Hadits Shahih Al-Bukhari No. 97 – Kitab Ilmu

Pecihitam.org – Hadits Shahih Al-Bukhari No. 97 – Kitab Ilmu ini, menunjukkan dalil disyaratkannya mengucapkan kedua kalimat syahadat. Keterangan hadist dikutip dan diterjemahkan dari Kitab Fathul Bari Jilid 1 Kitab Ilmu. Halaman 372-373.

Pecihitam.org, dapat Istiqomah melahirkan artikel-artikel keislaman dengan adanya jaringan penulis dan tim editor yang bisa menulis secara rutin. Kamu dapat berpartisipasi dalam Literasi Dakwah Islam ini dengan ikut menyebarkan artikel ini ke kanal-kanal sosial media kamu atau bahkan kamu bisa ikut Berdonasi.

DONASI SEKARANG

حَدَّثَنَا عَبْدُ الْعَزِيزِ بْنُ عَبْدِ اللَّهِ قَالَ حَدَّثَنِي سُلَيْمَانُ عَنْ عَمْرِو بْنِ أَبِي عَمْرٍو عَنْ سَعِيدِ بْنِ أَبِي سَعِيدٍ الْمَقْبُرِيِّ عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ أَنَّهُ قَالَ قِيلَ يَا رَسُولَ اللَّهِ مَنْ أَسْعَدُ النَّاسِ بِشَفَاعَتِكَ يَوْمَ الْقِيَامَةِ قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ لَقَدْ ظَنَنْتُ يَا أَبَا هُرَيْرَةَ أَنْ لَا يَسْأَلُنِي عَنْ هَذَا الْحَدِيثِ أَحَدٌ أَوَّلُ مِنْكَ لِمَا رَأَيْتُ مِنْ حِرْصِكَ عَلَى الْحَدِيثِ أَسْعَدُ النَّاسِ بِشَفَاعَتِي يَوْمَ الْقِيَامَةِ مَنْ قَالَ لَا إِلَهَ إِلَّا اللَّهُ خَالِصًا مِنْ قَلْبِهِ أَوْ نَفْسِهِ

Terjemahan: Telah menceritakan kepada kami [Abdul ‘Aziz bin Abdullah] berkata, telah menceritakan kepadaku [Sulaiman] dari [‘Amru bin Abu ‘Amru] dari [Sa’id Al Maqburi] dari [Abu Hurairah], bahwa dia berkata: ditanyakan (kepada Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam: “Wahai Rasulullah siapakah orang yang paling berbahagia dengan syafa’atmu pada hari kiamat?”

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam menjawab: “Aku telah menduga wahai Abu Hurairah, bahwa tidak ada orang yang mendahuluimu dalam menanyakan masalah ini, karena aku lihat betapa perhatian dirimu terhadap hadits. Orang yang paling berbahagia dengan syafa’atku pada hari kiamat adalah orang yang mengucapkan Laa ilaaha illallah dengan ikhlas dari hatinya atau jiwanya”.

Baca Juga:  Begini Pendekatan dan Metode Syarah Hadis Era Modern

Keterangan Hadis: Hadits menurut syariat adalah semua yang dinisbatkan kepada Nabi muhammad SAW.

أَوَّلُ مِنْكَ (Belum ada orang sebelum kamu). Dalam hadits ini ada dua bentuk keutamaan; pertama keutamaan Abu Hurairah, dan kedua keutamaan sikap antusiasnya untuk mendapatkan hadits dan Rasulullah SAW.

مَنْ قَالَ لَا إِلَهَ إِلَّا اللَّهُ (Barangsiapa yang mengucapkan Laa llaha Illallah). Kalimat ini berfungsi untuk menghindari dan menjaga kemusyrikan. Maksudnya, selain mengakui bahwa tiada tuhan selain Allah, juga Muhammad adalah Rasul-Nya. Namun sebenarnya jika disebutkan bagian pertama (لَا إِلَهَ إِلَّا اللَّهُ) saja, maka hai itu sudah cukup, karena bagian pertama sudah mewakili bagian kedua kalimat tersebut.

خَالِصًا (Benar-benar ikhlas). Kalimat ini dimaksudkan untuk menghindari orang munafik. Kata أَسْعَدُ berarti manusia yang paling bahagia, sebagaimana dalam firman-Nya “Dan paling indah tempa! istirahatnya.” (Qs. Al Furqaan (25): 24) Tapi mungkin juga berarti fi’il tafdhil, karena setiap orang pasti akan bahagia jika mendapatkan syafaat dari Rasul, namun dalam kasus ini orang mukmin yang ikhlas adalah orang yang paling bahagia. Rasulullah memberikan syafaat kepada manusia pada hari kiamat, yaitu dengan memberikan ketenangan pada waktu mereka berada dalam ketakutan.

Baca Juga:  Hadits Shahih Al-Bukhari No. 251 – Kitab Mandi

Rasul juga memberikan syafaat dengan memohon keringanan adzab untuk sebagian orang-orang kafir, sebagaimana yang terjadi pada diri paman beliau Abu Thalib. Rasul juga memberikan syafaatnya dengan memohon kepada Allah untuk mengeluarkan sebagian orang mukmin liari siksa api nereka. atau memohonkan mereka untuk tidak dimasukkan ke dalam api neiaku setelah ditetapkan bahwa mereka akan masuk neraka Rasul juga dapai memberikan syafaat bagi seseorang untuk masuk surga tanpa melalui proses hisab atau dengan mengangkat derajat sebagian uieieka untuk bisa tinggal dalam surga vang lebih tinggi. Demikianlah nampak adanya dualisme pengertian dari hadits ini antara kebahagiaan dan svafaat, dan orang yang paling bahagia karena itu semua adalah orang mukmin yang benar-benar ikhlas.

Baca Juga:  Hadits Shahih Al-Bukhari No. 137 – Kitab Wudhu

مِنْ قَلْبِهِ أَوْ نَفْسِهِ (Dari dalam lubuk hatinya atau seluruh jiwanya). Ada keraguan dari periwayat mengenai kalimat di atas. karena menurut Imam Bukhari dalam kitab Ar-Riqaq kalimat tersebut berbunyi خَالِصًا مِنْ قَلْبِهِ أَوْ نَفْسِهِ. Maksud beliau menyebutkan kedua kalimat di atas adalah untuk menunjukkan adanya penekanan arti pada kalimat tersebut, sebagaimana Firman Allah “Orang yang berdosa hatinya” (Qs. Al Baqarah (2): 273) Hadits ini menunjukkan dalil disyaratkannya mengucapkan kedua kalimat syahadat berdasarkan kalimat مَنْ قَالَ dalam hadits di atas.

M Resky S