Meski Sama-sama Catatan Sejarah, Namun Inilah Perbedaan Sirah dan Tarikh

Perbedaan Sirah dan Tarikh

Pecihitam.org – Sering kita mendengar istilah sirah dan tarikh, apalagi bagi orang yang sering membaca tentang sejarah para nabi pasti sudah tidak asing lagi akan istilah tersebut. Lalu apa yang menjadi perbedaan sirah dan tarikh tersebut?

Pecihitam.org, dapat Istiqomah melahirkan artikel-artikel keislaman dengan adanya jaringan penulis dan tim editor yang bisa menulis secara rutin. Kamu dapat berpartisipasi dalam Literasi Dakwah Islam ini dengan ikut menyebarkan artikel ini ke kanal-kanal sosial media kamu atau bahkan kamu bisa ikut Berdonasi.

DONASI SEKARANG

Perbedaan sirah dan tarikh sendiri hanyalah terpaut dalam keterangan dalam sejarah saja. Sirah merupakan kumpulan cerita atau peristiwa yang pernah terjadi dan dianggap penting, sedangkan tarikh adalah penjelasan secara lengkap dalam sebuah sejarah atau peristiwa seperti kapan waktu peristiwa tersebut terjadi.

Berikut adalah penjelasan perbedaan sirah dan tarikh dari berbagai segi.

1. Dari Segi Pengertian       

Secara bahasa kata Sirah berasal dari kata sara yasiru sayra, tas-yara, masara dan sara as sunnata atau sara as sirah; salakaha wa ittaba’ah (yakni menempuh dan mengikutinya).

Ibnu Mandzur dalam kitab Lisanul Arab menyatakan arti as-sirah menurut bahasa adalah kebiasaan, jalan, cara, dan tingkah laku. Menurut istilah umum, artinya adalah perincian hidup seseorang atau sejarah hidup seseorang.          

Sedangkan Tarikh secara bahasa berarti ketentuan waktu. Dan secara istilah, tarikh adalah ilmu yang menggali peristiwa-peristiwa masa lampau agar tidak dilupakan.

Awalnya, tarikh bermakna penetapan bulan kemudian meluas menjadi kalender dalam pengertian umum. Dalam perkembangan selanjutnya, tarikh bermakna pencatatan peristiwa. Semakin maju, ilmu tarikh menjadi lebih luas dan beragam sesuai dengan perkembangan teknologi pencatatan itu sendiri.

Baca Juga:  Waktu Yang Dilarang Untuk Berhubungan Suami Istri Dalam Islam

Dari pengertian sirah dan tarikh di atas dapat kita ketahui perbedaan antara keduanya. Sirah lebih merinci kepada kisah kehidupan seseorang. Sedangkan tarikh lebih kepada pengenalan waktunya.

2. Dari Segi Ruang Lingkup

Ruang lingkup sirah:

Seringkali sirah dimaksudkan sebagai “Sirah Nabawiyah”, secara istilah syar’i maksud dari as-sirah an-nabawiyah adalah Ilmu yang kompeten yang mengumpulkan apa yang diterima dari fakta-fakta sejarah kehidupan Rasulullah S.A.W. secara komprehensif dari sifat-sifatnya, etika dan moral.

Sirah Nabawiyah berisi perincian kisah hidup Nabi SAW, yakni asal-muasal, suku dan nasab, dan keadaan masyarakatnya, sebelum beliau dilahirkan. Kemudian berlanjut kepada kelahiran beliau, masa kecil, remaja, dewasa, pernikahan, diangkat menjadi nabi, serta perjuangan-perjuangan beliau dalam menegakkan Islam hingga beliau wafat.

Ditinjau dari berbagai peristiwa yang ada di dalamnya, sirah adalah bagian dari tarikh, sebab tarikh secara bahasa berarti upaya mengenalkan waktu.

Ruang lingkup tarikh:

Para ulama tidak sama memandang ruang lingkup ilmu tarikh. Misalnya, Ibnu Nadim dalam al-Fihrist meletakan ilmu tarikh di antara bab-bab tentang sastra dan bahasa Arab.

Baca Juga:  Ramadhan: Definisi, Sejarah Pra Islam, Perintah Puasa dan Serba-Serbinya

Al-Khawarizmi menempatkan ilmu tarikh sebagai bagian dari enam pengetahuan ilmu agama, yakni fikih, akidah, bahasa Arab, menulis, sastra, dan khabar. Dalam kitab Rasail Ikhwani as-Safa ilmu biografi dan tarikh dipandang sebagai ilmu dasar sederajat dengan menulis, membaca, bahasa Arab, dan puisi.

Bahkan Ibnu Hazm dalam Maratib al-Ulim wa Kaifiyyah Talabuha memasukkan tarikh ke kurikulum persiapan dari ilmu fisika, matematika, dan linguistik.

Semakin majunya perkembangan zaman, maka ilmu tarikh juga semakin berkembang seperti halnya pencatatan peristiwa sejarah secara umum, seperti Tarikh at-Tabari, Tarikh Ibn Asr, kemudian biografi seperti Mu’jam Ibnu Khallikan, pembukuan peristiwa tahun demi tahun (hauliyyat), pembukuan berita-berita secara kronologis (khabar), dan silsilah.

Perkembangan Ilmu tarikh ini tidak lepas dari beberapa dorongan. Alquran banyak menerangkan kisah-kisah yang bertujuan untuk dijadikan teladan bagi manusia. Selain itu, ada perintah untuk memperhatikan tarikh sebagai pelajaran. Seperti, dalam surah Ar-Ruum ayat 9.

أَوَلَمْ يَسِيرُوا فِي الْأَرْضِ فَيَنْظُرُوا كَيْفَ كَانَ عَاقِبَةُ الَّذِينَ مِنْ قَبْلِهِمْ ۚ كَانُوا أَشَدَّ مِنْهُمْ قُوَّةً وَأَثَارُوا الْأَرْضَ وَعَمَرُوهَا أَكْثَرَ مِمَّا عَمَرُوهَا وَجَاءَتْهُمْ رُسُلُهُمْ بِالْبَيِّنَاتِ ۖ فَمَا كَانَ اللَّهُ لِيَظْلِمَهُمْ وَلَٰكِنْ كَانُوا أَنْفُسَهُمْ يَظْلِمُونَ

Baca Juga:  Tiga Perbedaan Karomah dan Mukjizat

Artinya : Dan apakah mereka tidak mengadakan perjalanan di muka bumi dan memperhatikan bagaimana akibat (yang diderita) oleh orang-orang sebelum mereka? orang-orang itu adalah lebihkuat dari mereka (sendiri) dan telah mengolah bumi (tanah) serta memakmurkannya lebih banyak dari apa yang telah mereka makmurkan. Dan telah datang kepada mereka rasul-rasul mereka dengan membawa bukti-bukti yang nyata. Maka Allah sekali-kali tidak berlaku zalim kepada mereka, akan tetapi merekalah yang berlaku zalim kepada diri sendiri.

Dapat disimpulkan bahwa sirah dan tarikh sama-sama catatan sejarah namun berbeda. Jika sirah yaitu pencatatan sejarah kehidupan seseorang secara terperinci (khusus) sedangkan tarikh yaitu pencatatan peristiwa yang bersegmentasi pada waktu secara umum. Demikian semoga bermanfaat dalam menambah pengetahuan dan dapat dipahami dengan baik. Wallahua’lam.

Lukman Hakim Hidayat