Ketika Gus Dur Mengaku Sebagai Keturunan Cina, Begini Ceritanya

Ketika Gus Dur Mengaku Sebagai Keturunan Cina, Begini Ceritanya

Pecihitam.org – Satu kisah yang kontroversial tentang Gus Dur adalah mengenai pernyataannya yang dianggap mengklaim keturunan Cina. Klaim tersebut suatu waktu disampaikan oleh Gus Dur sendiri.

Menurut Zacky Khairul Umam, seorang peneliti di Abdurrahman Wahid Center (AWC) Universitas Indonesia dalam sebuah tulisannya berjudul “Kenangan Bersama Gus Dur: Sebuah Wawancara”.[1]

Alkisah, Zacky suatu waktu di tahun 2009 melakukan wawancara dengan Gus Dur untuk sebuah keperluan Koran Jakarta. Dalam wawancara tersebut Zacky mengklarifikasi perihal desas-desus bahwa Gus Dur adalah keturunan Cina.

Zacky menanyakan “Soal anda keturunan Cina?” kepada Gus Dur. Menanggapi pertanyaan tersebut Gus Dur memberikan penjelasan bahwa ia merupakan keturunan dari seorang ulama’ besar keturunan Cina yang dimakamkan di daerah Kraya, satu kilo meter dari Trowulan, Mojokerto, Jawa Timur.

Nama ulama’ yang disebut sebagai nenek moyang Gus Dur itu adalah Syaikh Jumadil Kubro. Tokoh ini dalam catatan sejarah, misalnya dalam penjelasan Agus Sunyoto dalam buku “Atlas Walisongo (2017)” merupakan ulama’ yang masih kerabat dengan Raden Rahmat alias Sunan Ampel.

Baca Juga:  Ketika Gus Dur Menolak Eksklusivisme Hukum Islam

Menurut pengakuan Gus Dur, nenek moyangnya yangbernama Syaikh Jumadil Kubro memiliki nama asli Cina, Tan Kim Hong. Menurutnya Tan Kim Hong itu merupakan orang Cina yang bermarga Tan yang berbaju emas. Menurutnya bahwa berbaju emas ini merupakan sebutan untuk Jenderal dalam kalangan Cina.

Dalam menanggapi pernyataan Gus Dur tersebut, Zacky mempertanyakan ceirta lebih lanjut perihal penjelasan Gus Dur tersebut. Menanggapi pertanyaan Zacky itu, Gus Dur memberikan penjelasan lebih lanjut yang nampaknya merupakan cerita lain yang tidak secara langsung berkaitan dengan ceritanya soal Syaikh Jumadil Kubro. Namun, penjelasan tersebut nampaknya oleh Gus Dur ditunjukan untuk memperkuat bukti tambahan bahwa ia adalah keturunan Cina.

Gus Dur menjelaskan bahwa Raja Brawijaya V, penguasa Kerajaan Majapahit memiliki banyak isteri. Salah satu istrinya berasal dari Kerajaan Champa. Nah, dari pernikahan Raja Brawijaya V dengan puteri Champa ini melahirkan dua anak.

Anak pertamanya berjenis kelamin laki-laki dengan nama Tan Ong Wat. Tang Ong Wat, menurut cerita Gus Dur merupakan sosok dibalik lahirnya Kerajaan Demak. Kemudian, anak kedua dari raja Majapahit dengan puteri Champa tersebut merupakan perempuan bernama Tan A Lok. Sosok yang terakhir inilah yang oleh Gus Dur disebut sebagai nenek moyangnya yang berasal dari Cina.

Baca Juga:  Biografi Syekh Ibnu Ajurrum Pengarang Kitab Jurrumiyah

Sebenarnya, terkait dengan sosok Tan A Lot yang merupakan keturunan puteri Champa tersebut tidak secara langsung dapat menjelaskan bahwa ia merupakan keturunan Cina. Namun, perlu kita ketahui bahwa apa yang disebut wilayah Cina Selatan atau Cina Daratan itu meliputi wilayah yang luas, mulai dari Kanton hingga wilayah Champa, Vietnam.

Walaupun penjelasan Gus Dur perihal klaimnya bahwa ia merupakan keturunan Cina tidak memberikan penjelasan yang rinci. Namun, toh Gus Dur sudah memberikan argumentasi dan klarifikasi tentang klaim yang ia kemukakan. Barangkali yang menjadi persoalan adalah belum memadainya penelitian sejarah yang membantu untuk mengungkap silsilah nasab tersebut.

Jika pun klaim Gus Dur tersebut kurang meiliki argumentasi yang kuat dan rinci. Toh sosok sebesar Gus Dur tentu memiliki tujuan tersendiri sehingga mengemukakan pernyataan tersebut. Mengklaim diri sebagai orang keturunan Cina di negara yang memiliki stigma negatif terhadap etnis keturunan Cina adalah sebuah keberanian.

Baca Juga:  Refleksi Harlah NU Ke-92: Pesan Kebangsaan KH Hasyim Asy'ari

Benar saja, Gus Dur adalah sosok yang tak jarang berani untuk mengambil posisi yang melawan arus dari berbagai pandangan umum. Di balik setiap posisi perlawanan arus Gus Dur selalu merupakan upaya untuk melakukan pembelaan kepada kaum minoritas.

Dari situ, bisa jadi apa yang diklaim Gus Dur bahwa ia merupakan keturunan Cina merupakan upaya Gus Dur untuk membela kaum minoritas Cina yang selama ini sering didiskriminasi. Demikianlah kisah tentang klaim Gus Dur bahwa ia merupakan keturunan Cina.

Soal benar atau salahnya klaim tersebut, perlu adanya peninjauan kesejarahan yang mendalam. Namun, terlepas dari itu, bisa jadi itu hanyalah strategi Gus Dur untuk membela minoritas sebagaimana upaya-upaya yang sudah sering dilakukan Gus Dur. Wallahua’lam.


[1] dikutip dari alif.id

Pecihitam.org, dapat Istiqomah melahirkan artikel-artikel keislaman dengan adanya jaringan penulis dan tim editor yang bisa menulis secara rutin. Kamu dapat berpartisipasi dalam Literasi Dakwah Islam ini dengan ikut menyebarkan artikel ini ke kanal-kanal sosial media kamu atau bahkan kamu bisa ikut Berdonasi.

DONASI SEKARANG