Surah Al-A’raf Ayat 10; Seri Tadabbur Al-Qur’an

Surah Al-A'raf ayat 10

Pecihitam.org – Allah SWT mengingatkan hamba-Nya melalui Surah Al-A’raf ayat 10 bahwa Allah telah menciptakan bumi sebagai tempat tinggal dan segala yang ada di dalamnya boleh diambil berbagai manfaatnya. Namun, kebanyakan dari manusia tidak mensyukurinya.

Pecihitam.org, dapat Istiqomah melahirkan artikel-artikel keislaman dengan adanya jaringan penulis dan tim editor yang bisa menulis secara rutin. Kamu dapat berpartisipasi dalam Literasi Dakwah Islam ini dengan ikut menyebarkan artikel ini ke kanal-kanal sosial media kamu atau bahkan kamu bisa ikut Berdonasi.

DONASI SEKARANG

Allah SWT berfirman di dalam Al-Qur’an Surah Al-A’raf ayat 10;

وَلَقَدْ مَكَّنَّاكُمْ فِي الْأَرْضِ وَجَعَلْنَا لَكُمْ فِيهَا مَعَايِشَ ۗ قَلِيلًا مَا تَشْكُرُونَ

Terjemahan: Sesungguhnya Kami telah menempatkan engkau sekalian di muka bumi dan Kami adakan bagi kalian di muka bumi (sumber) penghidupan. Amat sedikitlah kalian bersyukur.

Tafsir Jalalain: وَلَقَدْ مَكَّنَّاكُمْ (Sesungguhnya Kami telah menempatkan kalian sekalian) wahai anak-anak Adam, فِي الْأَرْضِ وَجَعَلْنَا لَكُمْ فِيهَا مَعَايِشَ (di muka bumi dan Kami adakan bagi kalian di muka bumi itu sumber-sumber penghidupan) dengan memakai huruf ya, yaitu sarana-sarana untuk kalian bisa hidup.

مَعَايِشَ jamak dari kata ma’isyah, قَلِيلًا (amat sedikitlah) untuk mengukuhkan kekurangan, مَا تَشْكُرُونَ (kalian bersyukur) atas kesemuanya itu.

Baca Juga:  Surah Al-A'raf Ayat 93; Seri Tadabbur Al-Qur'an

Tafsir Quraish Shihab: Maksudnya dalah bahwa Sesungguhnya Kami telah menempatkan kalian di muka bumi. Lalu Kami berikan kalian kemampuan untuk bisa mengeksploitasi dan mendaya-gunakannya. Kami juga menyediakan sarana-sarana kehidupan. Hanya saja sangat sedikit di antara kalian yang bersyukur, dan kalian akan mendapatkan balasan terhadap hal itu.

Tafsir Ibnu Katsir: Di bumi tersebut juga Allah SWT menjadikan untuk mereka sebagai sumber penghidupan dan berbagai macam sarana berusaha dan berdagang. Akan tetap dengan semuanya itu, kebanyakan dari mereka tidak bersyukur.

Ayat tersebut serupa dengan firman Allah SWT yang artinya: “Dan apabila engkau menghitung nikmat Allah, niscaya engkau tidak akan dapat menghitungnya. Sesungguhnya manusia itu, sangat zhalim dan sangat mengingkari (nikmat Allah)”. (QS. Ibrahim: 34)

Seluruh ulama membaca: “مَعَايِشَ” dengan tidak memakai huruf hamzah, kecuali Abdurrahman ibnu Hurmuz al-A’raj, yang mana beliau membacanya dengan memakai huruf hamzah. Namun, yang benar yaitu pendapat mayoritas ulama yang membacanya tanpa menggunakan huruf hamzah, karena kata “مَعَايِشَ” adalah jamak dari kata “ma’isyah” yang berasal dari kata: ‘aasya – ya’iisyu- ‘iisyan.

Baca Juga:  Surah Hud Ayat 88; Terjemahan dan Tafsir Al Qur'an

Adapun “ma’iisyatan” asal katanya ialah “ma’iishatan” tapi huruf “يِ” terasa sulit untuk di kasrah, maka kasrah tersebut dipindah ke huruf ‘ain menjadi kata “ma’iisyatan”.

Setelah menjadi jamak, maka harakat itu kembali ke huruf “يِ” sebab tidak adanya sesuatu yang menyulitkan atau memberatkan.

Salah satu pendapat mengatakan bahwa perbandingan untuk kata “ma’aayisyu” ialah “mafaa’ilu” sebab huruf “يِ” pada kata tersebut adalah asli. Beda halnya dengan kata “madaa-inu, mashaa-ifu, dan bashaa-iru” yang termasuk jamak dari: madiinatun, shahiifatun, dan bashaa-irun, yang asalnya dari kata: shahafa, madana, bashara.

Maka, dengan demikian huruf “يِ” yang terdapat pada ketiga kata tersebut adalah tambahan. Oleh sebab itu, ke-semuanya dijamakkan dalam bentuk kata “fa’aa-ilu” dengan hamzah. Wallahu a’lam.

Baca Juga:  Surah Al-Furqan Ayat 1-2; Terjemahan dan Tafsir Al-Qur'an

Demikian uraian tentang Surah Al-A’raf ayat 10 dengan merujuk pada Tafsir Jalalain dan Tafsir Ibnu Katsir, sebagai lanjutan dari Seri Tadabbur Al-Qur’an kita untuk surah ini. Semoga bermanfaat bagi pembaca dan penulis.

M Resky S