Hadits Tentang Menuntut Ilmu, Ini Penjelasannya

Hadits Tentang Menuntut Ilmu, Ini Penjelasannya

PeciHitam.org –  Hadits Tentang Menuntut Ilmu seringkali dibahas untuk menekankan pentingnya sebuah ilmu dan pengetahuan bagi umat manusia, baik sejak zaman Nabi Muhammad saw, hingga zaman post modernisme seperti sekarang.

Pecihitam.org, dapat Istiqomah melahirkan artikel-artikel keislaman dengan adanya jaringan penulis dan tim editor yang bisa menulis secara rutin. Kamu dapat berpartisipasi dalam Literasi Dakwah Islam ini dengan ikut menyebarkan artikel ini ke kanal-kanal sosial media kamu atau bahkan kamu bisa ikut Berdonasi.

DONASI SEKARANG

Pengetahuan adalah sumber dari segala tindakan manusia, manusia tidak akan bisa memutuskan suatu perkara atau tindakan tanpa didasari dengan sebuah keilmuan, dan tanpa keilmuan manusia tidak lebih dari hewan atau orang gila yang berkeliaran kesana kemari  dan melakukan segala hal tanpa dasar, maksud dan tujuan.

Karena pentingnya sebuah keilmuan tersebut Islam mewajibkan setiap manusia untuk menuntut Ilmu. Banyak sekali hadits tentang menuntut ilmu yang telah diriwayatkan diantaranya adalah sebuah Hadits yang populer dari Imam Bukhori: “Menuntut ilmu adalah wajib bagi setiap mukmin”.

Namun dengan ragamnya keilmuan yang ada saat ini, kita musti tahu hal yang harus kita pelajari terlebih dahulu. Dari sini penting kita klasifikasikan beberapa bidang keilmuan, yang mana yang harus diketahui setiap orang (fardlu ‘ain), dan mana yang harus diketahui oleh beberapa orang (fardlu kifayah).

Pertama, Ilmu yang harus dipelajari setiap orang “Fardlu ‘Ain”

  • Kategori ini adalah yang terpenting, karena setiap mukmin diharuskan tahu ilmu Tauhid meliputi Rukun Iman. Keilmuan ini sangat diwajibkan untuk membentengi sebuah keimanan terhadap Allah, karena sangat rawan sekali bagi seorang mukmin yang tidak tahu tentang ilmu Tauhid dibengkokkan keimanannya sehingga menjadi Musyrik, dan tidak sedikit juga kasus demikian terjadi masa ini seperti halnya cerita-cerita seorang muslim yang pindah agama.
  • Yang terpenting kedua adalah keilmuan tentang Rukun Islam seperti Sholat, Zakat, Puasa, dan Haji. Karena dalam ibadah mahdloh ini, tidak dinilai sah apabila kita lakukan dengan asal-asalan, contoh spesifik dalam hal Sholat, bagaimana kita bisa sholat tanpa mengetahui syarat, rukun, dan hal yang membatalkan sholat? Oleh karena itu wajib bagi setiap mukmin untuk tahu tentang ilmu Sholat.
  • Point ketiga tentang ilmu Fardlu Ain adalah ilmu muamalat yang aktifitasnya tidak bisa terhindarkan setiap harinya, dalam point ini seperti halnya ilmu tentang jual beli tentang tata cara haram halanya, islam mengharuskan kita tahu agar kita tidak salah dalam bertransaksi.
  • Setelah tiga point di atas, point Fardlu Ain keempat adalah ilmu terkait profesi atau pekerjaan yang kita lakukan. Dalam hal ini sebagai contoh, misalkan kita berprofesi sebagai tabib atau dokter maka wajib bagi kita belajar tentang ilmu anatomi manusia dan pengobatan sebelum kita terjun menjadi dokter.
Baca Juga:  Hadits Shahih Al-Bukhari No. 181 – Kitab Wudhu

Kedua, Ilmu yang harus dipelajari sebagian orang “Fardlu Kifayah”, seperti yang pertama dikatakan oleh Imam An-Nawawi:

 القسم الثاني – فرض الكفاية ، وهو تحصيل ما لا بد للناس منه في إقامة دينهم من العلوم الشرعية ، كحفظ القرآن ، والأحاديث ، وعلومهما ، والأصول ، والفقه ، والنحو ، واللغة ، والتصريف ، ومعرفة رواة الحديث ، والإجماع ، والخلاف ، وأما ما ليس علما شرعيا ، ويحتاج إليه في قوام أمر الدنيا كالطب ، والحساب ففرض كفاية أيضا

Dalam hal ini Nawawi berpendapat bahwa pentingnya sebuah keilmuan dipelajari untuk menjaga tegaknya agama islam, dan keilmuan ini meskipun bersifat umum beberapa manusia harus mempelajarinya agar pengetahuan tentangnya tidak sirna. Misal ilmu tentang Bahasa Arab, Nahwu, Shorof, Ushul Fiqh dan lain-lain.

Baca Juga:  Hadits Shahih Al-Bukhari No. 572 – Kitab Adzan

Islam sudah berusaha membentengi manusia dari kebodohan atau ketidaktahuan terhadap segala hal dengan mewajibkan manusia untuk terus belajar.

Kewajiban tersebut tidak semata-mata untuk kepentingan agama, melainkan kepentingan pribadi setiap manusia agar layak disebut manusia. Tuhan sudah menghadiahkan kita dengan memberikan kita akal untuk bernalar, jika kita menyia-nyiakan akal tersebut maka kita sudah berbuat dholim terhadap diri kita sendiri dan juga Tuhan.

Begitulah pentingnya bagi kita untuk dapat memahami Hadits Tentang Menuntut Ilmu dengan baik dan benar, karena ilmu selain di dapatkan dari membaca dan hal lain, juga harus mengalami proses berpikir yang seharusnnya.

Sehingga dapat menjadikan pemahaman yang baru dalam diri kita secara pribadi dan nantinya akan menjadi manfaat  buat orang lain.

Baca Juga:  Hadits Shahih Al-Bukhari No. 75 – Kitab Ilmu
Mochamad Ari Irawan

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *