Doa Untuk Orang Naik Haji, Adakah Lafal Khusus dari Alqur’an dan Hadis?

Doa Untuk Orang Naik Haji

Pecihitam.org – Sudah menjadi tradisi umat islam di Indonesia, ketika seorang akan pergi haji atau umroh ada istilah mengantarkan para jamaah sampai ke tempat pemberangkatan dengan tradisi daerah yang berbeda-beda, saat momen seperti ini maka sebaiknya para pengantar mendoakan keberangkatan mereka agar perjalanan yang akan ditempuh selalu mendapat keridhoan dari Allah, lalu, bagaimana doa untuk orang naik haji, Adakah Lafal yang Khusus Dalam Alqur’an dan hadis?

Pecihitam.org, dapat Istiqomah melahirkan artikel-artikel keislaman dengan adanya jaringan penulis dan tim editor yang bisa menulis secara rutin. Kamu dapat berpartisipasi dalam Literasi Dakwah Islam ini dengan ikut menyebarkan artikel ini ke kanal-kanal sosial media kamu atau bahkan kamu bisa ikut Berdonasi.

DONASI SEKARANG

Haji merupakan rukun islam yang ke lima, ketika umat islam yang mukallaf dan sudah memenuhi syarat-syarat haji baik kemampuan fisik maupun kemampuan biaya perjalanan dan nafkah bagi orang yang ditinggalkan selama ibadah haji, maka orang tersebut telah dikenakan kewajiban menunaikan ibadah haji.

Adapun dalil alquran yang menerangkan tentang kewajiban haji ada dalam surat Ali Imron: 97, yang artinya:

terdapat tanda-tanda yang nyata di sana (salah satunya) maqam ibrahim. maka siapa saja yang memasuki (baitullah) maka dia akan merasa aman, dan diantara kewajiban seorang terhadap Tuhannya adalah melaksanakan ibadah haji ke baitullah, yaitu bagi orang-orang yang mampu melaksanakan perjalanan ke sana. dan siapapun yang ingkar akan (kewajiban haji) maka ketahuilah bahwa Allah maha kaya (tidak membutuhkan sesuatu) dari apa yang ada di dunia

Baca Juga:  Tata Cara Menguburkan Jenazah Sesuai Sunnah Nabi

Imam Ghazali dalam kitabnya Ihya Ulumuddin menyebutkan bahwa ketika akan berpisah saat mengantarkan jamaah haji, para pengantar disunahkan untuk mendoakan mereka dengan doa berikut:

فِيْ حِفْظِ اللهِ وَكَنفِهِ وَزَوَّدَكَ اللَهَ التَّقْوَى وَغَفَرَ ذَنْبَكَ وَوَجَّهَكَ لِلْخَيْرِ أَيْنَمَا كُنْتَ

Artinya: “Semoga penjagaan dan perlindungan Allah tercurahkan untukmu, serta menganugerahi ketakwaan kepadamu dan mengampuni segala dosamu, dan dimanapun keberadaanmu semoga Allah melimpahkan kebaikan untukmu.”

Doa di atas berdasarkan hadis hasan yang diriwayatkan oleh imam Tirmidzi, Hakim dan Ibnu Hibban. Atau doa yang diriwayatkan oleh Imam Ahmad:

أستودع الله دينك وأمانتك وخواتيم عملك
Artinya: “kepada Allah kutitipka agama, amanah, serta perbuatanmu yang terakhir.”

Dalam hadis ini jelas bahwa amanah, perbuatan serta agama para jamaah haji dipasrahkan kepada Allah, artinya saat mereka akan meninggal disana pun maka itu kehendak Allah, dan para keluarga yang ditinggalkan akan merelakannya.

Tidak ada lafal khusus dalam alqur’an dan hadis yang menerangkan doa khusus untuk orang naik haji, dalam artian maka para pengantar jamaah haji tidak harus mengucapkan doa sesuai dengan penjelasan diatas karena sejatinya tujuan doa adalah agar mendapatkan keselamatan baik ketika perjalanan berangkat dan kembali pulang.

Baca Juga:  Hukum Menunda Haid dengan Obat bagi Wanita

Adapun doa ketika pulang dari ibadah haji terdapat dalam kitab Al-Idhah fi Manasik Hajj karya Imam Nawawi, bahwa Rasulullah SAW melafalkan doa ini sebelum memasuki rumahnya dan menemui keluarganya:

تَوْبًا تَوْبًا، لِرَبِّنَا أَوْبًا، لَا يُغَادِرُ حُوْبً

Artinya, “Kami bertaubat kepadaMu dengan sungguh-sungguh. yaitu Kepada Tuhan kami, kami akan kembali dengan tobat yang tidak meninggalkan jejak dosa.”

Doa pulang dari haji sebenarnya juga tidak memiliki lafal khusus yang sesuai dengan alquran dan sunnah artinya doa ini bukan hanya diamalkan saat pulang menunaikan ibadah haji saja, melaikan doa umum bagi musafir saat pualng setelah menempuh perjalanan selain ibadah haji. Penjelasan ini berdasarkan kutipan yang ada dalam An-Nawawi, Al-Idhah fi Manasikil Hajj

ويستحب أن يقول إذا دخل بيته ما رويناه في كتاب الأذكار عن ابن عباس رضي الله عنهما قال كان النبي صلى الله عليه وسلم إذا رجع من سفره فدخل على أهله قال تَوْبًا تَوْبًا، لِرَبِّنَا أَوْبًا، لَا يُغَادِرُ حُوْبًا

Baca Juga:  Memberi Zakat Kepada Guru Ngaji, Bolehkah Menurut Agama Islam?

Artinya, “disunnahkan bagi jamaah haji jika ingin memasuki rumahnya berdoa dengan doa yang sebagaimana diriwayatkan oleh Ibnu Abbas rodhiallahuanhu, beliau berkata bahwa Rasulullah SAW ketika pulang dari perjalanan jauh, kemudian menemui keluarganya, dan beliau berdoa, ‘Tauban, tauban, li rabbinâ awban, lâ yughâdiru hûban.”

Dalam uraian diatas dapat disimpulkan bahwa syariat tidak menjelaskan tentang doa untuk orang naik haji yang khusus, dengan artian semua orang bisa menggunakan lafal apapun untuk mendoakan para jamaah yang terpenting adalah doa untuk keselamatan dan kelancaran ibadahnya.

Nur Faricha

Leave a Reply

Your email address will not be published.