Jangan Pilih Kasih, Berlakulah Adil pada Semua Anak Agar Hidup Mereka Penuh Cinta

Jangan Pilih Kasih, Berlakulah Adil pada Semua Anak Agar Hidup Mereka Penuh Cinta

Pecihitam.org – Tidak sedikit dari pasutri yang mendambakan banyak keturunan. Sebab, bagi mereka banyak keturunan juga akan mendatangkan banyak rizki. Namun, tidak berhenti sampai disitu, sebagai orang tua harus bersikap adil pada semua anak.

Pecihitam.org, dapat Istiqomah melahirkan artikel-artikel keislaman dengan adanya jaringan penulis dan tim editor yang bisa menulis secara rutin. Kamu dapat berpartisipasi dalam Literasi Dakwah Islam ini dengan ikut menyebarkan artikel ini ke kanal-kanal sosial media kamu atau bahkan kamu bisa ikut Berdonasi.

DONASI SEKARANG

Ketik semua anak diperlakukan dengan adil, mereka pun akan tumbuh dalam cinta kasih hingga menjadi generasi yang taat kepada orang tuanya. Maka, inilah penjelasan mengenai anjuran orang tua untuk berbuat adil pada semua anak.

Di dalam beberapa kitab hadits, rupanya terdapat banyak riwayat yang menerangkan tentang anjuran untuk berbuat adil kepada anak-anaknya. Diantaranya adalah riwayat Nu’man bin Basyir.

حَدَّثَنَا حَامِدُ بْنُ عُمَرَ حَدَّثَنَا أَبُو عَوَانَةَ عَنْ حُصَيْنٍ عَنْ عَامِرٍ قَالَ سَمِعْتُ النُّعْمَانَ بْنَ بَشِيرٍ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُمَا وَهُوَ عَلَى الْمِنْبَرِ يَقُولُ أعْطَانِي أَبِي عَطِيَّةً فَقَالَتْ عَمْرَةُ بِنْتُ رَوَاحَةَ لَا أَرْضَى حَتَّى تُشْهِدَ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فَأَتَى رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فَقَالَ إِنِّي أَعْطَيْتُ ابْنِي مِنْ عَمْرَةَ بِنْتِ رَوَاحَةَ عَطِيَّةً فَأَمَرَتْنِي أَنْ أُشْهِدَكَ يَا رَسُولَ اللَّهِ قَالَ أَعْطَيْتَ سَائِرَ وَلَدِكَ مِثْلَ هَذَا قَالَ لَا قَالَ فَاتَّقُوا اللَّهَ وَاعْدِلُوا بَيْنَ أَوْلَادِكُمْ قَالَ فَرَجَعَ فَرَدَّ عَطِيَّتَهُ

Baca Juga:  Inilah Dua Macam Taubat yang Tidak Diterima Oleh Allah

An Nu’man bin Basyir radhiyallahu ‘anhuma berkhutbah diatas mimbar, kemudian beliau berkata: “Bapakku pernah memberiku sebuah hadiah (pemberian tanpa imbalan) kepadaku. Maka ‘Amrah binti Rawahah (ibunya) berkata; “Aku tidak rela sampai kamu mempersaksikannya kepada Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam.”

Maka bapakku menemui Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam dan berkata: “Aku memberi anakku sebuah hadiah yang berasal dari ‘Amrah binti Rawahah, namun dia memerintahkan aku agar aku mempersaksikannya kepadamu, wahai Rasulullah”. Beliau bertanya: “Apakah semua anakmu kamu beri hadiah seperti ini?”. Dia menjawab: “Tidak”.

Beliau bersabda: “Bertaqwalah kalian kepada Allah dan berbuat adillah diantara anak-anak kalian”. An-Nu’man berkata: “Maka dia kembali dan Beliau menolak pemberian bapakku”. (HR. Bukhari)

Dari hadits diatas dapat diambil kesimpulan saat an-Nukman akan diberi hadiah oleh bapaknya, sedangkan saudara yang lainnya tidak, maka Rasul memerintahkan untuk berbuat adil. Jika salah satu dikasih, maka yang sama halnya dengan lainnya. Namun jika tidak, maka sebaiknya semua anaknya tidak mendapatkan hadiah.

Baca Juga:  3 Kitab Karya Ulama: Rahasia Hubungan Suami Istri Paling Dicari

Para ulama berbeda pendapat dalam hukum wajibnya berbuat adil pada anak. Menurut Imam Abu Yusuf dari Madzhab Hanafi, Ibnu Mubarak, dan Thowus, mengatakan bahwa orang tua wajib berbuat adil kepada semua anaknya, dan haram bagi mereka untuk mengunggulkan salah satunya.

Jika terjadi demikian, maka mereka akan berdosa. Dan solusinya adalah dengan menyamakan pemberian diantara keduanya, atau menarik kembali pemberiannya sama sekali.

Sedangkan menurut pendapat Hanafiah, Malikiah, dan Syafi’iah adalah disunnahkan saja. Dengan dalil bahwa Abu Bakar as-Shidiq lebih mengutamakan Sayyidah Aisyah ra dibandingkan dengan anak-anaknya yang lain.

Dan juga Umar bin Khattab yang lebih mengutamakan ‘Ashim daripada anak yang lainnya.

Namun dalil tersebut masih ada pertentangan. Dengan alasan bahwa Abu Bakar lebih mengutamakan Aisyah, karena beliau yang lebih membutuhkan, dan beliau termasuk Ummul Mu’minin, yang mana harus dihormati kedudukannya. (Lihat di al-Mausu’ah al-Fiqhiyah juz 11 Hal. 359)

Baca Juga:  Cendera Mata Peminangan, Bolehkah Meminta Kembali Jika Tidak Jadi Menikah??

Dari kedua pendapat diatas yang rajih adalah pendapat pertama, yaitu orang tua wajib berbuat adil kepada anak-anaknya dalam segi pemberian dan hadiah.

Dari penjelasan diatas dapat digaris bawahi, bahwa peranan orang tua adalah mengayomi anaknya serta berbuat adil kepada mereka. Sebab dalam hadits telah dijelaskan masalah anjuran berbuat kepada semua anaknya.

Agar tidak menjadi pertikaian satu sama lain, dan hubungan keluarga akan terus harmonis, sehingga menjadi keluarga idaman di dunia dan bisa berkumpul di surga kelak. Semoga bermanfaat. Wallahu A’lam bisshowab.

Nur Faricha