Sejarah Revolusi Abbasiyah pada 14 Februari 748 M

Revolusi Abbasiyah 14 Februari 748 M

Pecihitam.org – Umumnya pada tanggal 14 Februari yang dikenal orang adalah peringatan hari Valentine. Yaitu hari dimana menurut sejarahnya merupakan peringatan hari kasih sayang. Namun jika kita telusuri kebelakang, ternyata banyak sekali peristiwa-peristiwa besar sejarah peradaban Islam yang terjadi pada tanggal 14 Februari. Salah satunya adalah peristiwa Revolusi Abbasiyah.

Pecihitam.org, dapat Istiqomah melahirkan artikel-artikel keislaman dengan adanya jaringan penulis dan tim editor yang bisa menulis secara rutin. Kamu dapat berpartisipasi dalam Literasi Dakwah Islam ini dengan ikut menyebarkan artikel ini ke kanal-kanal sosial media kamu atau bahkan kamu bisa ikut Berdonasi.

DONASI SEKARANG

Resolusi Abbasiyah di awali dengan munculnya pemberontakan oleh Hashimi seorang pimpinan dari Abu Muslim Khorasani yang berhasil merebut Merv, ibu kota provinsi Khorasan yang saat itu masih berada di bawah kekuasaan pendukung Bani Ummayah.

Sebelumnya khilafah Bani Ummayah telah menyadari sejak tahun 470-an bahwa posisinya waktu itu sangatlah tidak aman dan rawan sekali mendapat berbagai serangan. Apalagi adanya sengketa suksesi yang menimbulkan keributan sehingga terjadi Perang Saudara Islam Ketiga (Fitnah Ketiga) di Timur Tengah yang berlangsung kurang lebih selama dua tahun.

Tidak berhenti sampai di situ, pada tahun berikutnya kembali terjadi pemberontakan terhadap Khilafah Bani Ummayah. Kali ini serangan di lakukan oleh al-Dahhak Ibn Qays al-Shaybani memimpin pemberontakan Khawarij dan berlangsung sampai pada tahun 746 M.

Baca Juga:  Jazirah Arabia, Tempat yang Menjadi Sejarah Turunnya Al-Quran

Sementara itu, di Damaskus juga terjadi kekacauan akibat dari keputusan yang di buat oleh Marwan II. Beliau memutuskan untuk memindahkan ibu kota Damaskus ke Harran yang akhirnya menyebabkan penghancuran Homs pada tahun 746 M. Tetapi kondisi berhasil membaik setelah Marwan II pada tahun 747 M berhasil mendamaikan provinsi-provinsi yang berseteru.

Pada tahun 747-748 M orang-orang Abbasiyah melakukan Revolusi dan provinsi yang pertama kali berhasil mereka kuasai adalah provinsi Merv. Keberhasilan Abbasiyah tersebut tidak terlepas dari dukungan para pengikut mereka yang berada di Merv, sehingga memudahkan upaya mereka untuk menurunkan Merv dari kepemimpinannya.

Setelah keberhasilan Abbasiyah merebut Merv, kemudian mereka melanjutkan perjalannya menuju Kufah, alasannya sama seperti sebelumnya, yaitu karena Abbasiyah juga memiliki banyak sekali pendukung yang berada di sana.

Akhirnya kedua kelompok tersebut bertemu di Irak dan bersatu melawan Umayyah. Lalu pasukan Daulah Umayyah datang dengan membawa bendera putih sebagai bentuk representasi dari orang-orang Arab. Sedangkan pasukan Abbasiyah, Syiah serta orang-orang Persia dengan membawa bendera hitam sebagai representasi dari orang-orang non Arab..

Baca Juga:  Sejarah Singkat Terjadinya Perang Salib 4 (1202 M - 1204 M)

Pertempuran yang kedua ini terjadi pada tanggal 25 Januari tahun 750 M di daerah yang dekat dengan Sungai Zab, Irak. Saat itu jumlah pasukan Abbasiyah lebih sedikit di bandingkan dengan Daulah Ummayah namun peperangan kembali berhasil di menangkan oleh pihak Abbasiyah beserta para pendukungnya.

Daulah Umayyah akhirnya jatuh setelah beberapa kali kalah dalam peperangan. Khalifah Marwan II lalu di pindahkan ke Mesir kemudian di tangkap dan di eksekusi. Sedangkan orang-orang Umayyah semuanya di tangkap dan di bunuh kecali Abdurrahman al-Umawi yang berhasil kabur ke Andalusia, Spanyol yang akhirnya membangun Bani Ummayah II dan setelah itu dirinya di kenal dengan nama Abdurrahman ad-Dakhil.

Dinasti Abbasiyah pun akhirnya menduduki kepemimpinan dunia Islam dan Khalifah pertama mereka adalah Abdullah bin Abbas bin Abdul Muthalib yang di kenal dengan sebutahn As-Safah karena ia banyak sekali menumpahkan darah (membunuh) manusia sehingga akhirnya ia mendapatkan kursi khilafah.

Baca Juga:  Sekilas Sejarah Sarung Sebagai Representasi Islam di Nusantara

Dinasti Abbasiyah berdiri selama 508 tahun dan di anggap sebagai kerajaan Islam yang memiliki masa kepemimpinan terpanjang dan sukses membawa umat Islam berada pada masa puncak kejayaan dalam bidang Ilmu Pengetahuan.

Dinasti Abbasiyah juga berhasil memberikan nilai-nilai keadilan terhadap orang-orang non Arab sehingga mereka memiliki peran terhadap Masyarakat. Meskipun banyak sekali prestasi yang di ciptakan oleh Dinasti Abbasiyah, tetapi mereka gagal dalam upayanya mengembalikan era seperti kekhalifahan pada masa Khulafaur rasidin pada masa pemerintahan mereka.

Arif Rahman Hakim
Sarung Batik