Sunan Kalijaga Pernah Dilarang Berangkat Haji Ke Mekkah

sunan kalijaga

Pecihitam.org – Semua umat Islam pasti memiliki keinginan untuk berkunjung ke rumah Allah (baitullah) Ka’bah di Mekkah untuk menunaikan rukun islam kelima, haji. Berkunjung ke maqbarah Rasullah di Madinah. Dan napak tilas situs-situs bersejarah Islam lainnya. Semua umat Islam memiliki berharap bisa datang ke sana. Tidak terkecuali Sunan Kalijaga atau Raden Said. Sunan Kalijaga merupakan salah seorang anggota Wali Songo. Sekumpulan alim-ulama yang berhasil mengislamkan masyarakat Nusantara, khususnya di pulau Jawa.

Pecihitam.org, dapat Istiqomah melahirkan artikel-artikel keislaman dengan adanya jaringan penulis dan tim editor yang bisa menulis secara rutin. Kamu dapat berpartisipasi dalam Literasi Dakwah Islam ini dengan ikut menyebarkan artikel ini ke kanal-kanal sosial media kamu atau bahkan kamu bisa ikut Berdonasi.

DONASI SEKARANG

Dikisahkan, suatu ketika Sunan Kalijaga berada di Malaka. Beliau memiliki keinginan untuk menjalankan ibadah haji. Namun tak sangka keinginannya menjalankan ibadah haji di batalkan, seorang ulama senior pada kala itu, Syekh Maulana Maghribi, meminta Sunan Kalijaga untuk kembali ke tanah Jawa. Beliau (Syekh Maulana Mahghribi) tidak memperkenankan sunan untuk melanjutkan perjalanannya pergi ke Makkah.

Ternyata Syekh Maulana Maghribi melarang Sunan Kalijaga pergi haji bukan tanpa dasar. Syekh Maulana Maghribi mengatakan, jika Sunan Kalijaga tetap berangkat haji maka masyarakat Jawa akan banyak yang keluar dari Islam atau kembali kafir karena pada kala itu kerajaan Demak masih dalam masa transisi. Dan runtuhnya kerajaan Majapahit menyebabkan kekacauan dan kerusuhan dimana-mana.

Baca Juga:  Maklumi Keputusan Arab Saudi Batasi Haji, NU: Demi Keselamatan Manusia

Selain itu, Syekh Maulana Maghribi juga berkata kepada Sunan Kalijaga jika Mekkah (rumah Allah) yang sebenarnya itu berada di dalam diri sendiri. Sementara, baitullah (Ka’bah) yang berada di Mekkah itu hanyalah batu peninggalan Nabi Ibrahim As. Dengan demikian, ibadah haji sebenarnya bukalah sekedar perjalanan fisik ke Mekkah saja. Akan tetapi, ibadah haji adalah ibadah metafisik-spiritual.

Seseorang akan sampai di ‘Mekkah sejati’ manakala mereka sanggup menjalani kematian dalam kehidupan (mati sajroning urip) dan bisa membebaskan diri dari belenggu hawa nafsu. Itulah kisah yang terdapat dalam Suluk Wijil yang diceritakan di buku Sunan Kalijaga: Mistik dan Makrifat.

Versi Lain (Bertemu Nabi Khidir As)

Diceritakan bahwa, yang melarang Sunan Kalijaga berangkat haji adalah Nabi Khidir As. Yaitu ketika beliau sedang berada di tengah lautan dalam sebuah perjalanan menuju ke Mekkah, tiba-tiba Nabi Khidir As menghentikannya. Kemudian Nabi Khidir As. memberikan nasihat kepada Sunan Kalijaga agar tidak usah melanjutkan perjalanannya ke Mekkah jika tidak mengetahui apa yang akan dilaksanakannya selama tinggal di sana. Cerita ini terekam dalam Suluk Linglung.

Baca Juga:  Sejarah Lengkap Sunan Kudus, dari Silsilah Hingga Kesuksesan Dakwahnya

Kisah di atas memberikan banyak pelajaran bagi kita. Salah satunya ialah lebih memprioritaskan problematika umat. Sunan Kalijaga dilarang berhaji karena pada saat itu iman masyarakat Jawa yang menjadi medan dakwah beliau masih rapuh.

Sementara jika kita tarik pada hari ini, persoalan umat sudah tidak pada ranah iman lagi lagi tapi pada kemiskinan, kebodohan, pengangguran, dan lain sebagainya. Merupakan sesuatu yang tidak benar jika ada seseorang yang sering menunaikan ibadah haji dan umrah di Mekkah sementara umatnya, tetangganya, dan saudaranya masih dalam keadaan yang memprihatinkan.

Bukankah sering kita dengar banyak cerita yang mengisahkan bahwa seseorang mendapat status haji mabrur meski secara dhohirnya ia tidak menjalankan ibadah haji di Mekkah. Ada hadist nabi yang juga menceritakan hal itu. Dalam hadist nabi dikisahkan, bahwa usai menunaikan ibadah haji para sahabat mendatangai Rasulullah SAW. Para sahabat bertanya perihal siapa yang hajinya mabrur. Rasulullah SAW menjawab bahwa yang hajinya mabrur adalah si fulan.

Baca Juga:  Inilah 4 Nabi yang Masih Hidup Hingga Kini, Salah Satunya adalah Nabi Khidir

Mendengar nama sahabat yang disebut Rasulullah SAW tersebut, para sahabat jadi terheran-heran. Mengapa? Ternyata si fulan yang disebut Nabi tersebut tidak jadi menunaikan ibadah haji. Si fulan menggunakan uang yang disiapkan untuk bekal haji itu untuk menolong tetangganya yang sedang sakit. Namun ternyata karena hal itulah ia dinyatakan hajinya mabrur seperti yang dikatakan Rasulullah SAW.

Arif Rahman Hakim
Sarung Batik

Leave a Reply

Your email address will not be published.