Inilah 4 Peristiwa Bersejarah yang Terjadi di Bulan Ramadhan

peristiwa di bulan ramadhan

Pecihitam.org – Ramadhan membawa keberkahan tersendiri bagi umat manusia. Telah banyak masa indah yang terjadi di bulan Ramadhan. Peristiwa ini bisa dijadikan mutiara hikmah yang menambah keimanan kita kepada Allah swt. Maka tidak ada salahnya kita putar kembali berbagai macam peristiwa sejarah yang terjadi di bulan Ramadhan. Membuka pintu hati, membawanya dalam gelora kebajikan, hingga berakibat baik pada kualitas ibadah yang kita lakukan.

Pecihitam.org, dapat Istiqomah melahirkan artikel-artikel keislaman dengan adanya jaringan penulis dan tim editor yang bisa menulis secara rutin. Kamu dapat berpartisipasi dalam Literasi Dakwah Islam ini dengan ikut menyebarkan artikel ini ke kanal-kanal sosial media kamu atau bahkan kamu bisa ikut Berdonasi.

DONASI SEKARANG

Pertama, peristiwa yang terjadi di bulan Ramadhan yaitu Nuzulul Qur’an (turunnya Al-Qur’an). Peristiwa Nuzulul Qur’an biasa diperingati setiap tanggal 17 Ramadhan. Istilah Nuzulul Qur’an sering dipahami dengan penurunan Al-Qur’an dari lauhulmahfuz ke Baitul Izzah di langit dunia.

Sebagai firman Tuhan, Al Qur’an bisa membawa cahaya terang bagi kehidupan seluruh alam. Melalui petunjuk yang diberikan Tuhan, manusia bisa melakukan aktifitas secara baik dan benar sehingga tidak menyebabkan kerusakan dan kerugian bagi makhluk lainnya.

Sebagai pedoman hidup, Al-Qur’an membawa aturan hidup dalam bidang peribadatan maupun bidang sosial. Dalam masalah ibadah biasanya tertuang dalam ilmu fiqh yang mengupas tentang tata cara melakukan suatu ibadah. Dan dalam bidang sosial biasanya dikupas dalam ilmu tasawuf, yang mengatur tentang tujuan manusia dan apa fungsi manusia diciptakan oleh Tuhannya.

Baca Juga:  Apa Itu Aliran Wahabi dan Mengapa Kaum Mahasiswa Banyak yang Tertarik?

Oleh karenanya, peristiwa Nuzulul Qur’an sebaiknya diperingati dengan ibadah-ibadah yang menambah amal kebajikan kita. Misalnya memperbanyak berdzikir, sholat, dan ibadah lainnya untuk menghormati kemuliaan Al-Qur’an.   

Kedua, malam Lailatul Qadar, yaitu suatu malam yang lebih baik dari seribu bulan. Malam ini sangat dinanti-nanti oleh umat Islam. Banyak yang berharap dengan mala mini, hingga melakukan berbagai amalan agar bisa berkesempatan mendapatkannya. Ada suatu riwayat yang menunjukkan ciri-ciri datangnya malam lailatul qadar.

Ketika siang angin bertiup sejuk, tidak terlalu keras namun tidak terlalu pelan. Begitupula dengan matahari, teriknya tidak sampai membuat kita terbakar. Awan-awan bergerak beriringan membawa keteduhan bagi alam. Kemudian pagi terlihat tenang, hingga kita bisa digunakan untuk merenungkan segala bentuk perbuatan dosa yang telah kita lakukan.

Oleh karenanya, biasanya setiap orang melakukan ritual ibadah khusus di hari-hari yang diyakini sebagai datangnya Lailatul Qadar. Mereka mendambakan kebaikan, mendambakan tercurahnya limpahan pahala dan kebaikan dari ibadah yang mereka kerjakan. Hingga akhirnya, kebaikan itulah yang mengantarkan mereka menuju tempat peristirahatan terbaik di sisi Tuhan.

Baca Juga:  Mengenal Kitab al-Jami al-Saghir Karya Jalaluddin al-Suyuti

Ketiga, Perang Badar. Ini terjadi pada 2 Hijriyah bertepatan dengan bulan Ramadhan. Pada perang ini, umat muslim minim jumlah dan peralatan perang. Banyak dari mereka yang bermodalkan keyakinan kepada Rasulullah saw sebagai utusan. Mereka selalu percaya bahwa seberat apapun musuhnya, Allah akan selalu berada di pihak yang benar.

Bayangkan, jumlah umat muslim saat itu hanya sekitar 313 orang dan jumlah musuh mereka berada dalam kisaran 1000 orang. Jumlah ini bukanlah jumlah yang seimbang. Dimana satu orang setidaknya harus melawan 3 orang dengan persenjataan ala kadarnya. Maka jika ditinjau dari segi logika, sulit memenangkan pertempuran yang semacam itu.

Oleh karenanya, sebelum melakukan peperangan, Nabi tak hentinya meminta Allah swt untuk memberikan kemenangan pada kubu umat Islam. Akhirnya doa Nabi dikabulkan oleh Tuhan, dan dikirim beberapa utusan Allah sebagai tentara tambahan di kubu umat Islam. Pada akhir pertempuran, umat muslim berhasil memenangkan pertempuran yang sulit dicerna oleh logika biasa.

Baca Juga:  Qasidah Burdah Karya Imam Bushiri Syirik? Ini Bantahan Untuk Ustadz Zainal Abidin Lc

Keempat, peristiwa bersejarah di bulan Ramadhan yang terakhir yaitu kemerdekaan Indonesia. Kemerdekaan sebuah bangsa adalah kado terindah untuk semua rakyat yang berada dalam lingkup sebuah negara. Kemerdekaan menggambarkan kemenangan dari segala rasa ketertindasan, kesengsaraan, ketidakadilan yang dijalankan oleh segelintir pihak untuk mengeruk keuntungan.

Setelah melalui berbagai macam proses, dari perlawanan dengan senjata maupun perlawanan dengan sama-sama duduk di meja. Akhirnya Ir. Soekarno menetapkan tanggal 17 Agustus 1945 sebagai hari kemerdekaan bangsa Indonesia. Tanggal ini bertepatan dengan bulan Ramadhan yang semakin menambah kesyukuran bagi umat muslim yang menjalankan ibadah puasa Ramadhan.                 

Muhammad Nur Faizi