Inilah Panduan Wirid Lengkap dan Bacaan Doa Setelah Sholat Lima Waktu

doa setelah sholat

Pecihitam.org Berdzikir atau melafadzkan bacaan wirid dan doa setiap setelah melakukan sholat terutama shalat wajib lima waktu merupakan kebiasaan yang perlu dijaga oleh setiap muslim.

Pecihitam.org, dapat Istiqomah melahirkan artikel-artikel keislaman dengan adanya jaringan penulis dan tim editor yang bisa menulis secara rutin. Kamu dapat berpartisipasi dalam Literasi Dakwah Islam ini dengan ikut menyebarkan artikel ini ke kanal-kanal sosial media kamu atau bahkan kamu bisa ikut Berdonasi.

DONASI SEKARANG

Orang yang bangkit begitu saja selesai sholat tanpa membawa doa setelah sholat digambarkan tak ubahnya seekor kera.

Man laisa lahu wirdun fahuwahu qirdun. Orang yang tidak punya wiridan, maka ia laksana kera.

Sementara itu, melakukan dzikir dan berdoa setelah sholat fardhu adalah anjuran Rasulullah SAW kepada umatnya.

Walau dalam hal ini, para ulama masih berbeda pendapat, apakah dzikirnya jahr (nyaring) atau sirr (pelan), apakah membaca sendiri-sendiri atau berjamaah (bersama-sama).

Terlepas dari perdebatan itu, di sini saya akan membagikan wirid dan doa yang bisa dan biasa dibaca setelah sholat fardhu.

Hukum Doa dan Dzikir Setelah Sholat

Al-Imam An-Nawawi, ulama representatif dari madzhab Syafi’i yang pakar Hadis dan Foqh mengatakan dalam karyanya, kitab Al-Adzkar Al-Muntakhabat min Kalam Sayyid al-Mursalin, kitab yang menjadi salah satu kitab rujukan, serta buku induk berkenaan tentang doa, dan dzikir yang populer di dunia Islam.

Di dalam kitab ini, beliau mengatakan, bahwa ulama telah ada konsensus ulama (ijma’) tentang kesunnahan melakukan dzikir dan doa setelah sholat, yang ditopang oleh banyak hadits shahih dengan jenis bacaan yang amat beragam.

Bacaan Dzikir dan Doa Setlah Sholat

Yang dimaksud dzikir di sini adalah bacaan yang dibaca sebagai awal dzikir hingga sebelum ditutup dengan doa. Entah itu berupa tasbih, tahmid, takbir, tahlil maupun sholawat.

Dan yang di mana doa adalah pemungkas dari rangkaian dzikir atau doa sebagaimana kita panjatkan.

Dzikir Setelah Sholat

Dan berikut merupakan salah satu di antara rangkaian dzikir dan bacaan doa setelah sholat wajib lima waktu, yang kami sarikan dari beberapa referensi, salah satunya kitab Al-Adzkar Imam Nawawi yang telah disebutkan:

Baca Juga:  Kumpulan Dzikir Petang Lengkap dengan Latin, Arti dan Fadhilahnya

1. Membaca Istighfar

Pertama, dimulai dengan membaca istighfar. Salah satu pilihan istighfarnya sebagai berikut:

أَسْتَغْفِرُ اللهَ الْعَظِـيْمِ الَّذِيْ لَااِلَهَ اِلَّا هُوَ الْحَيُّ الْقَيُّوْمُ وَأَتُوْبُ إِلَيْهِ

“ASTAGHFIRULLAH HAL’ADZIM, ALADZI LAAILAHA ILLAHUWAL KHAYYUL QOYYUUMU WA ATUUBU ILAIIH” (Dibaca 3x)

2. Membaca Tahlil dan Tahmid

Selanjutnya, diteruskan dengan membaca kalimat yang mengandung tahlil dan tahmid berikut:

لَاإِلَهَ إِلَّا اللهُ وَحْدَهُ لَا شَرِيْكَ لَهُ، لَهُ الْمُلْكُ وَلَهُ الْحَمْدُ يُحْيِيْ وَيُمِيْتُ وَهُوَ عَلَى كُلِّ شَيْئٍ قَدِيْرٌ 

“LAA ILAHA ILLALLAH WAKHDAHU LAA SYARIKA LAHU, LAHUL MULKU WALAHUL KHAMDU YUKHYIIY WAYUMIITU WAHUWA ‘ALAA KULLI SYAI’INNQODIIR” (Dibaca 3x)

3. Mohon Dijauhkan dari Neraka

اَللَّهُمَّ أَجِرْنِـى مِنَ النَّارِ

“ALLAHUMMA AJIRNI MINAN-NAAR”(Dibaca 3x)

4. Membaca Pujian Antassalam

اَللَّهُمَّ أَنْتَ السَّلاَمُ، وَمِنْكَ السَّلَامُ، وَإِلَيْكَ يَعُوْدُ السَّلَامُ فَحَيِّنَارَبَّنَا بِالسَّلَامِ وَاَدْخِلْنَا الْـجَنَّةَ دَارَ السَّلَامِ تَبَارَكْتَ رَبَّنَا وَتَعَالَيْتَأ يَا ذَاالْـجَلَالِ وَاْلإِكْرَام

“ALLAHUMMA ANGTASSALAM, WAMINGKASSALAM, WA ILAYKA YA’UUDUSSALAM FAKHAYYINA RABBANAA BISSALAAM WA-ADKHILNALJANNATA DAROSSALAAM TABAROKTA RABBANAA WATA’ALAYTA YAA DZALJALAALI WAL IKRAAM” (Dibaca 3x)

5. Membaca Al-Fatihah

Membaca Surat Al-Fatihah kemudian dilanjutkan dengan membaca Ayat Kursi (Surat Al-Baqarah ayat 225)

أَعُوذُ بِاللَّهِ مِنَ الشَّيْطَانِ الرَّجِيمِ. بِسْمِ اللهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيْمِ. اَللهُ لَا إِلَهَ إِلَّا هُوَ الْحَيُّ الْقَيُّومُ لَا تَأْخُذُهُ سِنَةٌ وَّلَانَوْمٌ، لَهُ مَافِي السَّمَاوَاتِ وَمَافِي اْلأَرْضِ مَن ذَا الَّذِيْ يَشْفَعُ عِنْدَهُ إِلَّا بِإِذْنِهِ يَعْلَمُ مَابَيْنَ أَيْدِيْهِمْ وَمَاخَلْفَهُمْ وَلَا يُحِيْطُونَ بِشَيْءٍ مِّنْ عِلْمِهِ إِلَّا بِمَا شَآءَ، وَسِعَ كُرْسِيُّهُ السَّمَاوَاتِ وَاْلأَرْضَ وَلَا يَـؤدُهُ حِفْظُهُمَا وَهُوَ الْعَلِيُّ الْعَظِيْمُ. 

“Allahu laa ilaaha illaa huwal hayyul qayyum. Laa ta’khudzuhuu sinatuw wa laa naum. Lahuu maa fis samaawaati wa maa fil ardh. Man dzal ladzii yasyfa’u ‘indahuu illaa bi idznih. Ya’lamu maa bayna aidiihim wa maa khalfahum. Wa laa yuhiithuuna bi syai-im min ‘ilmihii illaa bimaa syaa-a. Wasi’a kursiyyuhus samaawaati wal ardh walaa ya-uuduhuu hifzhuhumaa Wahuwal ‘aliyyul ‘azhiim.”

6. Membaca Surat Al-Ikhlash

Lalu membaca Surat Al-Ikhlash (Qul Huwallahu Ahad) yang diteruskan dengan Surat Al-Muawwidzatain (Qul A’udzu bi Rabbil Falaq dan Aku A’udzu bi Rabbin Nas)

7. Membaca Tasbih, Tahmid, Takbir, dan Tahlil

Membaca Subhanallah 33 kali
سُبْحَانَ اللهِ 
“SUBHANALLAH” 33x

Membaca kalimat Tahmid 33 kali
الْحَمْدُلِلهِ 
“ALHAMDULILLAH” 33x

Membaca kalimat Takbir 33 kali 
اللهُ اَكْبَرُ 
“ALLAHU AKBAR”

Baca Juga:  Doa Khataman Al-Quran Menurut Imam Nawawi Versi Lengkap

Membaca kalimat Tahlil 33 kali atau 100 kali jika sedang tidak malas dan punya waktu luang
لَااِلٰهَ اِلَّا اللهُ 
“LAILAHA ILLALLAH”

Doa Setelah Sholat

Setelah semua rangkain dzkir di atas selesai, kemudian ditutup dengan doa berikut:

Arab dan Latin

بِسْمِ اللَّهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيم اَلْحَمْدُ لِلَّهِ رَبِّ الْعَالَمِيْنَ. حَمْدًا يُوَافِيْ نِعَمَهُ وَيُكَافِئُ مَزِيْدَهُ. يَا رَبَّنَا لَكَ الْحَمْدُ كَمَا يَنْبَغِيْ لِجَلاَلِ وَجْهِكَ الْكَرِيْمِ وَعَظِيْمِ سُلْطَانِكَ

“BISMILLAHIRRAHMAANIRRAHIIM. ALHAMDU LILLAAHI RABBIL ‘AALAMIIN, HAMDAN YUWAAFII NI’AMAHU WAYUKAAFII MAZIIDAHU. YA RABBANAA LAKAL HAMDU KAMAA YAN BAGHHI LIJALAALI WAJHIKA WA’AZHIIMI SULTHAANIKA.”

اللهم صل على سيدنا محمد وعلى ال سيدنا محمد 

“ALLAHUMMA SHALLI ‘ALAA SAYYIDINAA MUHAMMADIN WA’ALAA AALI SAYYIDINAA MUHAMMAD”.

اَللَّهُمَّ رَبَّنَا تَـقَـبَّلْ مِنَّا صَلاَتَنَا وَصِيَا مَنَا وَرُكُوْ عَنَا وَسُجُوْدَنَا وَقُعُوْدَنَا وَتَضَرُّ عَنَا وَتَخَشُّوْ عَنَا وَتَعَبُّدَنَا وَتَمِّمْ تَقْصِيْرَ نَا يَا اَلله يَا رَبَّ الْعَا لَمِيْنَ

“ALLAHUMMA RABBANAA TAQABBAL MINNAA SHALAATAANA WASHIYAAMANAA WARUKUU’ANAA WASUJUUDANAA WAQU’UUDANAA WATADLARRU’ANAA, WATAKHASYSYU’ANAA WATA’ABBUDANAA, WATAMMIM TAQSHIIRANAA YAA ALLAH YAA RABBAL’AALAMIIN”.

رَبَّنَا ضَلَمْنَا أَنْفُسَنَا وَإِنْ لَمْ تَغْفِرْ لَنَا وَتَرْ حَمْنَا لَنَكُوْ نَنَّ مِنَ الْخَا سِرِ يْنَ 

“RABBANA DZHALAMNAA ANFUSANAA WA-INLAMTAGHFIR LANA WATARHAMNAA LANAKUUNANNA MlNAL KHAASIRIIN”.

رَبَّنَا وَلاَ تَحْمِلْ عَلَيْنَا إِصْرًا كَمَا حَمَلْتَهُ عَلَى الَّذِ يْنَ مِنْ قَبْلِنَا 

“RABBANAA WALAA TAHMIL’ALAINAA ISHRAN KAMA HAMALTAHUL’ALAL LADZIINA MIN QABLINAA.” 

رَبَّنَا وَلاَ تُحَمِّلْنَا مَا لاَ طَا قَتَا لَنَا بِهِ, وَاعْفُ عَنَّا وَاغْفِرْلَنَا وَارْحَمْنَا أَنْتَ مَوْلاَ نَا فَا نْصُرْنَا عَلَى الْقَوْمِ الْكَا فِرِيْنَ 

“RABBANAA WALAA TUHAMMILNAA MAALAA THAAQATA LANAA BIHII WA’FU’ANNAA WAGHFIR LANAA WARHAMNAA ANTA MAULAANAA FANSHURNAA ‘ALAL QAUMIL KAAFIRIIN”.

رَبَّنَا لاَ تُزِغْ قُلُوْ بَنَا بَعْدَ إِذْ هَدَ يْتَنَا وَهَبْ لَنَا مِنْ لَّدُ نْكَ رَحْمَةً إِنَّكَ أَنْتَ الْوَهَّابُ 

“RABBANAA LAA TUZIGH QULUUBANAA BA’DA IDZHADAITANAA W’AHABLANAA MIN LADUNKA RAHMATAN INNAKA ANTAL WAHHAAB”.

رَبَّنَا غْفِرْلَنَا وَلِوَالِدِيْنَ وَلِجَمِيْعِ الْمُسْلِمِيْنَ وَالْمُسْلِمَاتِ وَالْمُؤْمِنِيْنَ وَالْمُؤْمِنَاتِ أَلْأَ حْيَآءِمِنْهُمْ وَاْلأَ مْوَاتِ, اِنَّكَ عَلَى قُلِّ ثَيْءٍقَدِيْرِ 

“RABBANAGHFIR LANAA WALIWAALIDINAA WALIJAMI’IL MUSLIMIIN WALMUSLIMAATI WAL MU’MINIINA WALMU’MINATI. AL AHYAA-I-MINHUM WAL AMWAATI, INNAKA ALAA KULI SYAI’N QADIIR”.

رَبَّنَا آتِنَا فِي الدُّنْيَا حَسَنَةً وَفِي اْلآ خِرَةِ حَسَنَةً وَقِنَا عَذَابَ النَّارِ 

“RABBANAA AATINAA FIDDUNYAA HASANATAN WAFIL AAKHIRATI HASANATAN WAQINAA ADZAABAN-NAAR”.

اللهم اغفر لنا ذنوبناوكفرعنا سيئاتنا وتوفنا مَعَ الْأَ بْرَارِ 

“ALLAHUMMAGHFIRLANAA DZUNUUBANAA WAKAFFIR ANNAA SAYYIAATINAA WATAWAFFANAA MAALABRAARI”.

سُبْحَانَ رَبِّكِ رَبِّ الْعِزَةِ عَمَّا يَصِفُوْنَ، وَسَلاَمٌ عَلَى الْمُرْ سَلِيْنَ، وَالْحَمْدُ لِلهِ رَبِّ الْعَالَمِيْنَ 

Baca Juga:  Doa Nabi Ibrahim Agar Dikaruniai Keluarga yang Taat kepada Allah Swt

“SUBHAANA RABBIKA RABBIL I’ZZATI AMMAA YASHIFUUNA WASALAAMUN ‘ALAL MURSALHNA WAL-HAMDU LILLAAHI RABBIL’AALAMIINA”.

Artinya

“Dengan menyebut nama Allah Yang Maha Pengasih dan Maha Penyayang.Segala puji bagi Allah Tuhan seru sekalian alam. Dengan puji yang sebanding dengan nikmat-Nya dan menjamin tambahannya. Ya Allah Tuhan Kami, bagi-Mu segala puji dan segala apa yang patut atas keluhuran DzatMu dan Keagungan kekuasaanMu. “Ya Allah! Limpahkanlah rahmat dan salam atas junjungan kita Nabi Muhammad dan sanak keluarganya.

Ya Allah terima sholat kami, puasa kami, ruku kami, sujud kami, duduk rebah kami, khusyu’ kami, pengabdian kami, dan sempurnakanlah apa yang kami lakukan selama sholat ya Allah. Tuhan seru sekalian alam.

Ya Allah, Kami telah aniaya terhadap diri kami sendiri, karena itu ya Allah jika tidak dengan limpahan ampunan-Mu dan rahmat-Mu niscaya kami akan jadi orang yang sesat. Ya Allah Tuhan kami, janganlah Engkau pikulkan atas diri kami beban yang berat sebagaimana yang pernah Engkau bebankan kepada orang yang terdahulu dari kami. Ya Allah Tuhan kami, janganlah Engkau bebankan atas diri kami apa yang di luar kesanggupan kami. Ampunilah dan limpahkanlah rahmat ampunan terhadap diri kami ya Allah. Ya Allah Tuhan kami, berilah kami pertolongan untuk melawan orang yang tidak suka kepada agamaMu.

Ya Allah Tuhan kami, janganlah engkau sesatkan hati kami sesudah mendapat petunjuk, berilah kami karunia. Engkaulah yang maha Pemurah.

Ya Allah Ya Tuhan kami, ampunilah dosa kami dan dosa dosa orang tua kami, dan bagi semua orang Islam laki-laki dan perempuan, orang orang mukmin laki-laki dan perempuan. Sesungguhnya Engkau dzat Yang Maha Kuasa atas segala-galanya.

Maha suci Engkau, Tuhan segala kemuliaan. Suci dari segala apa yang dikatakan oleh orang-orang kafir. Semoga kesejahteraan atas para Rasul dan segala puji bagi Allah Tuhan seru sekalian alam.”

Membaca Al-Qur’an

Pada waktu-waktu tertentu, selain membaca dzikir dan doa, dianjurkan pula untuk membaca Al-Qur’an atau surat-surat tertentu.

Misalnya membaca Surat Al-Mulk (Tabarak) setiap sholat Isya’, Surat Yasin setiap selesai Sholat Maghrib dan Shubuh atau Surat Al-Kahfi di Hari Jumat.

Faisol Abdurrahman