Surah Ar-Ra’d Ayat 27-29; Terjemahan dan Tafsir Al-Qur’an

Surah Ar-Ra'd Ayat 27-29

Pecihitam.org – Kandungan Surah Ar-Ra’d Ayat 27-29, bahwa Allah memberikan hidayah-Nya kepada mereka yang mencari kebenaran. Sudah menjadi sunnatullah bahwa Dia akan memberikan petunjuk kepada semua hamba-Nya. Akan tetapi orang-orang yang memilih jalan menyimpang, maka dia tidak akan mendapatkan petunjuk dari Allah dan akan jauh dari kebenaran.

Pecihitam.org, dapat Istiqomah melahirkan artikel-artikel keislaman dengan adanya jaringan penulis dan tim editor yang bisa menulis secara rutin. Kamu dapat berpartisipasi dalam Literasi Dakwah Islam ini dengan ikut menyebarkan artikel ini ke kanal-kanal sosial media kamu atau bahkan kamu bisa ikut Berdonasi.

DONASI SEKARANG

Al-Quran menjelaskan kepada kita bahwa zikir dan mengingat Allah bisa menentramkan kalbu orang-orang mukmin.Kebahagiaan hidup di dunia hanya bisa terwujud di bawah pancaran iman dan amal saleh. Karena itu, mereka yang berbuat kejelekan tidak akan bisa juga menikmati kebahagiaan sejati hidup di dunia.

Kebahagiaan materi para pemuja dunia, hanya bersifat sementara dan fana. Sementara kebahagiaan orang-orang beriman, tidak hanya di dunia semata, tapi abadi hingga di akhirat kelak.

Terjemahan dan Tafsir Al-Qur’an Surah Ar-Ra’d Ayat 27-29

Surah Ar-Ra’d Ayat 27
وَيَقُولُ الَّذِينَ كَفَرُوا لَوْلَا أُنْزِلَ عَلَيْهِ آيَةٌ مِنْ رَبِّهِ ۗ قُلْ إِنَّ اللَّهَ يُضِلُّ مَنْ يَشَاءُ وَيَهْدِي إِلَيْهِ مَنْ أَنَابَ

Terjemahan: Orang-orang kafir berkata: “Mengapa tidak diturunkan kepadanya (Muhammad) tanda (mukjizat) dari Tuhannya?” Katakanlah: “Sesungguhnya Allah menyesatkan siapa yang Dia kehendaki dan menunjuki orang-orang yang bertaubat kepada-Nya”.

Tafsir Jalalain: وَيَقُولُ الَّذِينَ كَفَرُوا (Orang-orang kafir berkata) mereka adalah dari kalangan penduduk Mekah لَوْلَا (“Mengapa tidak) أُنْزِلَ عَلَيْهِ (diturunkan kepadanya) yakni kepada Muhammad آيَةٌ مِنْ رَبِّهِ (suatu mukjizat dari Rabbnya?”) seperti tongkat dan tangan Nabi Musa dan unta Nabi Saleh.

قُلْ (Katakanlah) kepada mereka إِنَّ اللَّهَ يُضِلُّ مَنْ يَشَاءُ (Allah menyesatkan siapa yang Dia kehendaki) untuk disesatkan oleh sebab itu tiada gunanya sedikit pun baginya mukjizat-mukjizat itu

Baca Juga:  Surah Ar-Ra'd Ayat 1; Terjemahan dan Tafsir Al-Qur'an

وَيَهْدِي (dan menunjuki) memberikan petunjuk إِلَيْهِ (kepada-Nya) kepada agama-Nya مَنْ أَنَابَ (orang-orang yang bertobat) kepada-Nya. Kemudian pada ayat selanjutnya diterangkan, siapa yang dimaksud orang-orang yang bertobat itu.

Tafsir Ibnu Katsir: Allah memberitakan tentang orang-orang musyrik: لَوْلَا أُنْزِلَ عَلَيْهِ آيَةٌ مِنْ رَبِّهِ (Mengapa tidak diturunkan kepadanya [Muhammad] tanda [mukjizat] dari Rabbnya) ini seperti kata mereka yang artinya: “Maka hendaklah ia mendatangkan kepada kami suatu tanda [mu’jizat] seperti para rasul terdahulu.” (al-Anbiyaa’: 5)

Hal ini sudah dibicarakan berkali-kali sebelumnya, dan Allah Mahakuasa untuk memenuhi permintaan mereka. oleh karena itu Allah berfirman kepada Rasul-Nya: قُلْ إِنَّ اللَّهَ يُضِلُّ مَنْ يَشَاءُ وَيَهْدِي إِلَيْهِ مَنْ أَنَابَ (Katakanlah: “Sesungguhnya Allah menyesatkan siapa yang Dia kehendaki, dan menunjuki orang-orang yang bertaubat kepada-Nya”).

Maksudnya, Allahlah yang menyesatkan dan memberi petunjuk, baik mengutus Rasul dengan tanda (mukjizat) seperti yang mereka minta, atau tidak memenuhi permintaan mereka. Karena petunjuk dan penyesatan itu tidak tergantung pada adanya mukjizat atau tidak adanya mukjizat.

Tafsir Quraish Shihab: Sikap keras kepala orang-orang musyrik itu mendorong mereka untuk mengatakan, “Mengapa tidak diturunkan mukjizat lain kepada Muhammad?”

Katakan kepada mereka, wahai Muhammad, “Penyebab tidak berimannya kalian itu bukanlah kurangnya mukjizat, melainkan kesesatan kalian sendiri. Allah Swt. menyesatkan siapa saja yang dikehendaki-Nya, selama orang itu berjalan pada jalan kesesatan. Demikian pula, Allah akan memberi petunjuk kebenaran kepada siapa saja yang selalu kembali kepada Allah.

Surah Ar-Ra’d Ayat 28
الَّذِينَ آمَنُوا وَتَطْمَئِنُّ قُلُوبُهُمْ بِذِكْرِ اللَّهِ ۗ أَلَا بِذِكْرِ اللَّهِ تَطْمَئِنُّ الْقُلُوبُ

Baca Juga:  Surah Al-Mu'min Ayat 1-3; Terjemahan dan Tafsir Al-Qur'an

Terjemahan: (yaitu) orang-orang yang beriman dan hati mereka manjadi tenteram dengan mengingat Allah. Ingatlah, hanya dengan mengingati Allah-lah hati menjadi tenteram.

Tafsir Jalalain: الَّذِينَ آمَنُوا وَتَطْمَئِنُّ (Yaitu orang-orang yang beriman dan yang merasa tenang) tenteram قُلُوبُهُمْ بِذِكْرِ اللَّهِ (hati mereka dengan mengingat Allah) mengingat janji-Nya. أَلَا بِذِكْرِ اللَّهِ تَطْمَئِنُّ الْقُلُوبُ (Ingatlah, hanya dengan mengingat Allahlah hati menjadi tenteram) yakni hati orang-orang yang beriman.

Tafsir Ibnu Katsir: الَّذِينَ آمَنُوا وَتَطْمَئِنُّ قُلُوبُهُمْ بِذِكْرِ اللَّهِ (“Yaitu orang-orang yang beriman dan hati mereka tenteram dengan mengingat Allah.”) Maksudnya, hati itu menjadi baik, bersandar kepada Allah, dan menjadi tenang ketika ingat kepada-Nya dan rela (ridha) Allah sebagai Pelindung dan Penolong.

Oleh sebab Allah berfirman: أَلَا بِذِكْرِ اللَّهِ تَطْمَئِنُّ الْقُلُوبُ (“Ingatlah hanya dengan mengingat Allah hati menjadi tenteram.”) Maksudnya, itulah hal yang sepantasnya diperoleh dengan mengingat Allah.

Tafsir Quraish Shihab: Orang-orang yang selalu kembali kepada Allah dan menyambut kebenaran itu adalah orang-orang yang beriman. Mereka adalah orang-orang yang ketika berzikir mengingat Allah dengan membaca al-Qur’ân dan sebagainya, hati mereka menjadi tenang.

Hati memang tidak akan dapat tenang tanpa mengingat dan merenungkan kebesaran dan kemahakuasaan Allah, dengan selalu mengharap keridaan-Nya.

Surah Ar-Ra’d Ayat 29
الَّذِينَ آمَنُوا وَعَمِلُوا الصَّالِحَاتِ طُوبَىٰ لَهُمْ وَحُسْنُ مَآبٍ

Terjemahan: Orang-orang yang beriman dan beramal saleh, bagi mereka kebahagiaan dan tempat kembali yang baik.

Tafsir Jalalain: الَّذِينَ آمَنُوا وَعَمِلُوا الصَّالِحَاتِ (Orang-orang yang beriman dan beramal saleh) kalimat ini menjadi mubtada sedangkan khabarnya ialah طُوبَىٰ (alangkah bahagianya) lafal thuubaa mashdar daripada lafal ath-thiib, adalah nama sebuah pohon di surga, seseorang yang berkendaraan tidak akan dapat menempuh naungannya sekali pun berjalan seratus tahun لَهُمْ وَحُسْنُ مَآبٍ (bagi mereka dan tempat kembali yang baik) tempat kembali di akhirat.

Baca Juga:  Surah Ar-Ra'd Ayat 43; Terjemahan dan Tafsir Al-Qur'an

Tafsir Ibnu Katsir: Dan firman-Nya: الَّذِينَ آمَنُوا وَعَمِلُوا الصَّالِحَاتِ طُوبَىٰ لَهُمْ وَحُسْنُ مَآبٍ (Orang-orang yang beriman dan beramal shalih, bagi mereka kebahagiaan dan tempat kembali yang baik)

Imam Ahmad meriwayatkan dari Abu Sa’id al-Khudri, dari Rasulullah saw. bahwa ada seorang laki-laki berkata: “Wahai Rasulullah, beruntunglah orang yang melihatmu dan beriman kepadamu.” Beliau berkata: “Thuubaa bagi orang yang melihatku dan percaya (beriman) kepadaku, dan Thuubaa, kemudian Thuubaa, kemudian Thuubaa bagi orang yang percaya (beriman) kepadaku tetapi belum pernah melihatku.”

Tafsir Quraish Shihab: Orang-orang yang tunduk kepada kebenaran dan melakukan amal saleh, akan memperoleh akibat dan tempat kembali yang baik.

Shadaqallahul ‘adzhim. Alhamdulillah, kita telah pelajari bersama kandungan Surah Ar-Ra’d Ayat 27-29 berdasarkan Tafsir Jalalain, Tafsir Ibnu Katsir dan Tafsir Quraish Shihab. Semoga menambah khazanah ilmu Al-Qur’an kita.

M Resky S