Kisah Unta Nabi Shaleh yang Keluar dari Batu dan Pengingkaran Kaum Tsamud

kisah unta nabi shaleh

Pecihitam.org – Salah satu kisah hewan yang pernah hidup di dunia namun tidak dilahirkan dari induknya adalah Unta Nabi Shaleh yang keluar dari batu. Unta tersebut adalah salah satu kisah mukjizat Nabi Shaleh untuk menunjukkan kekuasaan Allah kepada kaumnya yang menyembah berhala.

Pecihitam.org, dapat Istiqomah melahirkan artikel-artikel keislaman dengan adanya jaringan penulis dan tim editor yang bisa menulis secara rutin. Kamu dapat berpartisipasi dalam Literasi Dakwah Islam ini dengan ikut menyebarkan artikel ini ke kanal-kanal sosial media kamu atau bahkan kamu bisa ikut Berdonasi.

DONASI SEKARANG

Nabi Saleh As adalah Nabi yang diutus oleh Allah Swt untuk menyeru ke kaum Tsamud. Mereka tinggal di sebuah lembah luas bernama Wadi Al-Qura yaitu kaum yang mayoritas bekerja sebagai petani, penggali sumur dan penggembala. Kaum Tsamud tak tercatat dalam sejarah suku Arab namun termaktub dalam Al-Qur’an dan Hadits.

Meski makmur namun kaum Tsamud ingkar kepada nikmat yang telah Allah berikan. Mereka menyembah berhala dan siapapun yang menghalanginya maka akan menjadi musuh mereka dan menghukumnya.

Nabi Shaleh pun amat sedih melihat kelakuan kaum Tsamud yang menyembah berhala. Para penduduk pergi ke gunung guna menyembah batu besar. Hal itu juga dilihat oleh anak cucu mereka dan akhirnya melakukan hal serupa; mereka mengelilingi batu besar kemudian menyembelih domba sebagai persembahan dan berharap rahmat darinya. Sehingga apa yang dilakukan oleh penduduk tersebut terus mengakar.

Nabi Shaleh yang tak tahan dan pergi menuju ke batu tersebut. Kemudian beliau pun berkata, “Wahai kaumku, Sembahlah Allah. Tak ada Tuhan selain Dia.” Namun perkataan Nabi Shaleh selalu ditentang oleh kaumnya.

Bahkan mereka mengatakan bahwa Nabi Saleh telah gila. Kemudian, salah satu dari kaumnya berkata, “Jika kau memang seorang Rasul Allah, maka dapatkah kau mengelurakan seekor unta betina hamil dari batu ini?”

Baca Juga:  Salahudin Al-Ayyubi; Jenderal Perang dari Kerajaan Seljuk

Mereka begitu yakin Nabi Shaleh tak mungkin bisa memenuhi tantangan itu. Namun Nabi Saleh kemudian berkata, “Aku akan memohonkan kepada Allah. Jika Dia mengabulkannya, maukah kalian percaya bahwa hanya ada satu Tuhan? Maukah kalian pecaya bahwa aku adalah Rasul Allah yang diutus untuk kalian?” Mereka mengiyakan dan menunggu hingga hari besoknya sesuai janji Nabi Shaleh.

Unta Mukjizat Nabi Saleh

Kemudian harinya, Nabi Shaleh pergi ke gunung tempat batu itu berada dengan diikuti kaumnya yang berkumpul di sekitaran batu itu. Mereka melihat Nabi Shaleh berdoa sembari menengadahkan tanggannya di langit. Dengan harap-harap cemas, semua menunggu akan datangnya keajaiban.

Tiba-tiba Nabi Shaleh bangkit dan menunjuk ke arah batu. Terdengar suara keras hingga batu itu pecah dan keluarlah seekor unta betina indah sedang hamil. Orang-orang begitu takjup melihatnya dan sebagian dari mereka pun menundukkan kepala memuliakan Allah. Itulah yang menjadi simbol risalah kenabian dari Nabi Shaleh.

Tiga hari kemudian, unta betina tersebut melahirkan seekor unta jantan. Unta jantan itu pun selalu mengikuti induknya kemanpun ia pergi. Kedua unta menjadi simbol kasih sayang. Keduanya hidup di sebuah lembah luas yang mana dari lembah tersebut keduanya makan tumbuh-tumbuhan serta minum dari mata air. Susu dari unta betina itu amatlah lezat dan bisa diambil untuk semua penduduk.

Pengingkaran Risalah

Namun sayangnya, ada sebagian kaum yang tetap mengingkari risalah kenabian dari Nabi Shaleh. Mereka adalah orang-orang kaya yang dzalim. Ada sekitar sembilan orang sombong dan hendak membunuh unta Nabi Saleh tersebut. Mereka semua merencanakan pembunuhan itu saat penduduk tidur di malam hari sembari mabuk dan makan sekenyang-kenyangnya.

Baca Juga:  Kisah Abdurrahman Bin Auf, Orang Pertama Yang Mempercayai Nabi

Mereka berunding bagaimana membunuh dan siapa yang akan membunuh unta tersebut. Salah satu di antara mereka mengusulkan untuk memanggil Qaydar, seorang yang dekenal kejam dan tanpa belas kasihan. Mereka menyepakatinya dan memanggil Qaydar malam itu juga serta menjelaskan rencana mereka kepadanya.

Qaydar begitu semangat dan hendak berangkat untuk membunuh unta Nabi Saleh itu. Namun mereka melarangnya karena mereka menginginkan eksekusi terencana pada esok hari.

Akhirnya di keesokan hari, Qaydar menghadang unta betina dan unta jantan itu saat menuju padang rumput yang hijau, tempat biasa kedua unta itu pergi. Qaydar langsung saja menghunuskan pedangnya namun unta itu berontak sehingga ia memukulnya hingga roboh.

Saat itulah Qaydar membunuhnya dengan kejam tanpa belas kasihan. Kesembilan orang itu juga tak mau melewatkan kesempatan, mereka semua turut menghujamkan pisaunya ke tubuh unta tersebut dan memutilasinya menjadi beberapa potongan.

Tak puas dengan dengan membunuh unta betina, mereka pun mengejar unta yang jantan. Merasa tak melihat tempat persembunyian, unta jantan pasrah sembari mengeram tiga kali. Tak bisa dielakkan, pedang Qaydar terhunus pada unta jantan. Mereka semua puas telah melampiaskan dendam kepada Nabi Shaleh dengan membunuh kedua unta tersebut.

Baca Juga:  Hikmah: Kisah Jenazah Waria yang Dirahmati Allah di Alam Kubur

Beberapa waktu kemudian saat Nabi Shaleh dan pengikutnya hendak melihat unta tersebut, mereka tak menemukannya kecuali tanah yang berlumuran darah. Seketika itu pula, awan hitam muncul di kaki langit.

Nabi Shaleh berkata, “Nikmatilah rumahmu selama tiga hari ini, karena Allah akan menimpakan Azab pada kalian. Kalian telah menindas orang lain, mengingkati ajaran Allah, serta membunuh unta betina-Nya. Kalian juga tidak menyukai kebaikan.”

Namun mereka tidak mau meminta maaf kepada Nabi Shaleh meski telah membunuh unta betina itu. Mereka juga tak mau bertobat kepada Allah. Bahkan dengan kesomongannya mereka mengadakan pertemuan lagi, berencan untuk membunuh Nabi Shaleh dan keluarganya. Kemudian mereka juga akan menyiksa para pengikutnya.

Akan tetapi, sebelum mereka melakukan pembunuhan lagi, peistiwa aneh terjadi. Gemuruh awan hitam berkumpul di langit, menjadikan lembah dan pegunungan benar-benar gelap gulita. Ketika tengah malam tiba, petir manghantam sangat kuat dan menghancurkan kaum Tsamud tanpa tersisa kecuali Nabi Shaleh dan pengikutnya. Itulah kisah tentang mukjizat Unta nabi Shaleh dan akhir dari kehidupan kaum Tsamud.

Wallahua’lam bisshawab

Lukman Hakim Hidayat