Surah Yunus Ayat 65-67; Terjemahan dan Tafsir Al Qur’an

Surah Yunus Ayat 65-67

Pecihitam.org – Kandungan Surah Yunus Ayat 65-67 ini menyinggung mengenai kekuasaan mutlak Allah SWT di alam semesta ini. Selain itu, ayat terakhir juga berbicara mengenai pengelolaan Tuhan yang bijaksana, dengan mengatur sistem siang dan malam yang menunjukkan salah satu karya Allah dan kekuasaan-Nya.

Pecihitam.org, dapat Istiqomah melahirkan artikel-artikel keislaman dengan adanya jaringan penulis dan tim editor yang bisa menulis secara rutin. Kamu dapat berpartisipasi dalam Literasi Dakwah Islam ini dengan ikut menyebarkan artikel ini ke kanal-kanal sosial media kamu atau bahkan kamu bisa ikut Berdonasi.

DONASI SEKARANG

Terjemahan dan Tafsir Al Qur’an Surah Yunus Ayat 65-67

Surah Yunus Ayat 65
وَلَا يَحْزُنْكَ قَوْلُهُمْ ۘ إِنَّ الْعِزَّةَ لِلَّهِ جَمِيعًا ۚ هُوَ السَّمِيعُ الْعَلِيمُ

Terjemahan: Janganlah kamu sedih oleh perkataan mereka. Sesungguhnya kekuasaan itu seluruhnya adalah kepunyaan Allah. Dialah Yang Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui.

Tafsir Jalalain: وَلَا يَحْزُنْكَ قَوْلُهُمْ (Janganlah kamu sedih oleh perkataan mereka) terhadap dirimu, seperti perkataan mereka, “Engkau adalah bukan utusan Allah,” dan lain sebagainya.

إِنَّ (Sesungguhnya) huruf إِنَّ di sini merupakan pertanda isti’naf atau kalimat baru الْعِزَّةَ (kekuatan itu) kekuatan لِلَّهِ جَمِيعًا ۚ هُوَ السَّمِيعُ (adalah kepunyaan Allah seluruhnya. Dialah Yang Maha Mendengar) semua perkataan الْعَلِيمُ (lagi Maha Mengetahui) semua perbuatan, maka karenanya Dia membalas perbuatan mereka dan menolong kamu.

Tafsir Ibnu Katsir: Allah berfirman kepada Rasul-Nya: وَلَا يَحْزُنْكَ (Janganlah kamu sedih) Yaitu, karena ucapan orang-orang musyrik. Demi Allah, kamu di atas mereka, bertakwalah kepada-Nya, karena sesungguhnya semua kemuliaan adalah milik Allah, Rasul-Nya dan orang-orang mukmin.

هُوَ السَّمِيعُ الْعَلِيمُ (Dialah [yang] Mahamendengar lagi Mahamengetahui) Maksudnya, yang mendengar ucapan-ucapan hamba-hamba-Nya, yang mengetahui tingkah laku mereka.

Tafsir Quraish Shihab: Janganlah kamu bersedih, wahai Rasulullah, karena mendapatkan orang-orang musyrik telah mengejek, menghujat dan mendustakanmu.

Janganlah mengira keadaan mereka akan berlanjut seperti itu. Sungguh, pada gilirannya, kemenangan akan berada di pihakmu dan Islam akan menjadi jaya.

Baca Juga:  Surah At-Taubah Ayat 43-45; Terjemahan dan Tafsir Al Qur'an

Sesungguhnya kejayaan itu seluruhnya milik Allah. Kemenangan ada dalam genggaman-Nya dan Dia akan memenangkanmu menghadapi mereka.

Allah Maha Mendengar akan kebohongan-kebohongan yang mereka buat terhadapmu dan Maha Mengetahui apa yang mereka sembunyikan. Dan Dia akan membalas segala perbuatan mereka itu.

Surah Yunus Ayat 66
أَلَا إِنَّ لِلَّهِ مَنْ فِي السَّمَاوَاتِ وَمَنْ فِي الْأَرْضِ ۗ وَمَا يَتَّبِعُ الَّذِينَ يَدْعُونَ مِنْ دُونِ اللَّهِ شُرَكَاءَ ۚ إِنْ يَتَّبِعُونَ إِلَّا الظَّنَّ وَإِنْ هُمْ إِلَّا يَخْرُصُونَ

Terjemahan: Ingatlah, sesungguhnya kepunyaan Allah semua yang ada di langit dan semua yang ada di bumi. Dan orang-orang yang menyeru sekutu-sekutu selain Allah, tidaklah mengikuti (suatu keyakinan). Mereka tidak mengikuti kecuali prasangka belaka, dan mereka hanyalah menduga-duga.

Tafsir Jalalain: أَلَا إِنَّ لِلَّهِ مَنْ فِي السَّمَاوَاتِ وَمَنْ فِي الْأَرْضِ (Ingatlah, sesungguhnya kepunyaan Allah semua yang ada di langit dan semua yang ada di bumi) sebagai hamba-Nya, milik-Nya dan sebagai makhluk-Nya.

وَمَا يَتَّبِعُ الَّذِينَ يَدْعُونَ (Dan tidaklah mengikuti orang-orang yang menyeru) yang menyembah مِنْ دُونِ اللَّهِ (selain daripada Allah) selain Allah, yaitu berupa berhala-berhala شُرَكَاءَ (berupa sekutu-sekutu) bagi-Nya secara nyata, Maha Suci Allah dari sekutu-sekutu

إِنْ (tidaklah) tiada lain يَتَّبِعُونَ (mereka mengikuti) dalam hal tersebut إِلَّا الظَّنَّ (melainkan hanya dugaan saja) mereka menduga bahwa berhala-berhala sesembahan mereka itu adalah tuhan yang dapat memberikan syafaat terhadap diri mereka وَإِنْ (dan tidaklah) tiadalah هُمْ إِلَّا يَخْرُصُونَ (keadaan mereka melainkan hanya berdusta belaka) yakni berbuat dusta dalam hal tersebut.

Tafsir Ibnu Katsir: Kemudian Allah Ta’ala memberi kabar, bahwa sesungguhnya kerajaan di langit dan bumi adalah milik-Nya dan bahwa orang-orang musyrik beribadah kepada berhala-berhala yang tidak memiliki sesuatu pun, tidak dapat menolak bahaya dan tidak pula memberi manfaat. Dan tidak ada dalil bagi mereka, untuk beribadah kepadanya. Akan tetapi mereka hanyalah mengikuti sangkaan, kedustaan, kebohongan dan kepalsuan.

Baca Juga:  Surah Al-Qashash Ayat 18-19; Terjemahan dan Tafsir Al-Qur'an

Tafsir Quraish Shihab: Agar kalian tahu, wahai manusia, bahwa Allahlah Pencipta, Pemilik dan Pemelihara tunggal segala yang ada di langit dan di bumi. Sesungguhnya orang-orang yang menyekutukan Allah, mereka sebenarnya tidak meyakini sekutu-sekutu itu, melainkan hanya sekadar mengikuti praduga yang tidak benar.

Mereka hanya menduga dan menyangka akan adanya suatu kekuatan pada sesuatu yang sebenarnya tidak dapat memberikan kebaikan dan keburukan.

Surah Yunus Ayat 67
هُوَ الَّذِي جَعَلَ لَكُمُ اللَّيْلَ لِتَسْكُنُوا فِيهِ وَالنَّهَارَ مُبْصِرًا ۚ إِنَّ فِي ذَٰلِكَ لَآيَاتٍ لِقَوْمٍ يَسْمَعُونَ

Terjemahan: Dialah yang menjadikan malam bagi kamu supaya kamu beristirahat padanya dan (menjadikan) siang terang benderang (supaya kamu mencari karunia Allah). Sesungguhnya pada yang demikian itu terdapat tanda-tanda (kekuasaan Allah) bagi orang-orang yang mendengar.

Tafsir Jalalain: هُوَ الَّذِي جَعَلَ لَكُمُ اللَّيْلَ لِتَسْكُنُوا فِيهِ وَالنَّهَارَ مُبْصِرًا (Dialah yang menjadikan malam hari bagi kalian supaya kalian beristirahat padanya dan menjadikan siang terang) diisnadkannya lafal al-ibshaar yang artinya melihat kepada lafal an-nahaar yang artinya siang hari mengandung pengertian majaz, karena seseorang dapat melihat pada siang hari.

إِنَّ فِي ذَٰلِكَ لَآيَاتٍ (Sesungguhnya pada yang demikian itu terdapat tanda-tanda) bukti-bukti yang menunjukkan keesaan-Nya لِقَوْمٍ يَسْمَعُونَ (bagi orang-orang yang mendengar) dengan pendengaran yang dibarengi dengan perasaan mengambil pelajaran dan nasihat dari apa yang didengarnya.

Baca Juga:  Surah Yunus Ayat 101-103; Terjemahan dan Tafsir Al Qur'an

Tafsir Ibnu Katsir: Kemudian Allah memberi kabar, bahwa sesungguhnya Allahlah yang menjadikan malam untuk hamba-Nya, agar mereka tenang di dalamnya, maksudnya mereka beristirahat di malam itu, dari kelelahan, keletihan dan kerja mereka. وَالنَّهَارَ مُبْصِرًا (Dan [menjadikan] siang terang-benderang) Maksudnya yaitu untuk penghidupan, usaha, bepergian dan kemaslahatan mereka.

إِنَّ فِي ذَٰلِكَ لَآيَاتٍ لِقَوْمٍ يَسْمَعُونَ (Sesungguhnya pada yang demikian itu terdapat tanda-tanda [kekuasaan Allah] bagi orang-orang yang mendengar) Yaitu, mendengar bukti-bukti dan dalil-dalil ini, lalu mereka mengambil pelajaran dan menjadikannya dalil atas kebesaran Pencipta, Penentu dan Pengaturnya.

Tafsir Quraish Shihab: Sesungguhnya Allahlah pemilik segala yang ada di langit dan di bumi, Dialah yang menciptakan malam agar kalian dapat beristirahat setelah letih berusaha di siang hari.

Dia jualah yang menciptakan siang terang benderang agar kalian dapat berusaha dan memperoleh kemaslahatan. Sesungguhnya pada penciptaan siang dan malam itu terdapat bukti yang jelas bagi mereka yang mau mendengar dan berpikir.

Alhamdulillah, kita telah pelajari bersama kandungan Surah Yunus Ayat 65-67 berdasarkan Tafsir Jalalain, Tafsir Ibnu Katsir dan Tafsir Quraish Shihab. Semoga menambah khazanah ilmu Al-Qur’an kita.

M Resky S