Surah Al-A’raf Ayat 93; Seri Tadabbur Al-Qur’an

Surah Al-A'raf Ayat 93

Pecihitam.org – Surah Al-A’raf Ayat 93 menceritakan tentang Nabi Syu’aib yang akhirnya meninggalkan kaumnya setelah mereka ditimpakan azab, penderitaan dan siksaan. Nabi Syu’aib mencela dan memberi kecaman kepada mereka

Firman Allah SWT di dalam Al Qur’an Surah Al-A’raf Ayat 93;

فَتَوَلَّىٰ عَنْهُمْ وَقَالَ يَا قَوْمِ لَقَدْ أَبْلَغْتُكُمْ رِسَالَاتِ رَبِّي وَنَصَحْتُ لَكُمْ ۖ فَكَيْفَ آسَىٰ عَلَىٰ قَوْمٍ كَافِرِينَ

Terjemahan: Maka Syu’aib meninggalkan mereka seraya berkata: “Hai kaumku, sesungguhnya aku telah menyampaikan kepadamu amanat-amanat Tuhanku dan aku telah memberi nasehat kepadamu. Maka bagaimana aku akan bersedih hati terhadap orang-orang yang kafir?”

Tafsir Quraish Shihab: Ketika Syu’ayb melihat kehancuran yang menimpa mereka, ia berpaling dari mereka dan berkata sambil melepaskan tanggung jawab, “Aku telah sampaikan kepada kalian pesan-pesan Tuhan yang dapat membawa kepada kebaikan jika kalian lakukan.

Baca Juga:  Surah Al-A'raf Ayat 188; Seri Tadabbur Al-Qur'an

Dan aku telah berusaha keras memberikan nasihat yang dapat menyelamatkan kalian dari hukuman Allah. Bagaimana aku akan bersedih hati melihat penderitaan orang-orang yang kafir?

Itu tidak akan terjadi. Sebab aku sudah berusaha keras memberikan petunjuk dan berupaya menyelamatkan mereka, tetapi mereka malah memilih kehancuran.

Tafsir Jalalain: فَتَوَلَّىٰ (Maka Syuaib berpaling) yakni meninggalkan عَنْهُمْ وَقَالَ يَا قَوْمِ لَقَدْ أَبْلَغْتُكُمْ رِسَالَاتِ رَبِّي وَنَصَحْتُ لَكُمْ (mereka seraya berkata, “Hai kaumku! Sesungguhnya aku telah menyampaikan amanat-amanah Tuhanku dan aku telah memberi nasihat kepadamu) akan tetapi kamu tidak juga mau beriman

فَكَيْفَ آسَىٰ (Maka bagaimana aku akan bersedih hati) bersusah hati عَلَىٰ قَوْمٍ كَافِرِينَ (terhadap orang-orang yang kafir?”) Istifham di sini bermakna nafi.

Baca Juga:  Surah Al-A'raf ayat 4-7; Seri Tadabbur Al-Qur'an

Tafsir Ibnu Katsir: Maka Nabi Syu’aib pun meninggalkan mereka setelah mereka ditimpa azab, penderitaan dan siksaan. Nabi Syu’aib berkata kepada mereka, yang mana merupakan sebuah celaan dan kecaman:

ا قَوْمِ لَقَدْ أَبْلَغْتُكُمْ رِسَالَاتِ رَبِّي وَنَصَحْتُ لَكُمْ (Hai kaumku, sesungguhnya aku telah menyampaikan kepadamu amanat-amanat Rabbku dan aku telah memberi nasehat kepadamu) Artinya, aku telah menyampaikan kepada kalian, risalah yang diamanatkan kepadaku, untuk itu tidak ada penyesalan (kesedihan) untuk kalian, karena kalian telah ingkar terhadap apa yang aku bawa kepada kalian.

Oleh karena itu Syu’aib berkata: فَكَيْفَ آسَىٰ عَلَىٰ قَوْمٍ كَافِرِينَ (Maka bagaimana aku akan bersedih hati terhadap orang-orang yang kafir?)

Baca Juga:  Sejarah Munculnya Tafsir Maudhui dalam Ilmu Tafsir

Alhamdulillah, demikianlah telah kita bahas bersama Surah Al-A’raf Ayat 93 berdasarkan Tafsir Quraish Shihab, Tafsir Jalalain dan Tafsir Ibnu Katsir yang merupakan kelanjutan dari seri Tadabbur Al Qur’an kita. Semoga bermanfaat.

M Resky S
Pecihitam.org, dapat Istiqomah melahirkan artikel-artikel keislaman dengan adanya jaringan penulis dan tim editor yang bisa menulis secara rutin. Kamu dapat berpartisipasi dalam Literasi Dakwah Islam ini dengan ikut menyebarkan artikel ini ke kanal-kanal sosial media kamu atau bahkan kamu bisa ikut Berdonasi.

DONASI SEKARANG