Pandangan Islam tentang Berita Hoax, Dosanya sampai Hari Kiamat

Pandangan Islam tentang Berita Hoax

Pecihitam.org – Kabar burung yang berkembang di masyarakat sering kali menimbulkan keributan dan kesalah pahaman. Hal ini di sebabkan karena, penyebaran informasi melalui media sosial biasanya asal share tanpa menyeleksi terlebih dahulu berita mana yang benar dan yang tidak. Berita kebohongan yang sering terjadi saat ini di sebut dengan hoax. Lalu bagaimana pandangan islam tentang berita hoax?

Dengan adanya media sosial yang dapat memudahkan seseorang menyebarkan segala sesuatu termasuk informasi atau berita. Hal ini terkadang di salah gunakan oleh pihak-pihak yang tidak bertanggung jawab agar menimbulkan kekacauan, provokasi, fitnah tentang islam, menakut-nakuti dan keributaan lainnya karena akibat dari berita hoaks tersebut.

Menyebarkan berita hoax sama saja dengan menyebarkan tentang berita kebohongan kepada banyak orang, dengan membesar-besarkan peristiwa yang kecil dan melebih-lebihkan pemberitaan sehingga dapat menimbulkan kesalahpahaman satu sama lain. Adapun berita hoax yang menyinggung tentang suatu kehormatan seseorang, bahkan sampai menimbulkan perceraian dalam rumah tangga.

Rasulullah Saw pernah bersabda dalam sebuah hadist riwayat Imam Muslim sebagai berikut,

“Cukup seseorang di katakan sebagai pendusta apabila dia mengatakan semua yang di dengar,” (HR. Muslim no. 7)

Berita hoax ini sebenarnya sudah ada sejak lama, namun berita hoax yang saat ini sering terjadi sangat berbahaya karena cukup sulit untuk di verifikasi kebenarannya. Adapun berita hoax yang berisi tentang ujaran kebencian dan fitnah terhadap seseorang atau golongan. Padalah dalam syariat di sebutkan bahwa fitnah itu lebih kejam dari pada pembunuhan, ini berarti bahwa fitnah itu sangat berbahaya, bahkan bisa menimbulkan kehancuran dan kematian bagi banyak orang.

Baca Juga:  6 Kebiasaan Buruk Saat Jalankan Ibadah Puasa yang Harus di Hindari

Oleh sebab itu, sebagai makhluk sempurna dan di berikan akal oleh Allah Swt sebaiknya kita dapat memilah berita yang datang dengan teliti. Jangan sampai terpengaruh terhadap munculnya berita yang kita sendiri tidak tahu akan kebenarannya. Seharusnya informasi atau berita yang kita sebarkan adalah berita yang berfaedah bagi khalayak umum.

Dalam ushul fiqh telah di jelaskan tentang pengertian dari berita atau khabar. Berita adalah sesuatu yang mungkin benar sekaligus mungkin saja salah. Bahkan ada ilmu yang di sebut dengan jarh wa ta’dil yaitu pengetahuan untuk mengkaji tentang kesahihan daari sebuah hadist. Hal ini menujukkan bahwa sebaiknya kita harus mengkaji setiap berita yang beredar dan tidak asal mebagikan pada banyak orang jika itu belum pasti kebenarannya.

Baca Juga:  Inilah Tiga Amalan Yang Sepadan dengan Ibadah Haji

Perintah untuk mengkaji sebuah informasi atau berita tersebut telah di jelaskan oleh Allah Swt dalam firmannya sebagai berikut,

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا إِنْ جَاءَكُمْ فَاسِقٌ بِنَبَإٍ فَتَبَيَّنُوا أَنْ تُصِيبُوا قَوْمًا بِجَهَالَةٍ فَتُصْبِحُوا عَلَىٰ مَا فَعَلْتُمْ نَادِمِينَ

”Wahai orang-orang yang beriman, jika datang kepadamu orang fasik mmembawa suatu informasi, maka periksalah dengan teliti, agar kamu tidak menimpakan suatu musibah kepada suatu kaum tanpa mengetahui keadaannya yang menyebabkan kamu menyesal atas perbuatanmu itu,” (QS. Al- Hujarat: 6).

Mengenai hukuman bagi orang yang menyebarkan berita hoaks ini telah di jelaskan dalam sebuah hadist bahwa Rasulullah Saw pernah bermimpi melihat dua orang yang mendekati Rasulullah Saw. Kemudian yang satu berdiri di dekat kepala temannya dengan membawa gancu kemudia ia masukkan kemulutnya lalu ia tarik sampai pipinya robek kemudian ia tarik kembali dan melakukannya berulang-ulang. Kemudian Malaikat Jibril as. pun menjelaskan tentang mimpi Rasulullah Saw sebagai berikut,

“Orang pertama yang kamu lihat, dia adalah seorang pendusta. Dia membuat kedustaan dan dia sebarkan ke seluruh penjuru dunia. Dia di hukum seperti itu sampai hari kiamat, kemudian Allah memperlakukan orang tersebut sesuai yang Dia kehendaki,” (HR. Ahmad no. 20165)

Baca Juga:  Ya’juj dan Ma’juj, Tanda Kiamat Yang Harus Diketahui

Jadi, tentang berita hoax dalam pandangan islam sendiri pada dasarnya adalah perbuatan tercela dan tidak di bolehkan karena tidak ada manfaat di dalamnya melainkan berisi fitnah dan ujaran kebencian yang dapat memecahkan persatuan antar umat. Sehingga ketika menerima suatu berita atau informasi sebaiknya kita teliti dan mencari bukti kebenaran berita tersebut terlebih dahulu, sebelum kita menyebarkannya pada banyak orang. Wallahua’lam bisshawab.

Arif Rahman Hakim
Sarung Batik
Pecihitam.org, dapat Istiqomah melahirkan artikel-artikel keislaman dengan adanya jaringan penulis dan tim editor yang bisa menulis secara rutin. Kamu dapat berpartisipasi dalam Literasi Dakwah Islam ini dengan ikut menyebarkan artikel ini ke kanal-kanal sosial media kamu atau bahkan kamu bisa ikut Berdonasi.

DONASI SEKARANG