Karomah Umar bin Khattab di Hari Jumat: Komando Pasukan Perang Jarak Jauh

karomah umar bin khattab

Pecihitam.org – Siapa yang tidak mengenal Umar bin Khattab ra, ia adalah salah satu sahabat utama Nabi Muhammad SAW dan khalifah kedua yang berkuasa pada tahun 634 sampai 644 setelah Khalifah Abu Bakar. Dia termasuk digolongkan sebagai salah satu Khulafaur Rasyidin. ‘Umar juga merupakan ayah dari Hafshah, salah satu istri Nabi Muhammad SAW.

Pecihitam.org, dapat Istiqomah melahirkan artikel-artikel keislaman dengan adanya jaringan penulis dan tim editor yang bisa menulis secara rutin. Kamu dapat berpartisipasi dalam Literasi Dakwah Islam ini dengan ikut menyebarkan artikel ini ke kanal-kanal sosial media kamu atau bahkan kamu bisa ikut Berdonasi.

DONASI SEKARANG

Umar bin Khatab lahir sekitar 584 Masehi dan wafat 644 Masehi. Umar juga selalu terlibat dalam peperangan, seperti pada perang Badar, Uhud, Khaybar serta penyerangan ke Syria. Ia merupakan seorang sahabat yang paling disegani oleh kaum Muslim pada masa itu.

Selain reputasinya yang memang terkenal gagah dan hebat sejak masa pra-Islam, juga karena ia dikenal sebagai orang yang selalu terdepan dalam membela Nabi Muhammad SAW dan ajaran Islam pada setiap kesempatan. Bahkan ia tanpa ragu menentang kawan-kawan lamanya yang dulu bersama dia ikut menyiksa para pengikut Rasulullah SAW.

Sebagai khalifah Umar bin Khatab termasuk salah satu pemimpin yang hebat dan suri teladan dalam masalah keislaman. Dalam beberapa hadits, dirinya sering disebutkan sebagai sahabat Nabi paling utama setelah Abu Bakar. Umar juga memiliki julukan Al Faruq yang diberikan oleh Rasulullah SAW pada dirinya yang berarti orang yang bisa memisahkan antara kebenaran dan kebatilan.

Baca Juga:  Mukjizat Nabi Ibrahim AS dalam Kisah yang Terdapat pada Al-Quran

Sebagai sahabat utama nabi dan khalifah kedua, pengganti Abu Bakar, Umar bin Khattab juga seorang khalifah yang dipercaya memiliki beberapa karamah. Mungkin dari kita sudah sering mendengar salah satu karomah Umar bin Khattab yang mana setan pun takut jika berpapasan dengannya.

Rasulullah SAW pernah bersabda, “Sungguh aku melihat setan dari kalangan manusia dan jin lari dari ‘Umar.” (HR. Tirmidi).

Dalam kitab Tarikh al-Khulafa Imam Suyuthi juga menyebutkan beberapa karomah sayyidina Umar bin Khattab beserta riwayatnya yang bersanad sahih dan hasan.

Dikisahkan pada suatu hari, tepatnya di hari Jumat, sebelum pelaksanaan shalat Jumat, Umar bin Khatab memimpin khutbah Jumat. Anehnya, Umar malah tidak langsung menyampaikan khutbah seperti biasanya. Tiba-tiba ia meneriakkan kata “Ya sariyyatal jabal” sebanyak tiga kali.

Baca Juga:  Pengertian Sahabat Nabi dan Konsep Keadilan Sahabat dalam Periwayatan Hadis

Para jamaah jumat yang hadir pada waktu itu pun merasa heran dan aneh. Bahkan ada sebagian orang yang menganggap bahwa Khalifah Umar sedang gila.

Datanglah Abdurrahman bin Auf yang kemudian menenangkan Umar dan beberapa jamaah shalat jumat yang hadir karena heboh. Lalu Abdurrahman bin Auf mencoba mengklarifikasi ucapan Umar yang meneriakkan “Sariyyatul Jabal” dan mengakibatkan beberapa orang merasa aneh dan mencela Umar.

Umar bin Khatab dengan santai hanya menjawab: “Aku melihat pasukan kaum muslimin berperang. Sedangkan musuh telah mengepung mereka dari berbagai tempat. Ketika aku teriakkan Ya sariyyatal jabal, aku berharap para pasukan mendengar dan menuju ke arah gunung.”

Ternyata ucapan Umar in Khatab kepada Abdurrahman bin Auf ini benar terjadi. Hal ini dibuktikan dengan datangnya utusan dari pasukan yang berperang kepada Khalifah Umar satu bulan kemudian.

Baca Juga:  Umar bin Khatthab, Sahabat Nabi Bergelar Al-Faruq yang Ditakuti Setan

Utusan itu pun menceritakan bahwa pada hari jumat ketika mereka berperang, tiba-tiba mereka mendengar suara teriakan “ya sariyyatal jabal” sebanyak tiga kali. Kemudian para pasukan muslim pun bergerak menuju gunung dan akhirnya mereka berhasil mengalahkan musuh dan memenangkan peperangan.

Menariknya adalah, peperangan tersebut terjadi di Nahawand, yakni negeri di luar tanah Arab yang jauh. Sedangkan posisi Umar bin Khatab ketika khutbah berada di Madinah.

Arif Rahman Hakim
Sarung Batik