Tata Cara Ziarah Kubur yang Dianjurkan dalam Islam

Tata Cara Ziarah Kubur yang Dianjurkan dalam Agama Islam

Pecihitam.org – Ziarah kubur dalam Islam tidak dilarang. Memang pada awal-awal masa Islam ziarah kubur dilarang karena khawatir rusak iman. Lalu setalah bangunan Islam sudah bagus dan kokoh maka Nabi tidak lagi melarang ziarah kubur, bahkan menganjurkannya dengan lafaz:

Pecihitam.org, dapat Istiqomah melahirkan artikel-artikel keislaman dengan adanya jaringan penulis dan tim editor yang bisa menulis secara rutin. Kamu dapat berpartisipasi dalam Literasi Dakwah Islam ini dengan ikut menyebarkan artikel ini ke kanal-kanal sosial media kamu atau bahkan kamu bisa ikut Berdonasi.

DONASI SEKARANG

كُنْتُ نَهَيْتُكُمْ عَنْ زِيَارَةِ القَبْرِ فَزُوْرُواهَا

“Dulu saya melarang kalian ziarah kubur, maka sekarang ziarahlah”.

Di Indonesia, ziarah kubur sudah menjadi tradisi masyarakat Muslim, bukan hanya pada momen-momen tertentu, seperti pada hari lebaran, tapi hampir di setiap saat dapat kita jumpai orang-orang silih berganti berziarah.

Bahkan, sebagian besar masyarakat muslim di Indonesia menjadikan kubur ulama atau kubur wali Allah sebagai tempat kedua setelah mesjid. Nah, tradisi seperti ini tidak bertentangan dengan inti ajaran Islam, sebagaimana banyak sekali referensi-referensi turast yang menerangkan kebolehan perilaku ini.

Hukum ziarah kubur bagi laki-laki adalah sunnah, Lebih-lebih lagi kubur nabi-nabi, wali-wali, ulama dan orang saleh,  menurut Mazhab Syafii sebagaimana dijelaskan dalam kitab I’anah al-Thalibin.

Adapun bagi wanita maka hukum ziarah kubur makruh. Tetapi khusus kubur nabi-nabi, wali-wali, dan ulama maka hukumnya tetap sunnah. Selain itu, bermalam (nginap) di kuburan hukumnya adalah makruh. Berak, kencing dan buang najis atas kuburan hukumnya adalah haram.

Baca Juga:  Gagal Paham Wahabi Tentang Hadis Safar, Kok Bisa Disamakan dengan Ziarah Kubur??

Dalam pelaksnaan Ziarah kubur ada adab-adab tertentu yang sunnah dilakukan oleh penziarah. Adab-adab itu ada dijelaskan dalam kitab Tanwir al-Qulub oleh Syeikh Amin al-Kurdi pada Bab Ziarah Kubur. Antaranya adalah:

  1. Sunnah berwudhu ketika ziarah kubur.
  2. Sunnah memberi salam: السَّلاَمُ عَلَيْكُمْ دَارَ قَوْمِ مُؤْمِنِيْنَ وَاِنَّا اِنْ شَاءَ اللهُ بِكُمْ لاَحِقُوْنَ
  3. Sunnah membaca Al-Quran semampunya.
  4. Sunnah membaca surat Al-Ikhlas 11 kali.
  5. Sunnah membaca doa: اللّهُمَّ أَوْصِلْ ثَوَابَ مَا قَرَأْتُهُ اِلَى فُلَانْ اَوْ لِلمَوْتَى
  6. Sunnah bersedekah untuk mayit, maka bermanfaat baginya dan sampai pahala kepadanya. Maka bersedekah uang kepada pengkhadam atau dalam tabungan amal, hendaklah diniatkan pahala untuk mayit.
  7. Kemudian setelah itu semua, hendaklah berdoa untuk mayit:
    اللّهُمَّ رَبِّ هَذِهِ الاَجْسَادُ الباَلِيَةُ وَالعِظَامُ النَخْرَةُ الَّتِيْ خَرَجَتْ مِنَ الدُّنْيَا وَهِيَ بِكَ مُؤْمِنَةٌ أَدْخِلْ عَلَيْهَا رُوْحًا مِنْكَ وَسَلَامًا مِنِّيْ، اللّهُمَّ لَا تَحْرِمْنَا أَجْرَهُمْ وَلاَ تَفْتِنَّا بَعْدَهُمْ وَاغْفِرْ لَنَا وَلَهُمْ.
  8. Sunnah meletakkan atas kubur pelepah kurma/kelapa basah dan tumbuh-tumbuhan basah yang harum baunya.
Baca Juga:  Meluruskan Salafi Wahabi: Membaca al Quran di Kuburan Itu Sunah, bukan Bid'ah

Ketahuilah bahwa yang diziarahi itu dekat dengan penziarah seperti dekatnya ketika diziarahi pada masa hidup, dan ia menjawab salam penziarah dengan menghadap wajah pemberi salam.

Adapun tata cara ziarah kubur yang sudah menjadi satu paket dan sudah bisa untuk diamalkan saat ziarah kubur adalah sebagai berikut:  

Tata Cara Ziarah Kubur

Berwudhu sebelum masuk kubur dan memberi salam ketika masuk kubur:

السَّلاَمُ عَلَيْكُمْ دَارَ قَوْمِ مُؤْمِنِيْنَ وَاِنَّا اِنْ شَاءَ اللهُ بِكُمْ لاَحِقُوْنَ.

(3x) اَسْتَغْفِرُ اللهَ العَظِيْمَ الَّذِي لَا اِلَهَ اِلاَّ هُوَ الحَيَّ القَيُّوْمَ وَأَتُوْبُ اِلَيْهِ
(3x) اللّهُمّ َصَلِّ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِهِ وَصَحْبِهِ وَسَلِّمْ

بِسْمِ اللهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيْمِ. يَس. وَالْقُرْآنِ الْحَكِيْمِ. إِنَّكَ لَمِنَ الْمُرْسَلِيْنَ. عَلَي صِرَاطٍ مُسْتَقِيْمٍ. تَنْـزِيْلَ الْعَزِيْزِ الرَّحِيْمِ لِتُنْذِرَ قَوْمًا مَا اُنْذِرَ آبَاؤُهُمْ فَهُمْ غَافِلُوْنَ. لَقَدْ حَقَّ الْقَوْلُ عَلَي اَكْثَرِهِمْ فَهُمْ لاَ يُؤْمِنُوْنَ إِنَّاجَعَلْنَا ِفي اَعْنَاقِهِمْ اَغْلاَلاً فَهِيَ اِلَي الأَذْقَانِ فَهُمْ مُقْمَحُوْنَ. وَجَعَلْنَا مِنْ بَيْنِ اَيْدِيْهِمْ سَدًّا وَمِنْ خَلْفِهِمْ سَدًّا فَاَغْشَيْنَاهُمْ فَهُمْ لايُبْصِرُوْنَ
(hingga akhir surat Yasin).

Baca Juga:  Batalkah Shalat Jika Dahi Tertutup Rambut Saat Sujud?

(11x) بِسْمِ اللهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيْمِ. قُلْ هُوَ اللهُ اَحَدٌ. اَللهُ الصَّمَدُ. لَمْ يَلِدْ وَلَمْ يُوْلَدْ. وَلَمْ يَكُنْ لَهُ كُفُوًا أَحَدٌ

اللّهُمَّ أَوْصِلْ ثَوَابَ مَا قَرَأْتُهُ اِلَى فُلَانْ
اَوْ لِلمَوْتَى. اللّهُمَّ رَبِّ هَذِهِ الاَجْسَادُ الباَلِيَةُ وَالعِظَامُ النَخْرَةُ الَّتِيْ خَرَجَتْ مِنَ الدُّنْيَا وَهِيَ بِكَ مُؤْمِنَةٌ أَدْخِلْ عَلَيْهَا رُوْحًا مِنْكَ وَسَلَامًا مِنِّيْ، اللّهُمَّ لَا تَحْرِمْنَا أَجْرَهُمْ وَلاَ تَفْتِنَّا بَعْدَهُمْ وَاغْفِرْ لَنَا وَلَهُمْ.

kemudian berdoa untuk hajat pribadi kita

وصلى الله على سيدنا محمد وعلى اله وصحبه وسلم وَالحَمْدُ ِللهِ رَبِّ العَالَمِيْنَ.

Leave a Reply

Your email address will not be published.