Sejarah Singkat Terjadinya Perang Salib 6 (1228 M – 1229 M)

perang salib 6

Pecihitam.org – Perang salib 6 terjadi pada tahun 1228 – 1229 M sebagai salah satu bentuk upaya Eropa untuk dapat merebutkan kembali Yarussalem. Perang ini di latar belakangi karena kekalahan yang di alami oleh para tentara salib pada Perang Salib 5.

Pecihitam.org, dapat Istiqomah melahirkan artikel-artikel keislaman dengan adanya jaringan penulis dan tim editor yang bisa menulis secara rutin. Kamu dapat berpartisipasi dalam Literasi Dakwah Islam ini dengan ikut menyebarkan artikel ini ke kanal-kanal sosial media kamu atau bahkan kamu bisa ikut Berdonasi.

DONASI SEKARANG

Pasukan Romawi telah sering ikut andil dalam beberapa ekspedisi Perang Salib sebelumnya. Sedangkan kali ini Kaisar Friedrich II berperan sebagai inisiator berangkatnya pasukan salib Eropa ke wilayah Yarussalem.

Dan ternyata Manuver Diplomatik yang di lakukan oleh Friedrich II dari Kekaisaran Romawi Suci cukup berhasil. Sehingga ia mampu memperoleh lagi sebagian kendali atas Yarussalem beserta wilayah lainnya yang ada di Tanah Suci selama kurang lebih 15 tahun berikutnya.

Friedrich II telah banyak ikut melibatkan diri dalam perang salib 5 ini, namun ia tidak dapat mendampingi secara langsung saat mengirimkan pasukan salib dari Jerman. Selain itu ia juga mendapat dukungan dari Paus Honorius III dan Paus Gregorius IX, sebab Friedrich II sangat di butuhkan untuk mengkonsolidasi posisinya di Jerman dan Italia sebelum ikut ambil bagian dalam perang tersebut.

Baca Juga:  Sejarah Perang Salib dan Pentingnya Peranan Panglima Salahudin Al-Ayyubi

Sesaat setelah penobatan Friedrich sebagai kaisar pada tahun 1220 oleh Paus Honorius III, ia berjanji untuk tetap kembali ikut serta dalam perang salib dan akan membawa kemenangan bagi Eropa. Lalu pada tahun 1225 M Friedrich menikahi putri dari Jean seorang penguasa nominal Kerajaan Yarussalem dan Maria dari Monferreto yaitu Yolande atau yang sering di kenal sebagai Isabelle.

Setelah itu posisi Friedrich jadi semakin kuat sehingga ia dapat mengklaim tahta kerajaan yang saat itu sudah terpecah belah dan juga mempunyai alasan yang tepat untuk berusaha memulihkannya.

Setelah penobatan atas Paus IX pada tahun 1227 M, lalu Friedrich beserta pasukannya berlayar dari Brindisi, Italia menuju Akko (wilayah yang akhirnya di jadikan sebagai ibu kota Kerajaan Yarussalem yang terpecah).

Namun saat itu, kedatangan Friedrich dan tentara salibnya terserang suatu wabah penyakit yang mengakibatkan kekuatan militer dari para tentara salib menjadi menurun sangat drastis. Apabila mereka tetap melanjutkan ekspedisinya, Friedrich khawatir akan menyebabkan penyerangan pasukan salib tidak berjalan dengan lancar. Sehingga keadaan tersebut memaksa mereka kembali lagi ke Italia sementara waktu untuk memulihkan kekuatan dari para tentara salib.

Baca Juga:  Sekilas Tentang Kehidupan Masyarakat Bugis Saat Islam Menjadi Agama Baru

Mendengar berita mundurnya pasukan tentara salib yang berada di bawha pimpinan Friedrich II dari ekspedisi ke Yarussalem, maka Paus Georgius mengambil keputusan untuk memberikan saksi berupa pembatasan hak-hak kepada Friedrich II karena ia telah melanggar sumpahnya sebagai tentara salib. Paus beralasan bahwa Friedrich selama bertahun-tahun telah mengusahakan konsolidasi terhadap kekuasaan imperialisnya di Italia dengan mengorbankan Kepausan.

Paus Gregorius mengungkapkan bahwa alasan dirinya mengeluarkan sanksi berupa eks-komunikasi tersebut adalah bentuk sikap ketidak seriusan Friedrich untuk ikut serta dalam perang salib, dengan merujuk pada Perang Salib sebelumnya.

Keputusan ini tentu saja membuat posisi Friedrich menjadi lemah sehingga ia berusaha melakukan negosiasi dengan Paus agar mempertimbangkannya kembali. Namun Friedrich memilih untuk mengabaikannya dan ia lebih memilih untuk tetap fokus berlayar ke Suriah pada tahun 1228 M dan tiba di Akko pada bulan September serta melakukan pembentukan kembali ke Yarussalem.

Baca Juga:  Ini Sejarah Maulid Nabi Hingga Bisa Dirayakan di Seluruh Dunia

Perang Salib 6 ini akhirnya di menangkan oleh pasukan salib melalui diplomasi dan menimbulkan perubahan pada beberapa wilayah Yarussalem, Nazaret, Sidon, Yafo dan Betlehem yang akhirnya di serahkan kepada Eropa.

Arif Rahman Hakim
Sarung Batik