Mengenal Imam Abu Mansur Al Maturidi Sang Ahli Kalam

abu mansur al maturidi

Pecihitam.org – Abu Mansur al Maturidi, nama lengkapnya adalah Muhammad bin Muhammad Abu Mansur Al-Maturidi. Dilahirkan di sebuah kota yang bernama Maturid yaitu di wilayah Samarqand (termasuk daerah Uzbekistan). Beliau wafat pada tahun 333 H/944 M dan di makamkan di Samarqand.

Pecihitam.org, dapat Istiqomah melahirkan artikel-artikel keislaman dengan adanya jaringan penulis dan tim editor yang bisa menulis secara rutin. Kamu dapat berpartisipasi dalam Literasi Dakwah Islam ini dengan ikut menyebarkan artikel ini ke kanal-kanal sosial media kamu atau bahkan kamu bisa ikut Berdonasi.

DONASI SEKARANG

Beliau menimba ilmu pada sepertiga akhir abad ke-3 Hijrah, yakni pada masa Muktazilah mendapat kemarahan masyarakat, sebagai balasan perlakuan mereka terhadap fuqaha muhadditsin pada sepertiga pertama abat tersebut.

Tahun kelahiran Abu Manshur al-Maturidi tidak begitu diketahui dengan pasti. Akan tetapi, tampakanya ia dilahirkan pada sekitar pertengahan abad ke-3 Hijrah. A.K.M.Ayyub Ali menyimpulkan bahwa al-Maturidi lahir sekitar tahun 238 H/853 M.

Beliau belajar ilmu fiqih dari Madzhab Hanafi dan ilmu kalam dari Nashr ibn Yahya al-Balakhi. Garis keturunan beliau bersambung dengan sahabat Abu Ayyub al-Anshori. Gurunya dalam bidang fiqih dan teologi bernama Nasyr bin Yahya al-Balakhi. Al-Maturidi hidup pada masa khalifah al-Mutawakkil yang memerintah tahun 232-274 H / 847-861 M.

Imam Abu Manshur al-Maturidi adalah pengikut Imam Abu Hanifah dan faham-faham teologinya banyak persamaannya dengan faham-faham yang dimajukan Abu Hanifah. Sistim pemikiran teologi yang ditimbulkan oleh Abu Manshur termasuk dalam golongan teologi Ahlussunnah dan dikenal dengan nama al-Maturidiyyah namun literatur mengenai ajaran-ajaran Abu Manshur dan aliran al-Maturidiyyah tidak sebanyak literatur mengenai ajaran-ajaran Asyariyyah.

Baca Juga:  Biografi Syekh Zainuddin Al Malibari Pengarang Fathul Muin

Abu Manshur Al-Maturidi adalah pengikut madzhab Hanafi sedangkan al-Asyari adalah pengikut madzhab Syaifi. Oleh karena itu pengikut Maturidi adalah orang-orang Hanafiyyah sedang pengikut Asyari adalah orang-orang Syafii. Boleh jadi adanya beberapa perbedaan pendapat antara kedua orang tersebut, karena adanya perbedaan pendapat antara Abu Hanifah dengan Syafii itu sendiri.

Negara-negara yang mayoritas umat islamnya berhaluan Ahlusunnah Waljama’ah antara lain: Maroko, Aljazair, Tunisia, Libya, Turki, Mesir, India, Pakistan, Indonesia, Filipina, Thailand, Malaysia, Somalia, Sudan dan masih banyak lagiyang lainnya.

Aliran al- Maturidiyah adalah golongan rasionalis yang diatributkan kepada Al Maturidi. Sumber Ushul ad-Dien mereka adalah rasio dan mengambil teks (Al Quran dan Sunnah) sebagai sumber kedua setelah itu. Al Maturidiyah didirikan dalam rangka untuk mengcounter golongan yang lain seperti Mu’tazillah.

Al Imam Abu Mansur Al Maturidi digambarkan dalam buku; “Al Fath Al Mubin” (Terbuka Jelas Atas Tingkatan Ushulis), “Abu Mansur menggunakan argumen yang kuat untuk meyakinkan setiap orang, dia menggunakannya untuk mempertahankan aqidah umat muslim”

Beliau adalah orang yang banyak merujuk pada rasio (akal) dan dari pendapat-pendapat mereka sendiri. Mereka memberikan kepadanya titel yang menyeluruh/sempurna, sepanjang persoalan itu bisa dibuktikan, dia tidak akan mengambil pendapat ulama.

Baca Juga:  Mengenal Ibnu 'Asyur, Ahli Tafsir dan Maqashid Syariah dari Tunisia

Mereka mengatakan, “Ia berdiri keras melawan golongan Mu’tazillah”. Ia begitu luar biasa dalam menyerang teks (Al Quran dan As Sunnah) dengan menggunakan rasio. Ia seorang rasionalis yang mencoba membuktikan eksistensi Allah dengan hujjahnya sendiri, akan tetapi jika dia tidak mengetahui bagaimana eksistensi Allah berdasarkan Al Qur’an maka dia akan dihukum oleh Allah SWT.

Abu Mansur al-Maturidi berdebat dengan semua ulama yang tidak sependapat dengannya. Beliau berdebat dengan banyak orang dari golongan Mu’tazillah dan bersatu dengan Asyariyyah dalam melawan mereka

Beliau hidup pada masa yang sama dengan Imam Abu Hasan Al Asy’ari, akan tetapi tidak ada bukti bahwa mereka pernah saling bertemu. Namun dilaporkan bahwa mereka berdebat dan berkomunikasi melalui surat dan melalui murid-murid mereka (meskipun tidak ada bukti nyata bahwa mereka secara nyata berkomunikasi lewat surat).

Beliau memilki perselisihan yang besar dengan Ahlul Hadits, karena menyaksikan pembunuhan besar-besaran antara Ahlul Hadits dan Ahlul Kalam.

Kelebihan dari Imam Abu Mansur Al Maturidi adalah beliau menulis banyak buku, akan tetapi tidak banyak mendapat dukungan dari ulama. Beliau memiliki banyak buku termasuk, “Ushul Fiqh”, “Takfir”, “Takwil” yang di gunakan untuk menyerang Jahmiyah dan salah satu bukunya yang terkenal yaitu “Kitabul Tauhid”. Dalam “Kitabul Tauhid”, tidak disebutkan tentang Tauhid Uluhiyah, pembicarannya murni tentang Tauhid Rububiyah dan sesuatu yang berhubungan kepada Tanzih.

Baca Juga:  Biografi Imam Ibnu Hibban Pengarang Shahih Ibnu Hibban

Kitab-kitab yang pernah dikarang oleh al Maturidi diantaranya adalah;

  1. Kitab Al Tawhid.
  2. Kitab Radd Awa’il al-Adilla, sanggahan terhadap Mu’tazilah.
  3. Radd al-Tahdhib fi al-Jadal, sanggahan terhadap Mu’tazilah
  4. Kitab Bayan Awham al-Mu’tazila, Kitab Pemaparan Kesalahan Mu’tazilah
  5. Kitab Ta’wilat al-Qur’an
  6. Kitab al-Maqalat
  7. Ma’akhidh al-Shara’i’ in kitab dalam Usul al-Fiqh
  8. Al-Jadal fi Usul al-Fiqh
  9. Radd al-Usul al-Khamsa, sanggahan terhadap pemaparan Abu Muhammad al-Bahili’ tentang lima prinsip Mu’tazilah
  10. Radd al-Imama, sanggahan terhadap konsepsi keimaman syiah.
  11. Al-Radd ‘ala Usul al-Qaramita
  12. Radd Wa’id al-Fussaq
Arif Rahman Hakim
Sarung Batik

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *