Kisah Lengkap Nabi Sulaiman dan Kawanan Semut yang Diceritakan dalam Al-Qur’an

Kisah Lengkap Nabi Sulaiman dan Kawanan Semut yang Diceritakan dalam Al-Qur'an

Pecihitam.org– Nabi Sulaiman alaihis salam terkenal sebagai seorang nabi yang sangat cerdik dan kaya raya. Ia memiliki istana yang sangat megah. Kemegahan istananya diakuali oleh semua kerajaan-kerajaan lainnya. Selain itu, Allah SWT menganugerahkan kepadanya ilmu yang luar biasa. Beliau dapat memerintahkan Jin, dan bahkan dapat berbicara dan mengerti bahasa binatang. Tulisan ini mengisahkan tentang Nabi Sulaiman dan raja semut.

Pecihitam.org, dapat Istiqomah melahirkan artikel-artikel keislaman dengan adanya jaringan penulis dan tim editor yang bisa menulis secara rutin. Kamu dapat berpartisipasi dalam Literasi Dakwah Islam ini dengan ikut menyebarkan artikel ini ke kanal-kanal sosial media kamu atau bahkan kamu bisa ikut Berdonasi.

DONASI SEKARANG

Pada suatu hari Nabi Sulaiman alaihis salam melakukan perjalanan ke kota Thaif atau negeri Syam. Ketika melakukan perjalanan, ia membawa pasukan yang banyak. Pasukan itu terdiri dari manusia, jin dan burung-burung.

Nabi Sulaiman alaihis salam berjalan bersama manusia dan jin. Sedangkan, burung-burung terbang dengan sayapnya sehingga bisa menaungi Nabi Sulaiman beserta pasukannya.

Nabi Sulaiman juga mengatur pasukannya. Di bagian depan bertugas menjaga agar tidak ada yang melewati batas yang telah ditentukan. Pasukan di belakang bertugas menjaga agar tak ada seorang pun anggota pasukan yang ketinggalan.

Di tengah-tengah perjalanan, Nabi Sulaiman dan pasukannya masuk ke sebuah lembah. Di lembah tersebut banyak sarang semut. Kawanan semut yang melihat banyaknya pasukan yang dibawa Nabi Sulaiman as, mereka pun ketakutan.

Mereka khawatir terinjak-injak pasukan besar itu. Saat itulah, sang raja semut memberikan komando pada kawanannya agar segera menghindar masuk. Sebagaimana disebutkan Allah dalam Surat An-Naml

Baca Juga:  Kisah Nabi Sulaiman Menolong Laki-laki Menghindari Malaikat Maut

حَتَّى إِذَا أَتَوْا عَلَى وَادِي النَّمْلِ قَالَتْ نَمْلَةٌ يَا أَيُّهَا النَّمْلُ ادْخُلُوا مَسَاكِنَكُمْ لَا يَحْطِمَنَّكُمْ سُلَيْمَانُ وَجُنُودُهُ وَهُمْ لَا يَشْعُرُونَ

Hingga apabila mereka sampai di lembah semut berkatalah seekor semut, “Hai semut-semut, masuklah ke dalam sarang-sarangmu, agar kamu tidak diinjak oleh Sulaiman dan tentaranya, sedangkan mereka tidak menyadari” (QS. An-Naml ayat 18)

Nabi Sulaiman yang dapat mendengar dan mengerti basaha hewan, beliau tertawa ketika mendengar perkataan raja semut yang ketakutan. Kemudian Nabi Sulaiman bersyukur kepada Allah SWT yang telah memberi keistimewaan kepadanya, sehingga ia dapat memahami ketakutan para semut. Ia kemudian berdoa kepada Allah SWT sebagai bentuk syukur.

فَتَبَسَّمَ ضَاحِكًا مِنْ قَوْلِهَا وَقَالَ رَبِّ أَوْزِعْنِي أَنْ أَشْكُرَ نِعْمَتَكَ الَّتِي أَنْعَمْتَ عَلَيَّ وَعَلَىٰ وَالِدَيَّ وَأَنْ أَعْمَلَ صَالِحًا تَرْضَاهُ وَأَدْخِلْنِي بِرَحْمَتِكَ فِي عِبَادِكَ الصَّالِحِينَ

Maka dia tersenyum dengan tertawa karena (mendengar) perkataan semut itu. Dan dia berdoa: “Ya Tuhanku berilah aku ilham untuk tetap mensyukuri nikmat-Mu yang telah Engkau anugerahkan kepadaku dan kepada kedua orang ibu bapakku dan untuk mengerjakan amal saleh yang Engkau ridhai; dan masukkanlah aku dengan rahmat-Mu ke dalam golongan hamba-hamba-Mu yang saleh”. (QS. An-Naml ayat 19)

Baca Juga:  Kisah Umar bin Khattab Ingin Membunuh Nabi Saw Sebelum Memeluk Islam

Lanjut cerita, Nabi Sulaiman akhirnya meminta pasukannya untuk berhenti. Para pasukan yang tak mengerti maksudnya menjadi kebingungan. Lalu Nabi Sulaiman as menjelaskan apa yang ia dengar dari raja semut dan rakyatnya. Kemudian mereka mencari jalan lain untuk sampai ke tujuan.

Kisah lain tentang Nabi Sulaiman yang mendengar pembicaraan semut adalah ketika pernah suatu waktu Nabi Sulaiman mengumpulkan pasukannya untuk berdo’a, memohon agar diturunkan hujan.

Nabi Sulaiman alaihis salam keluar dari istananya untuk meminta hujan. Tiba-tiba ia menjumpai seekor semut yang berbaring dengan punggungnya (terlentang), dan semua kakinya diangkat menghadap langit. Semut itu lalu berdoa:

“Ya Allah, sesungguhnya kami adalah salah satu dari makhluk-Mu. Kami sangat memerlukan guyuran air (hujan)-Mu. Jika Engkau tidak mengguyuri kami (dengan air hujan-Mu), Kau akan membuat kami binasa”.

Mendengar do’a tersebut, Nabi Sulaiman pun memerintahkan pasukannya untuk kembali ke tempatnya masing-masing. Belaiu tahu bahwa semut dan hewan-hewan lainnya tidak pernah lupa untuk bertasbih kepada Allah Swt. Dan akhirnya hujanpun turun membasahi kawasan tersebut.

Baca Juga:  Kehebatan Sahabat Abu Hurairah Ad-Dausi Dalam Hafalan

Dari cerita Nabi Sulaiman dan semut ini, kita dapat mengambil pelajaran bahwa Nabi Sulaiman as adalah sosok Nabi yang cerdas dan kaya raya.

Walaupun begitu, ia tidak pernah lupa bahwa segala kekayaan, ilmu, dan keistimewaan yang dia miliki berasal dari Allah SWT. Nabi Sulaiman as tidak pernah lupa mensyukuri apa yang telah Allah SWT berikan kepadanya. Ia selalu berdoa agar Allah SWT terus melimpahkan rasa syukur kepadanya.

Ingat! Di atas langit masih ada langit. Artinya sehebat apapun kita, itu tidak ada artinya dibandingkan kehebatan Allah Swt. Jadi tetaplah menjadi manusia yang rendah hati dan tidak sombong.

Faisol Abdurrahman