Pengertian, Waktu dan Tata Cara Shalat Istikharah (Panduan Lengkap)

Pengertian, Waktu Pelaksanaan dan Tata Cara Shalat Istikharah

Pecihitam.org – Sepanjang Perjalanan hidup ini kita akan selalu dihadapkan pada berbagai pilihan, pilihan itu membuat kita bingung untuk menentukan mana yang terbaik sehingga shalat istikharah inilah jawaban yang tepat.

Pengertian

Shalat Istikharah adalah shalat sunnah yang dilaksanakan sebanyak 2 rakaat atau paling banyak 12 rakaat (6 salam) yang yang bertujuan untuk meminta petunjuk kepada Allah SWT karena bingung dengan pilihan yang ada dan merasa ragu ketika akan memutuskan sesuatu.

Istikharah menurut Imam Nawawi dalam kitab al-adzkar sangat dianjurkan (sunnah) pada semua perkara yang memiliki beberapa alternatif. Hadits riwayat Jabir Ibn Abdillah ra, Rasulullah SAW bersabda:

اذا هم أحد كم بالأمر فليركع ركعتين ثم ليقل: أللهم… (رواه البخاري)

Jika diantara kalian ingin melakukan suatu perkara/urusan, maka rukuklah (shalatlah) dua rakaat: kemudian berdoa (HR. Bukhari)

Redaksi dalam hadits tersebut menggunakan kata ‘al-amr’ yang berarti perkara atau urusan yang mengandung makna umum. Meski demikian berbagai perkara wajib tidak perlu di-istikharahi. Sebab kita tidak punya pilihan lain. Yakni yang wajib harus dilakukan dan yang haram harus ditinggalkan. Tidak perlu istikharah apakah akan mengerjakan shalat atau tidak misalnya. Demikian juga dengan mencuri, berzina dan sejenisnya.

Kapan Waktu Shalat Istikharah?

Waktu Shalat Istikharah bisa dilakukan kapan saja asalkan bukan waktu yang terlarang untuk melakukan shalat.

Meskipun bisa dilakukan kapan saja, shalat istikharah akan lebih bagus jika dilakukan ketika sepertiga malam terkhir sebagaimana waktu pelaksanaan shalat tahajud. Tentu di waktu tersebut anda bisa lebih khusyu’ dan bisa lebih “intim” berkomunikasi dengan Allah SWT.

Tata Cara Shalat Istikharah

Sebelum melaksanakan sholat istikharah, tentunya diri kita harus dalam keadaan suci begitu pula dengan pakaian shalat serta tempat shalat yang digunakan harus suci terbebas dari najis.

Baca Juga:  Panduan Lengkap Tata Cara Sholat Hajat, Dalil Hingga Doanya

Tata cara sholat istikharah sama dengan shalat sunnah pada umumnya, namun yang membedakan adalah bacaan niatnya. Berikut ini merupakan panduan atau tata cara shalat istikharah yang harus anda ketahui:

1. Niat

Hal pertama yang akan dilakukan adalah membaca niat. Tanpa niat amalan kita tersebut tidak akan diterima. Niat bisa diucapkan dengan suara pelan (Sirr) atau bisa diucapkan di dalam hati.

صلى سنة الإستخارة ركعتين لله تعالى

Bacaan dari niat di atas adalah “ushalli sunatan istikharati rok ‘ataini lillahi ta’ala.” Artinya: “Aku berniat shalat istikharah dua raka’at karena Allah Ta’ala”

2. Menghadap Kiblat

Sholat tidak akan sah jika tidak menghadap kiblat, oleh sebab itu sholat istikharah yang dilakukan haruslah menghadap kiblat. Kiblatnya umat islam adalah ka’bah sehingga umat muslim diwajibkan untuk sholat menghadap ke ka’bah atau kiblat.

3. Takbiratul Ikhram

Jika niat sudah mantap, barulah kita mulai Shalat istikharah dengan melakukan takbiratul ikhram.

4. Membaca Doa Iftitah

Seperti Sholat pada umumnya, Pada rakaat pertama sebelum kita membaca surat al-fatihah, terlebih dahulu kita harus membaca doa iftitah.

5. Membaca Al-fatihah

Tata cara sholat istikharah yang tidak boleh dilupakan adalah membaca surat al-fatihah. Surat al-fatihah itu sendiri merupakan syarat sahnya sholat.

6. Membaca Surat Pendek

Setelah membaca surat al-fatihah, kita disunnahkan untuk membaca surat pendek. Sebenarnya orang yang melakukan sholat istikharah bisa memilih surat pendek yang diinginkannya,

Menurut Sayyid Sabiq, tidak ada bacaan surat khusus dalam shalat ini. Setelah membaca surat Al Fatihah, boleh membaca surat apa pun.

Namun menurut Syaikh Wahbah az Zuhaili dalam Fiqih Islam wa Adillatuhu, disunnahkan membaca surat Al Kafirun setelah membaca surat Al Fatihah pada rakaat pertama dan disunnahkan membaca surat Al Ikhlas setelah membaca surat Al Fatihah pada rakaat kedua.

Baca Juga:  Keutamaan, Niat, Doa, Waktu, Tata Cara Sholat Dhuha dan Bacaannya yang Baik dan Benar

7. Salam

Sebelum salam, gerakan sholat pada sholat istikharah ini sama dengan gerakan sholat seperti biasa. Tidak ada bacaan khusus yang menyertai gerakan sholat tersebut, yang dibaca adalah bacaan shalat pada umumnya.

Kemudian setelah salam membaca do’a:

اللَّهُمَّ إِنِّيْ أَسْتَخِيْرُكَ بِعِلْمِكَ، وَأَسْتَقْدِرُكَ بِقُدْرَتِكَ، وَأَسْأَلُكَ مِنْ فَضْلِكَ الْعَظِيْمِ، فَإِنَّكَ تَقْدِرُ وَلاَ أَقْدِرُ، وَتَعْلَمُ وَلاَ أَعْلَمُ، وَأَنْتَ عَلاَّمُ الْغُيُوْبِ. اَللَّهُمَّ إِنْ كُنْتَ تَعْلَمُ أَنَّ هَذَا اْلأَمْرَ -وَيُسَمَّى حَاجَتَهُ- خَيْرٌ لِيْ فِيْ دِيْنِيْ وَمَعَاشِيْ وَعَاقِبَةِ أَمْرِيْ فَاقْدُرْهُ لِيْ وَيَسِّرْهُ لِيْ ثُمَّ بَارِكْ لِيْ فِيْهِ، وَإِنْ كُنْتَ تَعْلَمُ أَنَّ هَذَا اْلأَمْرَ شَرٌّ لِيْ فِيْ دِيْنِيْ وَمَعَاشِيْ وَعَاقِبَةِ أَمْرِيْ فَاصْرِفْهُ عَنِّيْ وَاصْرِفْنِيْ عَنْهُ وَاقْدُرْ لِيَ الْخَيْرَ حَيْثُ كَانَ ثُمَّ أَرْضِنِيْ بِهِ

“Ya Allah, sesungguhnya aku meminta pilihan yang tepat kepadaMu dengan ilmu pengetahuanMu dan aku mohon kekuasaanMu (untuk mengatasi persoalanku) dengan kemahakuasaanMu. Aku mohon kepadaMu sesuatu dari anugerahMu Yang Maha Agung, sesungguhnya Engkau Mahakuasa, sedang aku tidak kuasa, Engkau mengetahui, sedang aku tidak mengetahuinya dan Engkau adalah Maha Mengetahui hal yang ghaib. Ya Allah, apabila Engkau mengetahui bahwa urusan ini (orang yang mempunyai hajat hendaknya menyebut persoalannya) lebih baik dalam agamaku, dan akibatnya terhadap diriku sukseskanlah untuk ku, mudahkan jalannya, kemudian berilah berkah. Akan tetapi apabila Engkau mengetahui bahwa persoalan ini lebih berbahaya bagiku dalam agama, perekonomian dan akibatnya kepada diriku, maka singkirkan persoalan tersebut, dan jauhkan aku daripadanya, takdirkan kebaikan untuk ku di mana saja kebaikan itu berada, kemudian berilah kerelaanMu kepadaku.”

Setelah doa setelah shalat istikharah selesai diucapkan, langkah selanjutnya adalah menutupnya dengan sholawat Ibrahimiyah. Di bawah ini adalah bacaan shalawat Ibrahimiyah yang bisa dihafal:

Baca Juga:  Niat, Waktu dan Tata Cara Shalat Taubatan Nasuha, Tuntunan Paling Lengkap

اَللَّهُمَّ صَلِّ عَلَى سيدنا مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِ سيدنا مُحَمَّدٍ كَمَا صَلَّيْتَ عَلَى سيدنا إِبْرَاهِيْمَ وَعَلَى آلِ سيدنا إِبْرَاهِيْمَ و بَارِكْ عَلَى سيدنا مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِ سيدنا مُحَمَّدٍ كَمَا بَارَكْتَ عَلَى سيدنا إِبْرَاهِيْمَ وَعَلَى آلِ سيدنا إِبْرَاهِيْمَ في العالمين إِنَّكَ حَمِيْدُ مَجِيْدٌ

Setelah shalat istikharah, biasanya di dalam hati timbul rasa tenang dan mantap terhadap salah satu alternative yang ada. Namun, kalau masih ragu, istikharah dapat diulang hingga dua atau tiga kali.

Syaikh Wahbah Az Zuhaili mengatakan, jika pada shalat istikharah pertama anda belum mendapat petunjuk, maka ulangilah shalat itu hingga tujuh kali. Karena Ibnu Sunni meriwayatkan, “Hai Anas, jika engkau menginginkan sesuatu, maka mintalah petunjuk kepada Allah sebanyak tujuh kali. Setelah itu, lihatlah urusanmu mana yang masuk dalam hatimu pertama kali karena di situlah tempat kebaikan. Dan jika ada udzur hingga tidak sempat shalat istikharah, maka mintalah petunjuk dengan berdoa.”

Jadi shalat istikharah ini tidak dibatasi berapa kali dilakukan. Artinya, jika hari ini anda menjalankan istikharah dua rakaat, kemudian besok istikharah lagi dua raka’at, maka tidak masalah. Justru semakin bagus sebagai bentuk taqarrub kepada Allah dan memohon pertolonganNya.

Wallahu a’lam bish shawab.
Semoga Bermanfaat

Muhammad Ali

Santri Aswaja An Nahdliyyah at Pecihitam Store
Hanya seorang santri yang ingin mengambil peran dalam menebarkan Nilai-nilai Islam Rahmatan lil Alamin ala Aswaja Annahdliyyah
Muhammad Ali