua kali. Nabi juga sangat hebat dalam mengatur Ummat yang sedang berselisih, dalam kasus pendamaian suku Aus dan Khadraj.

Baca Juga:  Bacaan Sujud Syukur Yang Dianjurkan

Bukti kecerdasan dan kebijaksanaan Rasul yaitu pada saat beliau berumur 35 tahun. Saat itu Kakbah sedang direnvoasi, Nabi yang berkesempatan memindahkan Hajar Aswad tidak serta merta menerima kehormatan itu.

Beliau meletakkan Hajar Aswad disebuah kain dan menginstruksikan para tokoh Quraisy untuk mengangkatnya seara bersama. Kisah ini terabadikan dalam Kitab Khulashah Nuril Yaqin jilid I. ash-Shawabu Minallah.

Itulah sedikit ulasan mengenai Buta Huruf yang merupakan sebuah mukjizat bagi Nabi Muhammad saw. Semoga semakin menambah wawasan kita tentang sejarah Nabi Muhammad.

Mohammad Mufid Muwaffaq