Surah Ar-Ra’d Ayat 20-24; Terjemahan dan Tafsir Al-Qur’an

Surah Ar-Ra'd

Pecihitam.org – Kandungan Surah Ar-Ra’d Ayat 20-24 ini mengatakan Penghormatan kepada perjanjian dan kesepakatan-kesepakatan sosial, merupakan salah satu ciri manusia beriman dan berakal. Menjaga keberlangsungan hubungan kekeluargaan atau silaturahmi, dan pemberian bantuan kepada mereka untuk mengatasi kesulitan yang dihadapi, adalah sesuatu yang sangat ditekankan dalam agama Islam.

Pecihitam.org, dapat Istiqomah melahirkan artikel-artikel keislaman dengan adanya jaringan penulis dan tim editor yang bisa menulis secara rutin. Kamu dapat berpartisipasi dalam Literasi Dakwah Islam ini dengan ikut menyebarkan artikel ini ke kanal-kanal sosial media kamu atau bahkan kamu bisa ikut Berdonasi.

DONASI SEKARANG

Agama Islam menekankan kepada para pengikutnya untuk memperhatikan hubungannya dengan Allah, akan tetapi harus pula dengan memperhatikan hubungan baik dengan sesama manusia. Jika tidak demikian, maka agama seseorang tidak akan sempurna.

Terjemahan dan Tafsir Al-Qur’an Surah Ar-Ra’d Ayat 20-24

Surah Ar-Ra’d Ayat 20
الَّذِينَ يُوفُونَ بِعَهْدِ اللَّهِ وَلَا يَنْقُضُونَ الْمِيثَاقَ

Terjemahan: (yaitu) orang-orang yang memenuhi janji Allah dan tidak merusak perjanjian.

Tafsir Jalalain: الَّذِينَ يُوفُونَ بِعَهْدِ اللَّهِ (Yaitu orang-orang yang memenuhi janji Allah) yang telah mereka ikrarkan di hadapan-Nya, yang hal ini terjadi di alam arwah, atau makna yang dimaksud adalah setiap janji وَلَا يَنْقُضُونَ الْمِيثَاقَ (dan tidak merusak perjanjian) dengan meninggalkan keimanan atau meninggalkan hal-hal yang fardu.

Tafsir Ibnu Katsir: Allah memberitakan tentang orang-orang yang memiliki sifat-sifat terpuji ini, bahwa mereka akan mendapatkan tempat kesudahan yang baik, yaitu balasan dan kemenangan (pertolongan) di dunia dan akhirat, yaitu: الَّذِينَ يُوفُونَ بِعَهْدِ اللَّهِ وَلَا يَنْقُضُونَ الْمِيثَاقَ

Tafsir Quraish Shihab: Mereka yang mengetahui kebenaran itu adalah orang-orang yang menepati janji Allah pada mereka sesuai dengan fitrah, penciptaan dan kuatnya perjanjian itu.

Mereka tidak akan memutuskan ikatan perjanjian yang kuat yang mereka lakukan atas nama Allah antara sesama mereka, apalagi dengan perjanjian yang lebih besar yang Allah lakukan dengan mereka melalui fitrah dan penciptaan serta dijadikannya mereka dapat mengetahui kebenaran lalu beriman, kecuali jika mereka sesat dalam keyakinan.

Surah Ar-Ra’d Ayat 21
وَالَّذِينَ يَصِلُونَ مَا أَمَرَ اللَّهُ بِهِ أَنْ يُوصَلَ وَيَخْشَوْنَ رَبَّهُمْ وَيَخَافُونَ سُوءَ الْحِسَابِ

Terjemahan: dan orang-orang yang menghubungkan apa-apa yang Allah perintahkan supaya dihubungkan, dan mereka takut kepada Tuhannya dan takut kepada hisab yang buruk.

Tafsir Jalalain: وَالَّذِينَ يَصِلُونَ مَا أَمَرَ اللَّهُ بِهِ أَنْ يُوصَلَ (Dan orang-orang yang menghubungkan apa-apa yang Allah perintahkan supaya dihubungkan) yaitu iman, silaturahmi dan lain sebagainya

وَيَخْشَوْنَ رَبَّهُمْ (dan mereka takut kepada Rabb mereka) ancaman-Nya وَيَخَافُونَ سُوءَ الْحِسَابِ (dan takut kepada hisab yang buruk) penafsiran kalimat ini telah dijelaskan sebelumnya.

Tafsir Ibnu Katsir: وَالَّذِينَ يَصِلُونَ مَا أَمَرَ اللَّهُ بِهِ أَنْ يُوصَلَ (Orang-orang yang memenuhi janji Allah dan tidak merusak jerjanjian. Dan orang-orang yang menghbungkan apa-apa yang Allah perintahkan supaya dihubungkan) Yaitu, menghubungkan tali persaudaraan (silaturahmi) dan berbuat baik kepada mereka, kepada fakir, miskin, orang yang membutuhkan, dan mengusahakan kebaikan.

Baca Juga:  Surah Ar-Ra'd Ayat 16; Terjemahan dan Tafsir Al-Qur'an

وَيَخْشَوْنَ رَبَّهُمْ (dan mereka takut kepada Rabb mereka) dalam segala perbuatan yang mereka lakukan dan yang mereka hindarkan, mereka selalu merasa diawasi oleh Allah. وَيَخَافُونَ سُوءَ الْحِسَابِ (dan takut kepada hisab yang buruk) di akhirat nanti.

Tafsir Quraish Shihab: Orang-orang yang beriman itu memiliki sifat cinta dan patuh. Mereka saling mencintai sesama manusia, terutama orang-orang yang memiliki hubungan kerabat dengan mereka. Mereka juga mendukung penguasa-penguasa mereka dalam memerintahkan kebenaran.

Mereka mengetahui hak Allah, oleh karenanya mereka takut kepada-Nya, dan takut kepada hari perhitungan yang akan berakibat baik bagi mereka di hari kiamat. Oleh karena itu, mereka selalu tidak berbuat dosa sedapat mungkin.

Surah Ar-Ra’d Ayat 22
وَالَّذِينَ صَبَرُوا ابْتِغَاءَ وَجْهِ رَبِّهِمْ وَأَقَامُوا الصَّلَاةَ وَأَنْفَقُوا مِمَّا رَزَقْنَاهُمْ سِرًّا وَعَلَانِيَةً وَيَدْرَءُونَ بِالْحَسَنَةِ السَّيِّئَةَ أُولَٰئِكَ لَهُمْ عُقْبَى الدَّارِ

Terjemahan: Dan orang-orang yang sabar karena mencari keridhaan Tuhannya, mendirikan shalat, dan menafkahkan sebagian rezeki yang Kami berikan kepada mereka, secara sembunyi atau terang-terangan serta menolak kejahatan dengan kebaikan; orang-orang itulah yang mendapat tempat kesudahan (yang baik).

Tafsir Jalalain: وَالَّذِينَ صَبَرُوا (Dan orang-orang yang sabar) di dalam menjalankan ketaatan dan menghadapi musibah serta teguh di dalam menjauhi kemaksiatan ابْتِغَاءَ (karena mencari) demi karena وَجْهِ رَبِّهِمْ (Rabbnya) bukan karena mengharapkan kebendaan.

وَأَقَامُوا الصَّلَاةَ وَأَنْفَقُوا (dan mendirikan salat dan menafkahkan) di jalan ketaatan مِمَّا رَزَقْنَاهُمْ سِرًّا وَعَلَانِيَةً وَيَدْرَءُونَ (sebagian rezeki yang Kami berikan kepada mereka secara sembunyi atau terang-terangan serta menolak) menghadapi

بِالْحَسَنَةِ السَّيِّئَةَ (kejahatan dengan kebaikan) seperti menghadapi kebodohan dengan sifat penyantun dan menghadapi perlakuan yang menyakitkan dengan bersabar diri.

أُولَٰئِكَ لَهُمْ عُقْبَى الدَّارِ (orang-orang itulah yang mendapat tempat kesudahan yang baik) yakni mendapat akibat yang terpuji di kampung akhirat, yaitu:

Tafsir Ibnu Katsir: وَالَّذِينَ صَبَرُوا ابْتِغَاءَ وَجْهِ رَبِّهِمْ (Dan orang orang yang sabar karena mencari kerelaan [ridha] Rabb mereka) Sabar meninggalkan semua yang dilarang dan perbuatan berdosa, dengan menahan diri mereka untuk melakukannya, hanya karena Allah, untuk mendapatkan keridhaan-Nya dan pahala yang besar dari-Nya.

وَأَقَامُوا الصَّلَاةَ (Mereka mendirikan shalat) dengan melaksanakan segala ketentuannya, pada waktunya, lengkap dengan ruku’ dan sujudnya dan khusyu’ serta sesuai dengan ketentuan syari’at yang diridhai Allah.

وَأَنْفَقُوا مِمَّا رَزَقْنَاهُمْ (Mereka menafkahkan sebagian rizki yang Kami berikan kepada mereka) Maksudnya, kepada orang-orang yang wajib mereka nafkahi yang menjadi tanggungan mereka, seperti isteri, kerabat dan orang lain seperti orang-orang fakir miskin, orang yang membutuhkan dan orang-orang yang susah.

Baca Juga:  Surah Al-Qashash Ayat 58-59; Terjemahan dan Tafsir Al-Qur'an

سِرًّا وَعَلَانِيَةً (Secara sembunyi maupun terang-terangan) Maksudnya, secara sembunyi maupun diketahui oleh orang lain, tidak ada keadaan apapun yang menghalanginya, baik pada malam maupun Siang hari.

وَيَدْرَءُونَ بِالْحَسَنَةِ السَّيِّئَةَ (Serta menolak kejahatan dengan kebaikan) Maksudnya, menolak perbuatan yang buruk dengan berbuat baik, jika orang yang menyakitinya, maka dibalasnya dengan perbuatan baik, dengan sabar dan menanggung perbuatan buruk orang tersebut dengan sabar dan menanggung perbuatan buruk orang itu dengan lapang dada dan memberikan maaf kepadanya.

Tafsir Quraish Shihab: Mereka pun sabar akan cobaan yang diberikan dengan penuh mengharap perkenan dan rida Allah dalam menegakkan kebenaran. Mereka juga melaksanakan salat pada waktu dan dalam bentuk yang tepat, demi menyucikan jiwa mereka dan demi mengingat Allah.

Selain itu, mereka juga menginfakkan sebagian kekayaan yang diberikan Allah, baik secara diam-diam maupun secara terang-terangan, tanpa riyâ’. Dengan sifat-sifat seperti ini, mereka akan memperoleh akibat yang baik dengan tinggal di tempat yang paling baik di hari kiamat, yaitu surga.

Surah Ar-Ra’d Ayat 23
جَنَّاتُ عَدْنٍ يَدْخُلُونَهَا وَمَنْ صَلَحَ مِنْ آبَائِهِمْ وَأَزْوَاجِهِمْ وَذُرِّيَّاتِهِمْ ۖ وَالْمَلَائِكَةُ يَدْخُلُونَ عَلَيْهِمْ مِنْ كُلِّ بَابٍ

Terjemahan: (yaitu) surga ‘Adn yang mereka masuk ke dalamnya bersama-sama dengan orang-orang yang saleh dari bapak-bapaknya, isteri-isterinya dan anak cucunya, sedang malaikat-malaikat masuk ke tempat-tempat mereka dari semua pintu;

Tafsir Jalalain: جَنَّاتُ عَدْنٍ (Surga Adn) sebagai tempat tinggalnya يَدْخُلُونَهَا (yang mereka masuk ke dalamnya) bersama وَمَنْ صَلَحَ (dengan orang-orang yang saleh) orang-orang yang beriman

مِنْ آبَائِهِمْ وَأَزْوَاجِهِمْ وَذُرِّيَّاتِهِمْ (dari bapak-bapaknya, istri-istrinya dan anak-cucunya) sekali pun mereka tidak mengamalkan seperti apa yang diamalkannya, maka mereka tetap sederajat dengannya sebagai penghormatan terhadapnya.

وَالْمَلَائِكَةُ يَدْخُلُونَ عَلَيْهِمْ مِنْ كُلِّ بَابٍ (sedangkan malaikat-malaikat masuk ke tempat-tempat mereka dari setiap pintu) dari pintu-pintu surga atau pintu-pintu gedung surga, sewaktu pertama kali mereka memasukinya sebagai penghormatan dari para malaikat terhadap mereka.

Tafsir Ibnu Katsir: Oleh karena itu Allah Ta’ala berfirman, memberitakan tentang orang-orang yang bahagia yang mempunyai sifat-sifat yang baik, bahwa mereka akan mendapatkan tempat kesudahan yang baik, kemudian menjelaskan tempat itu adalah: جَنَّاتُ عَدْنٍ (Surga Adn) `Adn artinya tempat tinggal, maksudnya surga tempat tinggal yang abadi di dalamnya.

Firman Allah: يَدْخُلُونَهَا وَمَنْ صَلَحَ مِنْ آبَائِهِمْ وَأَزْوَاجِهِمْ وَذُرِّيَّاتِهِمْ (Mereka ke dalamnya bersama-sama dengan orang-orang shalih dari bapak-bapak mereka, isteri-isteri mereka, dan anak cucu mereka)

Maksudnya, Allah mengumpulkan mereka dengan orang-orang yang mereka cintai di dalam surge itu, yaitu bapak-bapak, isteri-isteri dan anak cucu mereka yang termasuk patut untuk masuk surga, dari kalangan orang-orang yang beriman, supaya mereka terhibur dan senang dapat berkumpul dengan mereka semua, sehingga Allah mengangkat derajat mereka yang rendah menjadi lebih tinggi berkat anugerah dan kebaikan Allah kepada mereka, tanpa mengurangi derajat orang-orang yang memang memiliki derajat yang tinggi.

Baca Juga:  Surah Al-Maidah Ayat 96-99; Seri Tadabbur Al Qur'an

Firman Allah Ta’ala: وَالْمَلَائِكَةُ يَدْخُلُونَ عَلَيْهِمْ مِنْ كُلِّ بَابٍ. (“Sedang para malaikat masuk ke tempat-tempat mereka dari semua pintu”)

Maksudnya, para Malaikat keluar-masuk ke tempat mereka dari sana sini untuk memberikan ucapan selamat atas keberhasilan mereka masuk surga. Karena ketika mereka memasuki surga, para Malaikat datang memberi salam dan ucapan selamat kepada mereka atas apa yang mereka dapatkan dari Allah, berupa kedekatan, kenikmatan dan tempat tinggal surga Darussalam dekat dengan para shiddiqin, para Nabi dan Rasul yang terhormat dan mulia.

Tafsir Quraish Shihab: Akibat baik itu adalah tempat tinggal yang tak akan pernah berakhir di surga yang penuh kenikmatan. Di sana mereka tinggal bersama leluhur-leluhur mereka yang akidah dan perbuatannya benar.

Di samping itu, mereka juga tinggal bersama istri dan anak cucu mereka. Dari segala penjuru, malaikat akan mendatangi dan memberi ucapan selamat kepada mereka.

Surah Ar-Ra’d Ayat 24
سَلَامٌ عَلَيْكُمْ بِمَا صَبَرْتُمْ ۚ فَنِعْمَ عُقْبَى الدَّارِ

Terjemahan: (sambil mengucapkan): “Salamun ‘alaikum bima shabartum”. Maka alangkah baiknya tempat kesudahan itu.

Tafsir Jalalain: Malaikat-malaikat itu mengucapkan سَلَامٌ عَلَيْكُمْ (Kesejahteraan buat kalian) yakni pahala ini بِمَا صَبَرْتُمْ (berkat kesabaran kalian) sewaktu kalian di dunia فَنِعْمَ عُقْبَى الدَّارِ (maka alangkah baiknya tempat kesudahan ini) akibat dari perbuatan kalian itu.

Tafsir Ibnu Katsir: Firman Allah Ta’ala: سَلَامٌ عَلَيْكُمْ بِمَا صَبَرْتُمْ ۚ فَنِعْمَ عُقْبَى الدَّارِ (Salam sejahtera untuk kalian berkat kesabaran kalian.’ Maka alangkah baiknya tempat kesudahan itu.”)

Tafsir Quraish Shihab: Para malaikat itu berkata, “Selamat dan damai abadilah untuk kalian, karena kesabaran kalian menahan derita dan cobaan, serta kesabaran kalian dalam memerangi keinginan nafsu.” Betapa baiknya akibat yang kalian peroleh ini! Surga yang merupakan negeri kenikmatan.

Shadaqallahul ‘adzhim. Alhamdulillah, kita telah pelajari bersama kandungan Surah Ar-Ra’d Ayat 20-24 berdasarkan Tafsir Jalalain, Tafsir Ibnu Katsir dan Tafsir Quraish Shihab. Semoga menambah khazanah ilmu Al-Qur’an kita.

M Resky S