Surah Al-A’raf Ayat 186; Seri Tadabbur Al-Qur’an

Surah Al-A'raf Ayat 186

Pecihitam.org – Surah Al-A’raf Ayat 186 adalah penjelasan yang tegas dari Allah SWT kepada orang-orang Kafir. Bahwa Sikap keras kepala, ekstrim, dan taklid buta mereka terhadap kesesatan akan menyebabkan kemurkaan Allah SWT dan Allah akan membiarkan mereka dalam keadaan tersesat. Mereka akan dijauhkan dari hidayah Allah Swt.

Pecihitam.org, dapat Istiqomah melahirkan artikel-artikel keislaman dengan adanya jaringan penulis dan tim editor yang bisa menulis secara rutin. Kamu dapat berpartisipasi dalam Literasi Dakwah Islam ini dengan ikut menyebarkan artikel ini ke kanal-kanal sosial media kamu atau bahkan kamu bisa ikut Berdonasi.

DONASI SEKARANG

Terjemahan dan Tafsir Al Qur’an Surah Al-A’raf Ayat 186

مَنْ يُضْلِلِ اللَّهُ فَلَا هَادِيَ لَهُ ۚ وَيَذَرُهُمْ فِي طُغْيَانِهِمْ يَعْمَهُونَ

Terjemahan: Barangsiapa yang Allah sesatkan, maka baginya tak ada orang yang akan memberi petunjuk. Dan Allah membiarkan mereka terombang-ambing dalam kesesatan.

Tafsir Jalalain: مَنْ يُضْلِلِ اللَّهُ فَلَا هَادِيَ لَهُ ۚ وَيَذَرُهُمْ (Barang siapa yang Allah sesatkan, maka baginya tak ada orang yang akan memberi petunjuk. Dan Allah membiarkan mereka) dengan memakai ya dan nun serta dirafa’kan sebagai jumlah isti’naf/permulaan; sedangkan apabila dijazamkan maka diathafkan secara mahall kepada lafal sesudah fa فِي طُغْيَانِهِمْ يَعْمَهُونَ (terombang-ambing dalam kesesatan) mereka terombang-ambing dalam keadaan bingung.

Baca Juga:  Surah Al-A'raf Ayat 117-122; Seri Tadabbur Al-Qur'an

Tafsir Ibnu Katsir: Maksudnya adalah barangsiapa yang telah ditetapkan baginya kesesatan, maka tidak ada seorang pun yang dapat memberikan petunjuk kepadanya, meskipun ia memperhatikan dirinya dengan seksama, maka ia tidak dapat berbuat apa pun terhadapnya.

Allah berfirman yang artinya: “Barangsiapa yang Allah menghendaki kesesatannya, maka sekali-kali engkau tidak akan mampu menolak sesuatu pun (yang datang) dari Allah”. (QS. Al-Ma-idah: 41)

Tafsir Quraish Shihab: Barangsiapa yang telah Allah tentukan tersesat karena pilihan dan usahanya sendiri, tak satu pun yang dapat memberinya petunjuk. Dalam kesesatan itu, Allah membiarkan mereka terombang-ambing dan tak mendapatkan jalan kebenaran.

Shadaqallahul’adzim. Demikianlah telah kita tadabburi bersama Surah Al-A’raf Ayat 186 berdasarkan Tafsir Jalalain, Tafsir Ibnu Katsir dan Tafsir Quraish Shihab sebagai bagian dari Seri Tadabbur Al Qur’an kita.

Baca Juga:  Surah Al-A'raf Ayat 11; Seri Tadabbur Al-Qur'an

Dari ayat ini kita dapat memetik hikmah di dalamya bahwa, Bersikap ingkar kepada Nabi utusan Allah akan menyebabkan datangnya murka Allah. Nabi utusan Allah adalah sumber petunjuk dan kebenaran. Menjauhi nabi sama saja dengan menjauhkan diri dari cahaya dan petunjuk Allah Swt.

Jauh dari jalan Allah yang lurus akan menyebabkan manusia kebingungan, hidup tanpa arah dan tujuan, serta mengalami tekanan jiwa. Manusia-manusia yang telah tersesat sebagai akibat keingkaran mereka terhadap seruan kebenaran Nabi, hari demi hari akan semakin tersesat dan menderita.

Selain itu, kehidupan kita di dunia ini bagaikan berdiri di tebing jurang, dan setiap saat kita bisa saja tergelincir jatuh. Oleh karena itu kita harus senantiasa berpegang teguh kepada tali Allah agar tidak tergelincir. Bila manusia melepaskan diri dari tali Allah, Allah melepaskannya ke dalam api neraka.

Baca Juga:  Surah Maryam Ayat 73-74; Terjemahan dan Tafsir Al-Qur'an

Semoga pembahasan Surah Al-A’raf Ayat 186 ini bermanfaat dan semakin menambah khazanah ilmu kita, serta semakin meningkatkan kecintaan kita terhadap Al Qur’an sehingga ia dapat menjadi cahaya dalam kehidupan kita saat ini dan kehidupan berikutnya. Aamiin

M Resky S