Cara Al-Qur’an Memberi Petunjuk Bagi Mereka yang Tidak Paham Bahasa Arab

Cara Al-Qur'an Memberi Petunjuk yang Tidak Paham Bahasa Arab

Pecihitam.org – Mukjizat terbesar Nabi Muhammad saw berupa Al-Qur’an. Disinilah firman-firman Tuhan bermunculan. Menjadi pedoman dalam mengelola tata kehidupan seluruh alam semesta.

Pecihitam.org, dapat Istiqomah melahirkan artikel-artikel keislaman dengan adanya jaringan penulis dan tim editor yang bisa menulis secara rutin. Kamu dapat berpartisipasi dalam Literasi Dakwah Islam ini dengan ikut menyebarkan artikel ini ke kanal-kanal sosial media kamu atau bahkan kamu bisa ikut Berdonasi.

DONASI SEKARANG

Maka salah satu fungsi dari Al-Qur’an adalah menjadi petunjuk bagi setiap orang. Akan tetapi, yang menjadi pertanyaan adalah bagaimana cara menemukan petunjuk dalam Al-Qur’an jika tidak memahami bahasa yang digunakan?.

Jazirah Arab menjadi pusat dakwah Nabi Muhammad saw. Dari sana Islam terbentang luas hingga menyebar ke seluruh dunia. Di sana pula terdapat rentetan mukjizat yang menjadi saksi atas perjuangan Nabi. Maka mukjizat yang terkandung dalam Al-Qur’an berbahasa Arab, agar mudah dipahami oleh orang di sekitar Nabi.

Pada masa dakwah, kegemaran orang Arab adalah bersyair. Mengarang berbagai macam syair-syair indah dan diadu mana yang menjadi syair terindah. Disinilah posisi Al-Qur’an dengan letak tata bahasa yang unik, yang mampu mengalahkan syair-syair orang Arab zaman dulu.

Maka turunlah Al-Qur’an sebagai penguat keimanan mereka atas kenabian Nabi Muhammad saw sekaligus pemberi petunjuk. Namun yang menjadi masalah, semakin lama Islam menjadi agama yang dominan. Cakupan wilayahnya terus meluas hampir merata ke seluruh dunia.

Baca Juga:  Mengenal Metodologi Penafsiran Al-Quran Ulama Mutaqaddimin

Hampir setiap wilayah memiliki bahasa yang berbeda. Dan hal itu akan berbanding lurus dengan pemahaman mereka terhadap Al-Qur’an. Orang yang menguasai tata bahasa Arab dimungkinkan lebih besar untuk memahami dan menghayati sari-sari Al-Qur’an. Sedangkan yang kurang menguasainya, dimungkinkan akan mendapatkan pelajaran yang sedikit mengenai Al-Qur’an.

Dari permasalahan ini muncullah tafsir-tafsir dari beberapa ulama untuk memudahkan umat memahami ayat-ayat suci Al-Qur’an. Sebisa mungkin mereka menerjemahkan Al-Qur’an lengkap dengan maksud-maksud ilahiah yang terkandung di dalamnya. Atau jika umat masih merasa kebingungan, umat masih bisa menanyakan sejumlah hal terkait Al-Qur’an pada ulama-ulama di sekitarnya.

Memang benar, kemungkinan besar petunjuk bisa didapatkan melalui pemahaman-pemahaman redaksi. Menelaah sumber kalam ilahi bisa menjadi patokan dalam kehidupan di dunia maupun di akhirat. Dari sana bisa ditemukan batasan-batasan dan maksud Allah mengirimkan sejumlah peristiwa kepada umat manusia. Kemudian bagaimana cara manusia melaksanakan tugasnya.

Baca Juga:  17 Amalan Penghapus Dosa, Nomor 11 Jarang Orang Tahu

Di lain sisi, Allah juga memberikan petunjuk yang berada di luar nalar manusia. Misalnya dalam keadaan tertekan, manusia dianjurkan untuk membaca Al-Qur’an. Meskipun tidak tahu apa yang terkandung di dalamnya, hati tetap merasa tenang. Begitupula, kadang-kadang petunjuk datang secara tidak sengaja melalui pemikiran yang terlintas di benak kita.

Kadang-kadang ajaib memang apa yang diberikan Allah swt. Selalu ada cara untuk memberikan petunjuk kepada siapapun yang dikehendaki. Orang yang tidak paham Al-Qur’an sekalipun, bisa diberikan petunjuk asal selalu berlaku taat dan mendekat kepada Allah.

Tuhan selalu memberikan garis-garis kebenaran dalam Al-Qur’an. Oleh karenanya, ketika garis kebenaran tersebut dilewati manusia, mudahlah Tuhan untuk membimbing mereka.

Janganlah merasa pesimis jika tidak bisa memahami Al-Qur’an. Asal ada jalan untuk berusaha memahami dan berlaku taat kepada Allah swt, niscaya petunjuk tersebut pasti ada. Entah itu melalui mimpi, lewat tangan seseorang, ataupun pemikiran yang datang tiba-tiba. Itu semua akan terjadi jika Allah telah berkehendak atas semua perkara yang kita tuju.

Baca Juga:  Ini Dia Perbuatan Nabi yang Tidak Wajib Diikuti

Maka ikhtiyah perlu dilaksanakan, kemudian mengurangi sifat putus asa. Allah akan lebih mudah memberikan petunjuk jika hambanya giat berusaha. Meskipun tidak tahu kapan dan dimana kita mendapat petunjuk tersebut, namun yakinlah Tuhan tidak akan mengecewakan kita.

Al-Qur’an diturunkan untuk seluruh umat manusia, berarti Allah swt telah menyiapkan cara terbaik untuk memberikan petunjuk untuk semua makhluknya. Maka tugas kita yakin dan yakin.

Muhammad Nur Faizi