Membaca Alquran Adalah Cara Hamba Berkomunikasi dengan Allah

membaca alquran

Pecihitam.org– Selain sebagai proses istikhrahljul ulum ‘an ma’diniha (mengeluarkan ilmu dari sumbernya), membaca Alquran juga merupakan salah satu cara seorang hamba berkomunikasi dengan Allah.

Pecihitam.org, dapat Istiqomah melahirkan artikel-artikel keislaman dengan adanya jaringan penulis dan tim editor yang bisa menulis secara rutin. Kamu dapat berpartisipasi dalam Literasi Dakwah Islam ini dengan ikut menyebarkan artikel ini ke kanal-kanal sosial media kamu atau bahkan kamu bisa ikut Berdonasi.

DONASI SEKARANG

Al-Arif billah Al-Imam Sayyid Abdullah bin Alawi Al-Haddad dalam Risalatul Mu’awanah menulis sebagai berikut:

فَإِنَّ الْقَارِئَ مُنَاجٍ رَبَّهُ

Sesungguhnya orang yang membaca Alquran sedang berbicara dengan Tuhannya.

Sangat benar apa yang dikatakan oleh beliau. Ketika seorang hamba sedang sedih misalnya, maka saat membaca Alquran, ia ketemu dengan ayat La Tahzan, Innallaha Ma’ana (jangan sedih, sesungguhnya Allah bersama kita), hatinya mulai tenang dan terhibur.

Saat sedang diliputi kesulitan dan serasa buntu mencari jalan keluar, ketika membaca Alquran ketemu dengan Ayat Seribu Dinar yang salah satu isinya wa man yatawakkal ‘alallahi fa huwa hasbuhu (siapa yang tawakkal kepada Allah, maka Ia yang akan mencukupinya). hati jadi penuh pikiran positif.

Si Anton yang sudah mau menikah dengan kekasihnya yang bernama Siti. Walau awalnya bimbang, takut tidak bisa memberikan nafkah, menjadi mantap hatinya ketika Allah berkenan berbicara dengannya dan menjawab kegundahan hatinya melalui Surat An-Nur ayat 32 yang dibacanya…

وَاَنْكِحُوا الْاَيَامٰى مِنْكُمْ وَالصّٰلِحِيْنَ مِنْ عِبَادِكُمْ وَاِمَاۤىِٕكُمْۗ اِنْ يَّكُوْنُوْا فُقَرَاۤءَ يُغْنِهِمُ اللّٰهُ مِنْ فَضْلِهٖۗ وَاللّٰهُ وَاسِعٌ عَلِيْمٌ

Dan nikahkanlah orang-orang yang masih membujang di antara kamu, dan juga orang-orang yang layak (menikah) dari hamba-hamba sahayamu yang laki-laki dan perempuan. Jika mereka miskin, Allah akan memberi kemampuan kepada mereka dengan karunia-Nya. Dan Allah Mahaluas (pemberian-Nya), Maha Mengetahui.

Ya, begitulah… memang membaca Alquran merupakan salah satu cara berkomunikasi dengan Allah.

Jika membaca Alquran merupakan wujud dari berkomunikasi dengan Allah, maka sudah semestinya orang yang hendak membaca Alquran menjaga adab-adabnya, sebagaimana akan dijelaskan dalam tulisan ini.

Namun, selain tentang adab membaca Alquran, dalam tulisan ini akan dijelaskan pula tentang apa itu Alquran, keutamaan membacanya serta kami lengkapi dengan kisah seorang ulama di Malang, Jawa Timur yang selama hayatnya istiqamah membaca Alquran.

Pengertian Al-Qur’an

Bisa dikatakan bahwa setiap umat Islam tahu apa itu Alquran. Karena di dalam shalat, setelah shalat, dalam beberapa kegiatan dan acara, bahkan ketika mau tidur kita sering membaca sebagian dari ayat-ayat Alquran.

Baca Juga:  Inilah Pandangan Sunni, Syiah dan Muktazilah Mengenai Perang antara Ali dengan Aisyah

Namun, agar lebih ilmiah, di bawah ini kami sampaikan pengertian Alquran baik secara bahasa maupun istilah

Menurut Bahasa

Dari segi bahasa, Al Qur’an berasal dari bahasa Arab, yang berupa isim masdar dari kata kerja qara’a – yaqra’u – qur’anan yang artinya adalah “bacaan”.

Pengertian secara bahasa ini, bisa dipahami misalnya pada Surat Al-Qiyamah ayat 17 – 18 berikut

اِنَّ عَلَيْنَا جَمْعَهٗ وَقُرْاٰنَهٗ فَاِذَا قَرَأْنٰهُ فَاتَّبِعْ قُرْاٰنَهٗ

Sesungguhnya Kami yang akan mengumpulkannya (di dadamu) dan membacakannya. Apabila Kami telah selesai membacakannya maka ikutilah bacaannya itu. (QS. Al-Qiyamah [75]: 17 – 18)

Menurut Istilah

Sementara pengertian Alquran menurut istilah adalah

كلام الله المنزل على محمد المتعبد بتلاوته

Perkataan Allah yang turun kepada Nabi Muhammad SAW dimana membacanya menjadi ibadah.

Dalam pengertian di atas, ada tiga kriteria penamaan Alquran.

Pertama, Kalamullah atau firman Allah. Kedua, diturunkan kepada Nabi Muhammad. Maka, kalam Allah yang tidak diturunkan kepada Nabi Muhammad tidak dinamakan sebagai Al-Qur’an. Maka kalam Allah yang dosampaikan pada Nabi Musa misalnya disebutkan Taurat, kepada Nabi Dawud disebut Zabur dan seterusnya.

Ketiga, membacanya bernilai ibadah. Pembatasan ini untuk membedakan antara Alquran dengan hadis qudsi. Karena membaca Alquran akan menjadi nilai ibadah tersendiri, terlepas apakah membacanya lancar atau terbata-bata, memahami maknanya atau tidak.

Keutamaan Membaca Alquran

Karena Alquran sebagai Kalamullah, terlebih sebagai mukjizat, tentu membacanya mengandung beberapa keutamaan.

Nabi Muhammad Pun memberikan gambaran sebagai berikut sebagaimana riwayat yang bersumber dari Sayiidah Aisyah dan diriwayatkan oleh Imam Muslim


الْمَاهِرُ بِالْقُرْآنِ مَعَ السَّفَرَةِ الْكِرَامِ الْبَرَرَةِ وَالَّذِى يَقْرَأُ الْقُرْآنَ وَيَتَتَعْتَعُ فِيهِ وَهُوَ عَلَيْهِ شَاقٌّ لَهُ أَجْرَانِ

“Orang yang lancar membaca Al Quran akan bersama para malaikat yang mulia dan senantiasa selalu taat kepada Allah, adapun yang membaca Al Quran dan terbata-bata di dalamnya dan sulit atasnya bacaan tersebut maka baginya dua pahala” (HR. Muslim)

Hadis ini cukup menjadi gambaran betapa membaca Al-Qur’an memiliki keutamaan yang sangat agung.

Kemudian inilah 7 keutamaan membaca Al-Qur’an

Pahala Berlipat Ganda

Rasulullah SAW bersabda sebagaimana diceritakan Ibnu Mas’ud

مَنْ قَرَأَ حَرْفًا مِنْ كِتَابِ اللَّهِ فَلَهُ بِهِ حَسَنَةٌ وَالْحَسَنَةُ بِعَشْرِ أَمْثَالِهَا لاَ أَقُولُ الم حرْفٌ وَلَكِنْ أَلِفٌ حَرْفٌ وَلاَمٌ حَرْفٌ وَمِيمٌ حَرْفٌ

Baca Juga:  Pandangan Islam Tentang Operasi Plastik, Boleh Tapi dengan Syarat

“Siapa yang membaca satu huruf dari Al Quran maka baginya satu kebaikan dengan bacaan tersebut, satu kebaikan dilipatkan menjadi 10 kebaikan semisalnya dan aku tidak mengatakan الم satu huruf akan tetapi Alif satu huruf, Laam satu huruf dan Miim satu huruf.” (HR. Tirmidzi)

Mengacu pada hitungan matematis Nabi di atas, maka saat membaca Surat Al-Fatihah saja yang berjumlah 139 huruf, maka kita sudah mendapatkan nilai skor pahala 1.390.

Bagaimana dengan Surat Al-Baqarah yang berjumlah 25.500 huruf. Atau mari hitung dengan perkalian sepuluh keseluruhan huruf dalam Al-Qur’an yang berjumlah 1.027.000 (satu juta dua puluh tujuh ribu). Betapa banyak lipatan pahala yang didapat jika kita mengkhatamkan Alquran.

Terangkatnya Derajat

Allah SWT akan mengangkat derajat orang-orang yang selalu membaca Alquran dan mempelajari isi kandungannya serta mengamalkannya setiap hari.

Dianugerahi Ketenangan Hati

Mariperhatikan firman Allah SWT berikut:

وَنُنَزِّلُ مِنَ الْقُرْاٰنِ مَا هُوَ شِفَاۤءٌ وَّرَحْمَةٌ لِّلْمُؤْمِنِيْنَۙ وَلَا يَزِيْدُ الظّٰلِمِيْنَ اِلَّا خَسَارًا

Dan Kami turunkan dari Al-Qur’an (sesuatu) yang menjadi penawar dan rahmat bagi orang yang beriman, sedangkan bagi orang yang zalim (Al-Qur’an itu) hanya akan menambah kerugian. (QS. Al-Isra’ [17]: 82)

Berdasarkan ayat-ayat di atas, Allah menegaskan bahwa Alquran bisa menjadi obat segala macam penyakit kejiwaan. Sehingga keutamaan membaca Alquran di rumah ataupun di masjid akan mendapatkan ketenangan jiwa.

Mendapat Syafaat di Hari Kiamat

Keutamaan membaca Alquran berikutnya adalah akan mendapatkan syafaat atau pertolonganpada Hari Kiamat.

Ini sebagaimana sabda Nabi dalam riwayat Imam Muslim berikut:

إقرؤو القرآن فإ نّه يأتي يوم القيامة شفيعا لآصحا به

“Bacalah Al-Qur’an, sungguh ia akan datang pada hari kiamat sebagai pemberi syafa’at bagi para pembacanya.” (HR. Muslim)

Terbebas dari Aduan Rasulullah SAW pada Hari Kiamat

Memperbanyak membaca Alquran akan mengantarkan kemudahan ketika kita menghadap Allah SWT kelak di Hari Kiamat.

Dihadiri Malaikat

Rumah yang dibuat untuk membaca Alquran akan dihadiri malaikat. Penghuni rumah akan merasakan bahwa rumahanya menjadi luas.

Ditempatkan Bersama Malaikat

Sebagaimana disebutkan dalam hadis yang kami sampaikan di awal, bahwa orang yang mahir membaca Alquran nantinya akan ditempatkan bersama malaikat-malaikat pencatat yang patuh kepada Allah yang selalu berbuat kebaikan. 

Adab Membaca Alquran

Inilah 11 adab yang harus diperhatikan saat membaca Alquran

  • Diusahakan membaca Al-Quran dalam keadaan suci dari dua hadas.
  • Diusahakan menghadap kiblat.
  • Meminta perlindungan kepada Allah SWT dari gangguan setan yang terkutuk.
  • Membaca “Basmallah” pada setiap permulaan surat selain Surah “Bara’ah” (At-Taubah)
  • Diusahakan membaca Al-Quran dengan tartil atau secara perlahan-lahan dengan memerhatikan hukum tajwidnya.
  • Berhenti untuk berdo’a ketika membaca ayat tentang rahmat dan adzab.
  • Melakukan sujud tilawah apabila bertemu ayat sajdah bila tidak lupa.
  • Diusahakan menghindari tertawa, canda dan berbicara hal lain saat membaca Al-Quran .
  • Menghentikan bacaan ketika dalam kondisi mengantuk.
  • Bersabar bagi orang yang kesulitan dalam membaca Al-Quran.
  • Mentadabburi atau menghayati isi apa yang sedang dibaca.
Baca Juga:  Inilah Keutamaan Penghafal Al Qur'an di Dunia dan Akhirat

Kisah Ulama yang Istiqomah Membaca Alquran

Ini adalah kisah tentang KH. Khozin Yahya. Beliau adalah abah dari KH. Ma’ruf Khozin, Direktur Aswaja Centre PWNU Jawa Timur. Dan beliau merupakan putra sulung KH. Yahya Syabrowi, Pengasuh dan Pendiri Pondok Pesantren Raudlatul Ulum I yang beralamat di Desa Ganjaran yang saat ini mendapat julukan sebagai desa santri.

Ganjaran merupakan salah satu desa yang ada di Kecamatan Gondanglegi Kabupaten Malang.

Kembali ke kisah KH. Khozin Yahya. Beliau merupakan pengasuh kedua di Pondok Pesantren Raudlatul Ulum, menggantikan abahnya yang wafat.

Selain sosok yang alim dan berwibawa, beliau punya ‘wirid’ membaca Al-Qur’an di tengah malam dengan suara yang lirih nyaris tak terdengar.

Dengan keistiqamahan beliau membaca Alquran semasa hidupnya, Allah tampakkan karamah beliau. Dalam beberapa kesempatan, salah satu anggota keluarganya mendengar suara KH. Khozin membaca Alquran dari dalam kuburnya.

Bahkan, sebagaimana yang saya baca dalam tulisan Gus Mad (KH. Madarik Yahya), saudara bungsunya, jasad KH. Khozin tetap utuh setelah bertahun-tahun beliau wafat.

Ceritanya: Ketika dilakukan renovasi terhadap makam para masyayikh yang terletak di sebelah Selatan Masjid As-Syafi’iyah di Desa Ganjaran, makam KH. Khozin sempat terbuka.

Dan berdasarkan kesaksian salah satu saudaranya, yakni KH. Ahmad Hariri Yahya, jasad KH. Khozin masih utuh, bahkan kain kafannya pun masih bagus. Masya Allah!. Sungguh ini adalah kuasa Allah untuk menunjukkan salah satu karamah kekasih-Nya yang istiqomah membaca Alquran.

Semoga dengan kisah ini beserta uraian berkenaan dengan membaca Alquran sebagaimana disampaikan dalam tulisan ini, kita menjadi orang yang istiqamah dan cinta membaca Alquran. Amin!

Faisol Abdurrahman