Surah Yunus Ayat 62-64; Terjemahan dan Tafsir Al Qur’an

Surah Yunus Ayat 62-64

Pecihitam.org – Kandungan Surah Yunus Ayat 62-64 ini menjelaskan keadaan orang-orang Mukmin dan ahli takwa yang sebenarnya. Dalam ayat-ayat ini dilakukan perbandingan antara dua kelompok ini agar manusia dapat mengetahui mana jalan kebenaran dan kesesatan.

Pecihitam.org, dapat Istiqomah melahirkan artikel-artikel keislaman dengan adanya jaringan penulis dan tim editor yang bisa menulis secara rutin. Kamu dapat berpartisipasi dalam Literasi Dakwah Islam ini dengan ikut menyebarkan artikel ini ke kanal-kanal sosial media kamu atau bahkan kamu bisa ikut Berdonasi.

DONASI SEKARANG

Terjemahan dan Tafsir Al Qur’an Surah Yunus Ayat 62-64

Surah Yunus Ayat 62
أَلَا إِنَّ أَوْلِيَاءَ اللَّهِ لَا خَوْفٌ عَلَيْهِمْ وَلَا هُمْ يَحْزَنُونَ

Terjemahan: Ingatlah, sesungguhnya wali-wali Allah itu, tidak ada kekhawatiran terhadap mereka dan tidak (pula) mereka bersedih hati.

Tafsir Jalalain: (Ingatlah, sesungguhnya wali-wali Allah itu tidak ada kekhawatiran terhadap mereka dan tidak pula mereka bersedih hati) di akhirat nanti.

Tafsir Ibnu Katsir: Allah memberi kabar, bahwa wali-waliNya adalah orang-orang yang beriman dan bertakwa. Sebagaimana Allah menjelaskan keadaan mereka kepada diri mereka, maka barangsiapa yang bertakwa, jadilah dia wali Allah.

Maka: لَا خَوْفٌ عَلَيْهِمْ (Tidak ada kekhawatiran terhadap mereka) Maksudnya, dalam menghadapi ketakutan dan kengerian di akhirat. وَلَا هُمْ يَحْزَنُونَ (Dan tidak [pula] mereka bersedih hati) Yaitu, atas sesuatu yang di belakang mereka di dunia.

Abdullah bin Mas’ud, Abdullah bin Abbas dan sebagian ulama salaf berkata: “Wali Allah adalah orang-orang yang selalu mengingat Allah.”

Dalam hadits yang diriwayatkan oleh Imam Ahmad, dari Abu Malik al-Asy’ari, ia berkata, Rasulullah bersabda: “Akan datang suatu kaum dari (antara) manusia-manusia dan suku-suku, di antara kaum itu belum pernah tersambung tali persaudaraan, mereka saling mencintai karena Allah dan berjuang (bersama-sama) karena Allah. Pada hari Kiamat, Allah menyediakan untuk mereka mimbar-mimbar dari cahaya, kemudian Allah menyuruh mereka duduk di atasnya, pada saat orang-orang dalam keadaan ketakutan, mereka tidak dalam ketakutan, mereka adalah wali-wali Allah yang tidak ada ketakutan atas mereka dan mereka tidak pula bersedih.” (Hadits ini adalah potongan dari hadits yang panjang)

Baca Juga:  Surah Yunus Ayat 1-2; Terjemahan dan Tafsir Al Qur'an

Tafsir Quraish Shihab: Camkanlah wahai manusia bahwa sesungguhnya para wali Allah yang beriman dan menaati-Nya, dicintai oleh Allah sebagaimana mereka mencintai-Nya. Bagi mereka tidak ada rasa takut dari keterhinaan di dunia dan siksaan di akhirat.

Mereka pun tak merasa sedih karena tidak mendapatkan kesenangan dunia, karena di sisi Allah, mereka akan memperoleh sesuatu yang lebih besar dan lebih banyak dari itu semua.

Surah Yunus Ayat 63
الَّذِينَ آمَنُوا وَكَانُوا يَتَّقُونَ

Terjemahan: (Yaitu) orang-orang yang beriman dan mereka selalu bertakwa.

Tafsir Jalalain: (Yaitu orang-orang yang beriman dan mereka selalu bertakwa) kepada Allah dengan menjalankan perintah-Nya dan menjauhi larangan-Nya.

Tafsir Quraish Shihab: Dan mereka adalah orang-orang yang membenarkan seluruh apa yang datang dari Allah. Mereka tunduk kepada kebenaran, menjauhi kemaksiatan dan takut kepada Allah dalam segala tindakan.

Surah Yunus Ayat 64
لَهُمُ الْبُشْرَىٰ فِي الْحَيَاةِ الدُّنْيَا وَفِي الْآخِرَةِ ۚ لَا تَبْدِيلَ لِكَلِمَاتِ اللَّهِ ۚ ذَٰلِكَ هُوَ الْفَوْزُ الْعَظِيمُ

Terjemahan: Bagi mereka berita gembira di dalam kehidupan di dunia dan (dalam kehidupan} di akhirat. Tidak ada perubahan bagi kalimat-kalimat (janji-janji) Allah. Yang demikian itu adalah kemenangan yang besar.

Tafsir Jalalain: لَهُمُ الْبُشْرَىٰ فِي الْحَيَاةِ الدُّنْيَا (Bagi mereka berita gembira di dalam kehidupan dunia) makna ayat ini ditafsirkan oleh hadis sahih yang diketengahkan oleh Imam Hakim, bahwa berita gembira ini berupa mimpi yang baik yang dilihat oleh seorang wali Allah, atau mimpi yang baik itu diperlihatkan kepadanya

Baca Juga:  Surah Al-mu'min Ayat 23-27; Terjemahan dan Tafsir Al-Qur'an

وَفِي الْآخِرَةِ (dan dalam kehidupan di akhirat) mereka mendapatkan surga dan pahala. لَا تَبْدِيلَ لِكَلِمَاتِ اللَّهِ (Tidak ada perubahan bagi kalimat-kalimat Allah) janji-janji Allah tidak akan diingkari. ذَٰلِكَ (Yang demikian itu) hal yang telah disebutkan itu هُوَ الْفَوْزُ الْعَظِيمُ (adalah kemenangan yang besar).

Tafsir Ibnu Katsir: Imam Ahmad meriwayatkan dari Abu ad-Darda’ dari Nabi saw. mengenai firman-Nya: لَهُمُ الْبُشْرَىٰ فِي الْحَيَاةِ الدُّنْيَا وَفِي الْآخِرَةِ (Bagi mereka kabar gembira di dalam kehidupan dunia dan [kehidupan] di akhirat) beliau bersabda: “Mimpi yang baik adalah, yang orang mukmin bermimpi dengannya, atau diperlihatkan untuknya.”

Imam Ahmad berkata dari Abu Dzar, sesungguhnya di berkata: “Wahai Rasulullah, bagaimanakah tentang seseorang yang mengerjakan suatu amal lalu orang-orang memuji dan menyanjungnya?” Maka Rasulullah bersabda: “Itulah kegembiraan seorang mukmin yang disegerakan.” (HR. Muslim)

Pendapat lain mengatakan, yang dimaksud dengan berita gembira adalah berita gembira dari Malaikat untuk orang mukmin, ketika dia dihadirkan ke surga dan diberi ampunan. Sebagaimana firman-Nya:

“Sesungguhnya orang-orang yang mengatakan: ‘Rabb kami adalah Allah,’ kemudian mereka meneguhkan pendirian mereka, maka Malaikat akan turun kepada mereka (dengan mengatakan): ‘Janganlah kamu merasa takut dam janganlah kamu merasa sedih dan bergembiralah kamu dengan (memperoleh) surga yang telah dijanjikan Allah kepadamu.’ Kamilah pelindung-pelindungmu dalam kehidupan dunia dan akhirat; di dalamnya kamu memperoleh apa yang kamu inginkan dan memperoleh di dalamnya yang kamu minta, sebagai hidangan (bagimu) dari Allah yang Mahapengampun lagi Mahapenyayang.” (QS. Fushshilat: 30-32)

Adapun kegembiraan mereka di akhirat adalah, sebagaimana firman Allah Ta’ala yang artinya: “Mereka tidak disusahkan oleh kedahsyatan yang besar (pada hari Kiamat) dan mereka disambut oleh para Malaikat. (Malaikat berkata): ‘Inilah harimu yang telah dijanjikan kepadamu.’” (QS. Al-Anbiyaa’: 103)

Baca Juga:  Surah Yunus Ayat 11; Terjemahan dan Tafsir Al Qur'an

Dan Allah Ta’ala pun berfirman: “Pada hari ketika kamu melihat orang mukmin laki-laki dan perempuan, sedang cahaya mereka bersinar di hadapan dan di sebelah kanan mereka, (dikatakan kepada mereka): ‘Pada hari ini ada berita gembira untukmu, (yaitu) surga yang mengalir di bawahnya sungai-sungai, yang kamu kekal di dalamnya. Itulah keberuntungan yang besar.’” (QS. Al-Hadiid: 12)

Firman-Nya: لَا تَبْدِيلَ لِكَلِمَاتِ اللَّهِ (Tidak ada perubahan bagi kalimat-kalimat (janji janji) Allah) Maksudnya, janji ini tidak akan diganti, tidak diingkari dan tidak diubah, bahkan telah diputuskan, ditetapkan dan pasti terjadi. ذَٰلِكَ هُوَ الْفَوْزُ الْعَظِيمُ (Yang demikian itu adalah kemenangan yang besar).

Tafsir Quraish Shihab: Di dunia ini, para wali Allah akan mendapatkan kabar gembira berupa janji kemenangan dan kemuliaan dari Allah di dunia, dan terlaksananya janji itu di akhirat.

Allah tidak akan mengkhianati janji-Nya. Sesuatu yang dijanjikan di dunia, kemudian mereka peroleh di akhirat ini adalah suatu keberuntungan yang besar.

Alhamdulillah, kita telah pelajari bersama kandungan Surah Yunus Ayat 62-64 berdasarkan Tafsir Jalalain, Tafsir Ibnu Katsir dan Tafsir Quraish Shihab. Semoga menambah khazanah ilmu Al-Qur’an kita.

M Resky S