Ini 4 Pesan Imam Al Ghazali, Pegangan Praktis untuk Para Salik

Pesan Imam Al Ghazali, Pegangan Praktis untuk Para Salik

Pecihitam.orgSalik adalah orang yang sedang menjalani suatu proses spiritual untuk membersihkan dan memurnikan jiwanya untuk menuju ilahi. Agar mudah mencapai itu, Imam Al-Ghazali memiliki empat pesan penting untuk para salik yang dapat menjadi pegangan praktis, karena mengingat banyaknya godaan dan rintangan di sepanjang perjalanan.

Imam Al-Ghazali melalui Kitabnya Ayyuhal Walad, menyampaikan bahwa banyak hal yang perlu diperhatikan oleh para salik. Secara rinci terkait hal tersebut sudah dituliskan dalam karya lainnya, Ihya Ulumiddin.

Akan Tetapi, kata Imam Al-Ghazali, empat hal berikut ini, sudah memadai sebagai pegangan praktis bagi para salik.

قد وجب على السالك أربعة أمور: الأمر الأول اعتقاد صحيح لا يكون بدعة، والثاني توبة نصوح لا يرجع بعدها إلى الزلة، والثالث استرضاء الخصوم حتى لا يبقى لأحد عليك حق، والرابع تحصيل علم الشريعة قدر ما تؤدى به أوامر الله تعالى ثم من العلوم الاخرى ما تكون به النجاة

Baca Juga:  Imam Al Ghazali Bergelar Pembela Islam, Samakah dengan Nama yang Melekat di FPI?

Artinya: “Wajib bagi seorang salik memiliki empat hal. Pertama, aqidah yang benar, tidak mengandung aqidah bid’ah. Kedua, taubat nasuha yang tidak kembali pada kesalah sesudahnya. Ketiga, menyelesaikan perselisihan dengan pihak lain sehingga tidak ada hak orang lain lagi terhadap dirimu. Keempat, paham ilmu syariat sebatas menunjang pelaksanaan perintah-perintah Allah, kemudian sejumlah ilmu lain yang menunjang keselamatan,” (Lihat Imam Abu Hamid Al-Ghazali, Ayyuhal Walad, [Indonesia, Al-Haramain: tanpa catatan tahun], halaman 10).

Jadi, ada 4 hal yang menjadi Tips sekaligus pesan dari Imam Al-Ghazali untuk para Salik yang sedang meniti jalan menuju ilahi, yaitu:

  1. Memiliki Aqidah yang benar
  2. Selalu Bertaubat
  3. Tidak memiliki lagi sangkutan dengan orang lain
  4. Memahami Syariat

Penjelasan dari Imam Al-Ghazali ini bukanlah bermaksud sebagai anjuran untuk meninggalkan dunia ilmu pengetahuan, termasuk berbagai macam cabang ilmu pengetahuan agama yang begitu banyak, sebagaimana tudingan sekelompok akademisi selama ini terhadap Imam Al-Ghazali sebagai actor pemicu kemunduran peradaban Islam.

Baca Juga:  Kitab Minhajul Abidin Karya Imam al-Ghazali

Uraian tersebut justru memberikan tips praktis yang menjadi jalan pintas tapi tidak dapat juga dikatakan ringan untuk diamalkan bagi para salik.

Imam Al-Ghazali menyeleksi banyak hal agar para salik bisa semakin fokus dan efektif. Adapun ilmu pengetahuan dengan berbagai macam cabangnya, beliau tidak menutup pintu sebagaimana ia pun mempelajari banyak disiplin pengetahuan.

Perlu dipahami bahwa ada dua perkara yang bisa merusak usaha seorang salik, yaitu pertama, mengikuti selera orang-orang yang mengambil aspek-aspek yang ringan dalam penafsiran dan kedua, mengikuti orang-orang sesat yang selalu menuruti hawa nafsunya.

Keinginan seseorang untuk melakukan laku suluk tidak dibenarkan kecuali jika ia menjadikan Allah Swt. dan Rasul-Nya sebagai pengawas hatinya.

Baca Juga:  Mengenal Istilah Tawajud, Wijdu dan Wujud Beserta Hubungannya

Siang hari ia selalu berpuasa dan bibirnya pun diam terkatup tanpa bicara, karena terlalu berlebihan dalam hal makan, bicara, dan tidur dapat mengakibatkan kerasnya hati.

Sementara punggungnya senantiasa terbungkuk rukuk, keningnya pun bersujud, dan matanya sembab berlinangan air mata. Hatinya selalu dirundung kesedihan (karena kehinaan dirinya dihadirat-Nya), dan lisannya tiada henti terus berdzikir.

Wallahu a‘lam.

M Resky S
Pecihitam.org, dapat Istiqomah melahirkan artikel-artikel keislaman dengan adanya jaringan penulis dan tim editor yang bisa menulis secara rutin. Kamu dapat berpartisipasi dalam Literasi Dakwah Islam ini dengan ikut menyebarkan artikel ini ke kanal-kanal sosial media kamu atau bahkan kamu bisa ikut Berdonasi.

DONASI SEKARANG

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *