Ternyata, dari 25 Utusan yang Wajib Kita Ketahui, Ada Nabi yang Bersaudara

Ternyata, dari 25 Utusan yang Wajib Kita Ketahui, Ada Nabi yang Bersaudara

Pecihitam.org – Jumlah nabi dan utusan adalah sebanyak 124.000. Dari jumlah itu, ada 25 yang wajib kita ketahui. Dan dari sekian banyak itu, ternyata ada nabi yang kakak beradik atau bersaudara. Siapa sajakah mereka?

Pecihitam.org, dapat Istiqomah melahirkan artikel-artikel keislaman dengan adanya jaringan penulis dan tim editor yang bisa menulis secara rutin. Kamu dapat berpartisipasi dalam Literasi Dakwah Islam ini dengan ikut menyebarkan artikel ini ke kanal-kanal sosial media kamu atau bahkan kamu bisa ikut Berdonasi.

DONASI SEKARANG

Nabi Ismail dan Ishaq

Nabi Ismail dan Nabi Ishaq, keduanya adalah putra dari khalilullah, Nabi Ibrahim alaihissalam. Ismail adalah putra Nabi Ibrahim dengan istrinya yang bernama Siti Hajar. Sedangkan Ishaq adalah putra Nabi Ibrahim dengan istrinya yang bernama Siti Sarah.

Nabi Ismail diangkat menjadi nabi pada tahun 1850 SM. Ia tinggal di Amaliq dan berdakwah untuk penduduknya, Bani Jurhum dan Qabilah Yaman. Namanya disebutkan sebanyak 12 kali dala Al-Quran. Ia meninggal pada tahun 1779 SM di Mekkah.

Dalam sejarah, ia dianggap sebagai “Bapak Bangsa Arab” walaupun ia bukan orang Arab asli. Tapi ia belajar bahasa Arab dari orang yang singgah di Makkah dari kalangan di mana ia diutus sebagai nabi. Maka bisa diambil kesimpulan bahwa Isma’il bukanlah nenek moyang bangsa Arab.

Nabi Ishaq. Dalam bahasa Ibrani, Ishaq bermkna tertawa. Diberi nama Ishaq, karena konon waktu dilahirkan ia tidak menangis seperti bayi pada umum melainkan tertawa.

Baca Juga:  Kisah Nabi Musa Telanjang Berlarian Mengejar Batu

Nabi Musa dan Harun

Musa mendapat julukan Kalimullah yang artinya “orang yang diajak bicara oleh Allah”. Bahkan tidak jarang dia berdialog dengan Allah, dialog antara seorang hamba yang sangat dekat dengan Sang Kekasih Yang Maha Pengasih.

Ia adalah abang dari Harun. Putra Amran dan Yukabid. Nabi Musa merupakan salah satu Rasul Ulul Azmi. Namanya disebutkan lebih dari 120 kali di dalam Al-Qur’an, ini menunjukkan bahwa ia merupakan salah satu manusia sukses dan berpengaruh dari generasi pertengahan.

Banyak ayat di dalam Al-Qur’an yang mengisahkan tentang nabi untuk Bani Israil ini. Mulai dari tinggalnya di dalam istana, dikejar oleh bala tentara Firaun untuk dibunuh, tinggal bersama Nabi Syu’aib, membelah laut. Dan masih banyak lagi kisah-kisah yang berkaitan dengan nabi Musa baik di dalam Al-Qur’an, Hadis maupun atsar.

Nama Nabi Harun ‘alaihi as-salâm disebut dalam Al-Qur’an sebanyak 19 kali,  tersebar dalam Surat Al-Baqarah (1 kali), Surat An-Nisa’ (1 kali), Surat Al-An’am (1 kali), Surat Al-A’raf (2 kali), Surat Yunus (1 kali), Surat Maryam (1 kali), Surat Thaha (4 kali), Surat Al-Anbiya’ (1 kali), Surat Al-Mu’minun (1 kali).

Baca Juga:  Debat Nabi Musa dengan Imam Al-Ghazali, Luar Biasa Akhlak dan Ilmu Sang Hujjatul Islam

Surat Al-Furqan (1 kali), Surat Asy-Syu’ara (2 kali) Surat Al-Qashash (1 kali), dan Surat Ash-Shaffat (2 kali). Ada satu nama Harun lagi disebutkan pada Surat Maryam ayat 28, tetapi para mufassir berbeda pendapat apakah yang dimaksud Harun saudara Musa atau Harun yang lain yang ada di zaman Maryam ibunya Nabi Isa AS.

Selain nabi Ishak dan Ismail, Musa dan Harun adalah dua nabi yang bersaudara. Bahkan diutusnya Harun menjadi nabi adalah berdasarkan permintaan Nabi Musa.

Musa memohon kepada Allah agar Harun dijadikan nabi supaya Nabi Musa bisa dengan mudah menjelaskan maksud perkataannya kepada kaumnya. Mengenai ini para ulama berbeda pendapat. Ada yang menyatakan Nabi Musa kesusahan untuk berbicara kepada kaumnya dikarenakan lisan Nabi Musa cadel, karena sewaktu kecil beliau pernah memakan bara api ketika tinggal bersama Firaun.

Namun pendapat yang lain menyatakan kesusahan Nabi Musa berbicara dengan kaum Bani Israil bukan disebabkan itu, melainkan karena Nabi Musa telah tinggal cukup lama di negeri Madyan, sehingga ia kesulitan untuk berkomunikasi dengan bahasa yang dulu pernah ia pakai sewaktu tinggal dengan Bani Israil.

Baca Juga:  Kisah Nabi Musa Diangkat Menantu Oleh Nabi Syuaib Setelah Mengabdi Selama Delapan Tahun

Allah subhanahu wa ta’ala berfirman

قَالَ رَبِّ اشْرَحْ لِيْ صَدْرِيْ وَيَسِّرْ لِيْٓ اَمْرِيْ وَاحْلُلْ عُقْدَةً مِّنْ لِّسَانِيْ يَفْقَهُوْا قَوْلِيْ وَاجْعَلْ لِّيْ وَزِيْرًا مِّنْ اَهْلِيْ هٰرُوْنَ اَخِى

Dia (Musa) berkata, “Ya Tuhanku, lapangkanlah dadaku, dan mudahkanlah untukku urusanku, dan lepaskanlah kekakuan dari lidahku, agar mereka mengerti perkataanku, dan jadikanlah untukku seorang pembantu dari keluargaku, (yaitu) Harun, saudaraku (QS. Thaha ayat 25 – 30)

Faisol Abdurrahman