Sahabi, Satu-satunya Sahabat Nabi yang Masih Hidup Hingga Sekarang

sahabat nabi

Pecihitam.org – Abu Bakar as Shiddiq, Umar bin Khattab, Utsman bin Affan dan Ali bin Abi Thalib adalah beberapa sahabat Nabi Muhammad SAW yang selalu mendukung nabi dan mengetahui secara langsung bagaimana kehidupan Nabi Muhammad SAW pada masanya. Kita tidak pernah tau bagaimana wajah para sahabat nabi karena mereka sudah tiada di bumi atau sudah meninggal dunia.

Pecihitam.org, dapat Istiqomah melahirkan artikel-artikel keislaman dengan adanya jaringan penulis dan tim editor yang bisa menulis secara rutin. Kamu dapat berpartisipasi dalam Literasi Dakwah Islam ini dengan ikut menyebarkan artikel ini ke kanal-kanal sosial media kamu atau bahkan kamu bisa ikut Berdonasi.

DONASI SEKARANG

Namun tahu kah anda ada sahabat Nabi Muhammad SAW yang sampai saat ini masih ada dan bahkan dapat kita jumpai? Dia adalah sebuah pohon bernama Sahabi. Pohon Sahabi ini merupakan sahabat Nabi Muhammad ketika beliau masih kecil dan hingga kini masih tetap berdiri kokoh. Pohon ini berada di di Yordania, sekitar 150 kilometer dari Kota Amman, Yordania.

Ketika masih kecil Nabi Muhammad SAW pernah ikut berdagang dengan pamannya yaitu Abu Thalib. Mereka berdagang ke negeri Syam bersama dengan pedagang Quraisy. Mereka sempat berhenti istirahat dan berteduh di bawah pohon Sahabi. Dan di pohon ini lah terjadinya pertemuan antara Muhammad kecil dengan Bahira seorang biarawan Nasrani.

Baca Juga:  Jejak Sejarah Peradaban Islam dari Awal Kemunculan Islam Hingga Wafatnya Nabi

Ketika Nabi dan pamannya sedang berteduh mereka dikejutkan oleh kedatangan seorang biarawan Nasrani bernama Bahira. Maksud kedatangan biarawan Nasrani itu adalah untuk memberi tahu paman Nabi Muhammad, yaitu Abu Thalib bahwa dia melihat tanda-tanda kenabian ada pada Muhammad kecil melalui kitabnya.

“Demi Allah, Inilah yang akan menjadi junjungan seluruh alam dan utusan Tuhan Rabbulalamin,” ucap Bahira Biarawan Nasrani sambil memegang Nabi Muhammad kecil.

Bahira berpesan agar Abu Thalib segera memulangkan Nabi Muhammad kecil karena bahira takut nantinya ada yang melihat tanda-tanda kenabian dari Muhammad kecil agar tidak sampai kena fitnah dari kaum Yahudi. Mendengar saran dari biarawan tersebut Paman nabi pun kemudian memulangkan Muhammd keponakannya.

Bahira juga mengatakan bahwa dia juga melihat ketika Nabi Muhammad kecil berjalan awanpun mengikuti Muhammad SAW untuk menutupinya dari panas matahari. Tidak hanya itu, ketika Muhammad kecil bersandar di bawah Pohon Sahabi, ranting-ranting pohon tersebut seolah merunduk berusaha menutupi Muhammad SAW agar tidak kepanasan.

Baca Juga:  Menelisik Jejak Sejarah Makam Mbah Priok

Uniknya meski berada di tengah hamparan gurun pasir Yordania yang panas, Pohon Sahabi justru tumbuh sangat subur, berdiri kokoh dengan dedaunan berwarna hijau yang begitu lebat. Bahkan tidak ada tumbuhan lain di sekitar Pohon Sahabi, meskipun hanya sebatang rumput.

Hal ini diyakini salah satu bentuk keberkahan dari Nabi Muhammad SAW karena pohon itu sempat menyentuh kulit nabi dan hidup kokoh hingga kini.

Pohon Sahabi ini ditemukan Pangeran Ghazi bin Muhammad yang baru kembali dari belajar di Universitas Cambridge setelah ia ditugaskan oleh pamannya, Raja Hussein, untuk bekerja di Perpustakaan Kerajaan.

Di perpustakaan Royal Archives, Pangeran Ghazi mempelajari arsip negara dan sejumlah literatur, antara lain dokumen soal pohon yang pada masa Raja Abdullah I terlewatkan, tidak dimasukkan sebagai situs suci saat dilakukan inventarisasi.

Penemuan pohon sahabi ini juga disaksikan oleh Syeikh Ahmad Hassoun, Mufti Agung Suriah. Setelah diamati, pohon itu memiliki ciri-ciri yang sama dengan catatan Biarawan Buhaira.

Pohon yang terletak di wilayah Safawi Provinsi Zarqa inilah yang diyakini sebagai tempat Nabi Muhammad SAW bertemu dengan Pendeta Buhaira tersebut. Dan saat ini, pohon itu dirawat secara resmi oleh Kerajaan Yordania.

Baca Juga:  Ini Para Pendiri Nahdlatul Ulama dan Sejarah Penamaan Nahdlatul Ulama

Dalam penelitian ilmiah Pangeran Ghazi tak dijelaskan mengenai berapa usia pohon sahabi tersebut. Namun jika berdasarkan sejarah dari pohon ini menjadi saksi pertemuan Nabi Muhammad SAW dengan Pendeta Bahira, maka usia pohon rindang itu diperkirakan lebih dari 1400 tahun dan menjadi ‘The Only Living Sahabi’ yang berarti “satu-satunya sahabat nabi yang masih hidup hingga kini.

*Dari berbagai sumber

Arif Rahman Hakim
Sarung Batik