Siapakah Ahli Ibadah yang Rugi? Berikut Penjelasannya

ahli ibadah yang rugi

Pecihitam.org – Sebagai Seorang muslim tidak hanya harus menjaga hubungan terhadap Allah (Hablumminallah), namun juga harus tetap menjaga hubungan dengan sesama manusia terutama sesama muslim lainnya.

Pecihitam.org, dapat Istiqomah melahirkan artikel-artikel keislaman dengan adanya jaringan penulis dan tim editor yang bisa menulis secara rutin. Kamu dapat berpartisipasi dalam Literasi Dakwah Islam ini dengan ikut menyebarkan artikel ini ke kanal-kanal sosial media kamu atau bahkan kamu bisa ikut Berdonasi.

DONASI SEKARANG

Jangan sampai kita hanya sibuk beribadah mendekatkan diri kepada Allah SWT namun, lalai dalam menjaga hubungan terhadap orang lain. Bisa jadi tidak sengaja menyakiti orang lain, mencela dan lain sebagainya.

Perbuatan tersebutlah yang dapat menghapuskan segala pahala amal baik yang telah dilakukan selama hidup. Orang-orang seperti inilah yang disebut dengan orang yang merugi ketika di akhirat kelak.

Dalam sebuah hadist riwayat Imam Muslim telah disebutkan tentang orang yang ahli ibadah namun rugi, sebab pahalanya habis untuk menebus semua kesalahan-kesalahannya terhadap orang lain. Bahkan, ketika pahalanya habis ia harus menanggung semua dosa orang tersebut, dan ia pun tidak dapat menikmati syurganya Allah Swt karena masuk neraka.

اتدرؤن ما المفلس

“Tahukah kalian, siapa orang yang merugi itu?” tanya Nabi SAW.
Lalu di jawab oleh para sahabat:

Baca Juga:  Jenis dan Syarat Asuransi yang Diperbolehkan dalam Islam

المفلس فينا من لادرهم له ولا متاع

“Orang yang merugi di antara kota adalah orang yang tidak mempunyai dirham (uang) dan tidak mempunyai harta benda”.

Mendengar jawaban dari para Sahabat, ini kemudian Rasulullah SAW menjelaskan

ان المفلس من امتي ياتي يوم القيا مةبصلاةوصيااموزكاة لوياتي قدشتم هذاوقذف هذاواكل مال هذاوسفك دم هذاوصرب هذا فيعطى هذامن حسنا ته وهذامن حسناته وياتي قدشتم هذاوقذف هذاواكل مال هذاوسفك دم هذاوصرب هذا وياتي قدشتم هذاوقذف هذاواكل مال هذاوسفك دم هذاوصرب هذا وياتي قدشتم هذاوقذف هذاواكل مال هذاوسفك دم هذاوصرب هذا فيعطى هذامن حسنا تهوهذامن حسناته فان فنيت حسناته قبل ان يقضى عليه اخذ من خطا يا هم فطر حت عليه ثم طرح في النار

“Sesungguhnya orang yang merugi adalah dari umatku, yaitu orang yang datang besok pada hari kiamat, sedang ia membawa pahala shalat, pahala puasa, pahala zakat. Namun ia datang dengan amalan mencaci ini, menuduh ini, makan hartanya ini, makan hartanya ini, memukul orang ini. Nah, kemudian pahala kebaikan orang yang ini pun akan diberikan kepada orang yang ini, orang yang ini pahaalanya diberikan kepada orang lain. Apabila pahalanya dibuat menebus sudah habis, maka dosa dari orang yang yang di dzalimi akan di berikan kepada orang ini. Lalu di masukkan ke dalam api neraka”. (HR. Muslim).

Hadist diatas merupakan sebuah bentuk peringatan bagi kita agar selalu berhati-hati dalam menjaga hubungan terhadap siapapun. Jangan sampai amal ibadah sholat di sepertiga malam kita, puasa kita, sedekah kita dan apapun amal baik yang telah kerjakan dengan sungguh-sungguh dan susah payah itu akan menjadi sia-sia dan tidak dapat kita nikmati pahalanya di akhirat kelak.

Baca Juga:  Tawakal Kepada Allah, Bukan Sekedar Pasrah Namun Juga Usaha

Bahkan Rasulullah SAW memberi sebutan bagi orang yang seperti itu dengan sebutan orang yang merugi, bangkrut atau Mufhlis. Karena ia yang menanam amal ibadah, namun tidak dapat menikmati hasilnya.

Jadi, agar tidak menjadi seorang ahli ibadah yang rugi selain kita dituntut untuk menjaga hubungan baik dengan Allah Swt, maka kita juga harus bisa saling menjaga hubungan kepada sesama manusia dan bersikap baik terhadap siapapun.

Perlu juga selalu intropeksi diri masing-masing, tidak berburuk sangka terhadap orang lain. Saling mengingatkan dan tidak bersikap saling mencela, mencibir atau perbutan buruk lainnya. Berhubungan baik dengan manusia sama saja kita seperti menjaga pahala amal baik kita agar kelak kita dapat menikmatinya. Wallahua’lam bisshawab.

Baca Juga:  Cara Meredakan Amarah Menurut Islam, Salah Satunya dengan Berwudhu
Arif Rahman Hakim
Sarung Batik