Kisah Nyata, Perampok di Amerika yang Masuk Islam

perampok masuk islam

Pecihitam.org – Negara Amerika merupakan negara maju yang mayoritas penduduknya non Muslim. Di negara ini agama bukanlah hal yang wajib diperbincangkan atau bahkan sebuah privasi tiap individu. Namun pada sebuah kisah nyata yang dialami oleh seorang pemilik toko di Amerika yang beragama Islam.

Pecihitam.org, dapat Istiqomah melahirkan artikel-artikel keislaman dengan adanya jaringan penulis dan tim editor yang bisa menulis secara rutin. Kamu dapat berpartisipasi dalam Literasi Dakwah Islam ini dengan ikut menyebarkan artikel ini ke kanal-kanal sosial media kamu atau bahkan kamu bisa ikut Berdonasi.

DONASI SEKARANG

Pemilik toko tersebut bernama Muhammad Sohail yang kala itu berusia 47 tahun. Pada hari dimana kisah ini terjadi si pemilik toko sedang menjaga tokonya, namun saat dia menoleh kearah layar yang menampilkan rekaman CCTV, ada seorang pria memakai topeng yang datang menghampiri dengan membawa tongkat pemukul baseball, dan langsung menghampiri Sohail dengan meminta sejumlah uang.

Tidak mau mengikuti apa yang di inginkan sang pria tersebut, Sohail langsung mengambil senapan yang dia simpan di bawah meja kasir lalu mengacungkan snapan tersebut kedepan si pria penjahat itu. Merasa kalah dalam senjata, kemudian si pria penjahat yang memakai topeng tadi langsung kehilangan nyali, seketika ia menjatuhkan tongkat baseball yang dari tadi ia bawa ke tanah, lalu dia berlutut memohon ampun kepada Sohail.

Baca Juga:  Kisah Khalifah Umar bin Khattab Ketemu Calon Menantu

Si perampok itu mengatakan bahwa ia terpaksa melakukan hal ini atau merampok karena demi memenuhi kebutuhan keluarganya. Mereka semua kelaparan dan tidak ada apapun yang dapat dimakan, maka terpaksalah dia merampok pada toko Sohail itu.

Dengan mata mengeluarkan air mata dan terisak si perampok berkata “tolong jangan panggi polisi. Jangan tembak saya. Saya tidak punya uang, saya tidak memiliki makanan dirumah dan kasihanilah keluarga saya”

Perampok itu mengatakan hal itu dengan tersedu-sedu dia menangis seperti menangisnya anak kecil. Tidak seperti kebanyakan orang kulit putih yang langsung memanggil polisi. Karena memang kebanyakan orang kulit putih apabila merasa terganggu atau terancam langsung menelpon dan lapor pada polisi.

Namun yang dilakukan oleh Sohail justru membuka dompetnya dan mengambil uang dalam dompet miliknya kemudian ia berikan uang tunai sebanyak $40 dengan sebungkus roti.

Kemudian Sohail memberikan satu syarat kepada perampok itu, agar dia tidak pernah merampok lagi walaupun dalam situasi sesulit apapun dan harus benar-benar berhenti. Sohail berkata “pulanglah, kembalilah kepada keluargamu!”. Setelah si perampok mendapat uang dari pemberian Sohail sebesar $40 dia merasa terkesima dia terharu.

Baca Juga:  Salahudin Al-Ayyubi; Jenderal Perang dari Kerajaan Seljuk

Perampok itu merawa bahagia dan tertegun atas uang yang ia terima. Kemudian sesuatu tak terduga keluar dari mulut si perampok, bahwa ia ingin menjadi muslim seperti Suhail. Suhail dengan disertai rasa takjub berkata “apa kamu yakin dengan ucapanmu itu?” sang perampok dengan yakin menjawab “ya, saya ingin menjadi muslim sepertimu…!”

Lalu suhail menuturkan bahwa dirinya meminta kepada si perampok untuk mengikutinya mengucapkan dua kalimat syahadat sembari mengangkat sebelah tangannya. Setelah selesai, diakhiri dengan berjabat tangan antara Suhail dengan si perampok tersebut yang kini sudah masuk agama Islam.

Kemudian Suhail berkata “tunggulah sebentar, saya akan kebelakang mencari sesuatu yang mungkin bisa kamu bawa pulang, mungkin ada susu di belakang”.

Namun setelah Suhai kebelakang dan beberapa saat setelah kembali kedepan dimana tadi ia meminta si pria itu menunggu. Pria tadi sudah tidak berada di situ dan ternyata dia sudah meninggalkan toko. Setelah beberapa bulan kemudian, sang pria itu mengirim surat kepada Suhail. Dan didalam suratnya juga berisi uang $40 dengan maksud ia mengembalikan uang tersebut kepada Suhail.

Baca Juga:  Belajar Dari Kisah Nabi Yusuf Dan Zulaikha

Isi judul surat itu menyebutkan “Your Change my life” maksudnya bahwa Suhail telah merubah hidupnya, walaupun pada dasarnya Suhail tidak pernah tahu dan mengenal siapa pria yang nyaris akan merampoknya itu. Dan di akhir surat tertulis kata “by your Muslim brother” bahwa surat itu dari saudara semuslim anda. Si pria yang dulu nyaris merampok sudah benar-benar menjadi muslim.

*Kisah ini diceritakan langsung dari Muhammad Suhail yang diwawancarai oleh Channel CNN.

Arif Rahman Hakim
Sarung Batik