Keutamaan Bulan Muharram, Sayang Kalau Dilewatkan

keutamaan bulan muharram

Pecihitam.org – Muharram adalah bulan pada awal kalender Islam (Hijriyah). Jadi tahun baru Islam mulai tanggal 1 Muharram. Kalau kalender Masehi menggunakan peredaran Matahari sebagai patokan, di kalender Hijriyah menggunakan peredaran Bulan sebagai acuan. Di tanggal 10 Muharram berabad-abad lalu, terjadi peristiwa-peristiwa penting bagi umat Islam. Ada banyak keutamaan bulan muharram, maka sangat sayang jika bulan ini berlalu begitu saja.

Pecihitam.org, dapat Istiqomah melahirkan artikel-artikel keislaman dengan adanya jaringan penulis dan tim editor yang bisa menulis secara rutin. Kamu dapat berpartisipasi dalam Literasi Dakwah Islam ini dengan ikut menyebarkan artikel ini ke kanal-kanal sosial media kamu atau bahkan kamu bisa ikut Berdonasi.

DONASI SEKARANG

Salah satu keutamaan bulan Muharram yaitu, bulan tersebut jadi salah satu dari empat bulan yang dimuliakan. Umat muslim pun dianjurkan memperbanyak amalan ibadah di bulan tersebut.

Dalam kalender Islam, Muharram adalah bulan yang termasuk dimuliakan di antara empat bulan lainnya, yaitu Dzulqad’ah, Dzulhijjah, Muharram, dan Rajab.

Secara Bahasa Muharram artinya ‘terlarang’, jadi pada bulan yang dimuliakan ini umat Islam dilarang untuk melakukan segala kegiatan maksiat termasuk perang (kecuali diperangi lebih dulu), dan tindakan-tindakan buruk lainnya yang merugikan diri serta orang lain.

Sebaliknya, selama bulan Muharram kita umat Islam sangat dianjurkan untuk memperbanyak melakukan ibadah. Dari keutamaan bulan Muharram kita bisa mendapat pahala yang berlipat-lipat. Namun, jika melakukan tindakan maksiat akan berlipat pula dosanya.

Terdapat peristiwa-peristiwa penting dalam sejarah Islam yang terjadi pada bulan Muharram, di antaranya adalah:

  1. Nabi Adam yang bertaubat setelah dikeluarkan dari surga dan diampuni segala dosanya oleh Allah SWT.
  2. Bulan di mana kapal Nabi Nuh berlabuh di bukit Zuhdi setelah berlayar saat banjir air Bah yang diturunkan Allah SWT bagi kaum Nabi Nuh yang durhaka.
  3. Nabi Ibrahim selamat dari siksa api oleh raja Namrud. Kala itu, Nabi Ibrahim dihukum dengan dibakar api karena merusak berhala yang disembah Namrud dan rakyatnya, namun selamat karena pertolongan Allah SWT.
  4. Nabi Yusuf bebas dari penjara di Mesir karena fitnah melakukan tindakan tercela terhadap Zulaikha, tapi akhirnya fakta membuktikan bahwa Nabi Yusuf tidak bersalah dan akhirnya dibebaskan.
  5. Nabi Yunus keluar dari perut ikan paus dan kapal yang ditumpangi Nabi Yunus keberatan muatan, hingga akhirnya beliaulah yang terpilih setelah terjun ke laut dan ditelan ikan paus. Nabi Yunus keluar dalam kondisi selamat dari perut ikan paus setelah 40 hari hidup di dalamnya.
  6. Nabi Ayyub sembuh dari penyakit kusta berkat kuasa Allah SWT. Selama menderita penyakit tersebut, Nabi Ayyub bahkan dijauhkan oleh orang-orang yang telah dibantunya.
  7. Nabi Musa selamat dari kejaran Firaun di Laut Merah, Nabi Musa mengajak kaumnya untuk meninggalkan Mesir, tapi dikejar oleh Firaun dan pasukannya. Berkat pertolongan Allah SWT, Laut Merah tiba-tiba terbelah untuk dilewati Nabi Musa dan kaumnya. Setelah berhasil melewati, Laut Merah kembali seperti semula dan menenggelamkan Firaun beserta para tentaranya.
Baca Juga:  Rahasia Istimewa di Balik Perintah Shalat Lima Waktu

Untuk mensyukuri segala anugerah Allah SWT atas peristiwa-peristiwa penting tersebut, umat Islam disunahkan untuk melakukan ibadah puasa terutama pada 10 Muharram (Asyura). Dalam sejarahnya, puasa pada 10 Muharram pernah diwajibkan untuk umat Islam, tapi akhirnya puasa Ramadhan ditetapkan sebagai yang wajib dan puasa 10 Muharram (Asyura) menjadi sunnah.

Sebagai pelengkap puasa 10 Muharram, Rasulullah S.A.W. pernah berniat untuk menjalankan puasa pada 9 Muharram (untuk menyelisihi kaum Yahudi yang juga berpuasa pada 10 Muharram), namun beliau wafat sebelum niat itu terlaksana di tahun berikutnya.

Kini, umat Islam seluruh dunia memiliki tiga pilihan untuk menjalankan ibadah puasa selama Muharram: puasa selama 3 hari yaitu tanggal 9, 10, dan 11 Muharram.

Baca Juga:  Bolehkah Melaksanakan Aqiqah dan Haul Bareng? Begini Penjelasannya

Umat Islam yang berpuasa Asyura, mendapatkan keutamaan bulan muharram yaitu akan dihapuskan dosa-dosanya selama setahun lalu, “Puasa hari Asyura, sungguh aku berharap kepada Allah agar menghapuskan dosa setahun yang telah lalu.” (HR. Muslim, no.1975)

“Dari Abu Qatadah Al-Anshari RA, Rasulullah SAW ditanya tentang puasa hari Asyura, maka beliau bersabda, “Puasa Asyura dapat menghapuskan dosa-dosa kecil setahun yang lalu.” (HR. Muslim, no.1162)

Perbanyak puasa di tanggal-tanggal lain pun tentu dibolehkan selama Muharram, sabda Rasulullah dari Abu Hurairah RA, “Puasa yang paling utama sesudah puasa Ramadhan adalah puasa pada bulan Allah (syahrullah) Muharram. Sedangkan shalat malam merupakan shalat yang paling utama sesudah shalat fardhu” (HR. Muslim, no.1982)

Baca Juga:  Mengintip Tradisi 1 Muharram di Indonesia dan Luar Negeri

Selain dianjurkan berpuasa, umat Islam dianjurkan untuk melakukan ibadah sebanyak-banyaknya di bulan mulia tersebut untuk mengumpulkan bekal pahala di akhirat kelak.

Untuk mencapai keutamaan bulan Muharram ada ibadah yang bisa dilakukan, antara lain:

  1. Bersedekah.
  2. Bersilaturahmi.
  3. Memperbanyak melakukan zikir dan doa.
  4. Menyantuni dan memelihara anak yatim.
  5. Ikut berpartisipasi dalam kegiatan-kegiatan sosial.
  6. Menjenguk orang sakit, dsb.

Hasil dari penjelasan di atas adalah melakukan hal-hal baik dan bermanfaat serta bersifat ibadah semoga menjadikan kita sebagai hamba yang memperoleh keutamaan bulan Muharram.

Mochamad Ari Irawan

Leave a Reply

Your email address will not be published.