Perbedaan Pendapat Ulama Tentang Batas Akhir Waktu Sholat Isya

batas waktu sholat isya

Pecihitam.org – Diantara sholat lima waktu, sholat isya’ lah yang memiliki waktu paling panjang, sehingga seringkali seseorang menunda mengerjakan sholat isya’ karena suatu kesibukan. Lalu kapan batas akhir waktu sholat isya’ sehingga kita tidak menyepelekan untuk mengerjakannya?

Menjalankan perintah sholat lima waktu sudah menjadi kewajiban bagi setiap muslim dan di anjurkan seseoorang agar menjaga sholatnya dengan mengerjakannya di awal waktu.

Namun, apabila seseorang sedang menghadapi suatu kesibukan pekerjaan aataau perjalanan yang membuat dirinya tidak mampu bersegera melaksanakan sholat di awal waktu, maka di bolehkan mengerjakan sholatnya di akhir waktu dan mendapat ampunan bagi Allah Swt.

Ampunan ini adalah sebagai bentuk pemakluman Allah Swt kepada hambanya. Namun keridhoan Allah Swt di berikan kepada mereka yang senantiasa segera mengerjakan sholat di awal waktu.

Seperti yang kita ketahui bahwa rentan waktu mengerjakan sholaat isya’ adalah setelah melaksanakan sholat magrib sampai dengan menjelang waktu subuh. Namun mengenai batas waktu akhir sholat isya’ ini ada beberapa pendapat ulama yang berbeda, berikut penjelasannya :

Baca Juga:  Perhatikan! Begini Cara Mentasharufkan Wasiat dalam Pembagian Waris

Pendapat yang pertama menyebutkan bahwa waktu akhir mengerjakan sholat isya’ adalah sampai dengan pertengahan malam, pendapat ini berdasarkan pada hadist berikut:

“Dari Abdullah bin ‘Amr, berkata Rasulullah SAW bersabda “ waktu sholat isya’ adalah hingga pertengahan malam”. (HR. Muslim no.612)

Kedua, yaitu yang menyebutkan bahwa akhir waktu mengerjakan sholat isya’ adalah sampai sepertiga malam, pendapat ini berdasarkan pada sebuah hadist yang menyebutkan bahwa malaikat Jibril as menjadi imam ketika melaksanakan sholat isya’ bersama dengan Rasulullah SAW.

“Beliau melaksanakan sholat isya’ sampai dengan sepertiga malam.” (HR. Abu Dawud no. 395)

Ketiga, yaitu pendapat yang menyebutkan bahwa akhir waktu sholat isya’ yaitu sampai dengan menjelang waktu sholat subuh, hal ini berdasarkan dengan hadist riwayat Imam Muslim berikut,

Dari Aisyah Ra, ia berkata, “ Suatu malam Nabi SAW melaksanakn sholat ‘atamah (isya’) sampai dengan berlalunya malam dan penghuni masjid pun telah ketiduran, setelah itu beliau datang dan shalat. Kemudian beliau bersabda, ‘ sungguh ini adalah waktu shalat isya’ yang tepat, sekiranya aku tidak membertakan hambaku.” ( HR. Muslim no.683)

Berdasarkan ketiga hadist shahih tersebut di atas, kemudian Ibnu Al-Qudamah memberikan pendapatnya tentang akhir waktu sholat isya’ sebagai berikut :

Baca Juga:  Hukum Menggambar Kartun dalam Islam; Adakah Dasar dan Dalilnya?

“Yang utama insyaAllah Ta’ala, waktu sholat yang tidak di akhirkan sampai pertengahan malam, itu boleh. Namun apabila hendak di akhirkan lebih dari pertengahan malam, maka itu adalah waktu dharuroh ( waktu darurat), yaitu waktu sebagaimana waktu daruratnya dalam sholat ashar.” ( Al Mughni Al-Qudamaah Al Maqdisi, Dar ‘Alam Al Kutub Riyadh. 2/28-290)

Demikian, maka kita dapat menentukan pendapat mana yang di yakini dan di jadikan sebagai pegangan dalam menentukaan batas akhir sholat Isya’ berdasarkan dari dalil-dalil di atas.

Meskipun batas akhir waktu sholat isya’ sangat panjang, namun sebaiknya kita mengupayakan agar dapat melaksnakan sholat fardhu tetap waktu, sesuai dengan Firman Allah Swt dalam Surat An-Nisa’ ayat 103:

اناصلاة كانت على المؤ منين كتابا مؤ قوتا

Baca Juga:  Bolehkah Menggoreng Ikan Hidup-Hidup? Para Ulama Berbeda Pendapat dalam Menghukuminya

Artinya: “ Sesungguhnya shalat itu adalah fardhu yang di tentukan waktunya atas orang-orang yang beriman”.

Jadi, batas waktu sholat isya’ itu ada tiga pendapat yaitu sampai pertengahan malam, pertigaan malam, dan sampai menjelang waktu subuh, kita dapat memilih dari ketiga pendapat tersebut yang paling di yakin. Namun sebaiknya, kita senantiasa bersabar dalam mengerjakan sholat dan berupaya untuk dapat melaksanakannya tepat waktu, sebagai wujud cinta , iman dan takwa kita terhadap Allah Swt. Wallahua’lam bisshawab.

Arif Rahman Hakim
Sarung Batik
Pecihitam.org, dapat Istiqomah melahirkan artikel-artikel keislaman dengan adanya jaringan penulis dan tim editor yang bisa menulis secara rutin. Kamu dapat berpartisipasi dalam Literasi Dakwah Islam ini dengan ikut menyebarkan artikel ini ke kanal-kanal sosial media kamu atau bahkan kamu bisa ikut Berdonasi.

DONASI SEKARANG