Surah Al-Jumuah Ayat 11; Terjemahan dan Tafsir Al-Qur’an

Surah Al-Jumuah Ayat 11

Pecihitam.org – Kandungan Surah Al-Jumuah Ayat 11 ini, menerangkan perbuatan orang-orang mukmin yang lebih mementingkan kafilah dagang yang baru tiba dari pada Rasulullah, sehingga mereka meninggalkan Nabi saw dalam keadaan berdiri berkhotbah.

Ayat ini ada hubungannya dengan peristiwa kedatangan Dihyah al-Kalbi dari Syam (Suriah), bersama rombongan untanya membawa barang dagangannya seperti tepung, gandum, minyak dan lain-lainnya.

Terjemahan dan Tafsir Al-Qur’an Surah Al-Jumuah Ayat 11

وَإِذَا رَأَوۡاْ تِجَٰرَةً أَوۡ لَهۡوًا ٱنفَضُّوٓاْ إِلَيۡهَا وَتَرَكُوكَ قَآئِمًا قُلۡ مَا عِندَ ٱللَّهِ خَيۡرٌ مِّنَ ٱللَّهۡوِ وَمِنَ ٱلتِّجَٰرَةِ وَٱللَّهُ خَيۡرُ ٱلرَّٰزِقِينَ

Terjemahan: Dan apabila mereka melihat perniagaan atau permainan, mereka bubar untuk menuju kepadanya dan mereka tinggalkan kamu sedang berdiri (berkhotbah). Katakanlah: “Apa yang di sisi Allah lebih baik daripada permainan dan perniagaan”, dan Allah Sebaik-baik Pemberi rezeki.

Tafsir Jalalain: وَإِذَا رَأَوۡاْ تِجَٰرَةً أَوۡ لَهۡوًا ٱنفَضُّوٓاْ إِلَيۡهَا (Dan apabila mereka melihat perniagaan atau permainan, mereka bubar untuk menuju kepadanya) yakni kepada barang dagangan, karena barang dagangan itu merupakan kebutuhan yang mereka perlukan, berbeda dengan permainan وَتَرَكُوكَ (dan mereka tinggalkan kamu) dalam khotbahmu قَآئِمًا قُلۡ مَا عِندَ ٱللَّهِ (dalam keadaan berdiri. Katakanlah, “Apa yang di sisi Allah) berupa pahala خَيۡرٌ (lebih baik) bagi orang-orang yang beriman مِّنَ ٱللَّهۡوِ وَمِنَ ٱلتِّجَٰرَةِ وَٱللَّهُ خَيۡرُ ٱلرَّٰزِقِينَ (dari permainan dan perniagaan,” dan Allah sebaik-baik pemberi rezeki) bila dikatakan, setiap orang itu memberi rezeki kepada keluarganya, maka pengertian yang dimaksud ialah dari rezeki Allah swt.

Baca Juga:  Cetakan Al-Quran di Indonesia Pada Masa Awal Abad ke-20

Tafsir Ibnu Katsir: Allah mencela tindakan meninggalkan khutbah pada hari Jum’at untuk mengurus barang dagangan yang datang ke kota Madinah saat itu. Maka Allah berfirman: وَإِذَا رَأَوۡاْ تِجَٰرَةً أَوۡ لَهۡوًا ٱنفَضُّوٓاْ إِلَيۡهَا وَتَرَكُوكَ قَآئِمًا (“Dan apabila mereka melihat perniagaan atau permainan, mereka bubar untuk menuju kepadanya dan mereka meninggalkan kamu sedang berdiri.”) yakni berdiri di atas mimbar seraya berkhutbah.

Demikian itulah yang disebutkan oleh para ulama kalangan Tabi’in, di antaranya adalah Abul ‘Aliyah, al-Hasan, Zaid bin Aslam dan Qatadah.

Imam Ahmad meriwayatkan dari Jabir, ia berkata: “Pernah datang satu rombongan perniagaan ke kota Madinah. Ketika itu Rasulullah saw. tengah berkhutbah. Kemudian orang-orang yang mendengar khutbah itu segera keluar sehingga yang tersisa hanya dua belas orang, maka turunlah ayat:

وَإِذَا رَأَوۡاْ تِجَٰرَةً أَوۡ لَهۡوًا ٱنفَضُّوٓاْ إِلَيۡهَا (“Dan apabila mereka melihat perniagaan atau permainan, mereka bubar untuk menuju kepadanya.”) Demikian yang diriwayatkan oleh Imam al-Bukhari dan Imam Muslim dalam kitab ash-Shahihain, dari hadits Salim. Dan di antara kedua belas orang yang tetap tinggal bersama Rasulullah saw. itu terdapat Abu Bakar dan Umar ra.

Firman-Nya: وَتَرَكُوكَ قَآئِمًا (“Dan mereka meninggalkan kamu sedang berdiri [berkhutbah].”) terdapat dalil yang menunjukkan bahwa imam berkhutbah pada hari Jum’at dalam keadaan berdiri.

Imam Muslim telah meriwayatkan dalam shahihnya, dari Jabir bin Samurah, dia berkata: “Nabi saw. menggunakan dua khutbah, dimana beliau duduk di antara kedua khutbah itu. Beliau membaca al-Qur’an dan mengingatkan orang-orang.”

Baca Juga:  Surah Al-Jumuah Ayat 1-4; Terjemahan dan Tafsir Al-Qur'an

Dan firman Allah Ta’ala: قُلۡ مَا عِندَ ٱللَّهِ (“Katakanlah: ‘Apa yang di sisi Alah.’”) yakni berupa pahala yang disediakan di akhirat kelak: خَيۡرٌ مِّنَ ٱللَّهۡوِ وَمِنَ ٱلتِّجَٰرَةِ وَٱللَّهُ خَيۡرُ ٱلرَّٰزِقِينَ (“Adalah lebih baik daripada permainan dan perniagaan, dan Allah adalah sebaik-baik Pemberi Rizky.”) yakni bagi orang yang bertawakkal kepada-Nya dan mencari rizky pada waktu yang telah ditetapkan.

Tafsir Kemenag: Diriwayatkan oleh al-Bukhari, Muslim, Ahmad, dan at-Tirmidhi dari Jabir bin ‘Abdullah bahwa ketika Nabi saw berdiri berkhotbah pada hari Jumat, tiba-tiba datanglah rombongan unta (pembawa dagangan), maka para sahabat Rasulullah bergegas mendatanginya sehingga tidak ada yang tinggal mendengarkan khotbah kecuali 12 orang. Saya (Jabir), Abu Bakar, dan Umar termasuk mereka yang tinggal, maka Allah Ta’ala menurunkan ayat: wa idha ra’au tijaratan au lahwan, sampai akhir surah).

Pada ayat ini Allah mencela perbuatan orang-orang mukmin yang lebih mementingkan kafilah dagang yang baru tiba dari pada Rasulullah, sehingga mereka meninggalkan Nabi saw dalam keadaan berdiri berkhotbah.

Ayat ini ada hubungannya dengan peristiwa kedatangan Dihyah al-Kalbi dari Syam (Suriah), bersama rombongan untanya membawa barang dagangannya seperti tepung, gandum, minyak dan lain-lainnya. Menurut kebiasaan apabila rombongan unta dagangan tiba, wanita-wanita muda keluar menyambutnya dengan menabuh gendang, sebagai pemberitahuan atas kedatangan rombongan itu, supaya orang-orang datang berbelanja membeli barang dagangan yang dibawanya.

Baca Juga:  Surah Hud Ayat 50-52; Terjemahan dan Tafsir Al Qur'an

Selanjutnya Allah memerintahkan Nabi-Nya supaya menyampaikan kekeliruan perbuatan mereka dengan menegaskan bahwa apa yang di sisi Allah jauh lebih baik daripada keuntungan dan kesenangan dunia. Kebahagiaan akhirat itu kekal, sedangkan keuntungan dunia akan lenyap.

Ayat ini ditutup dengan satu penegasan bahwa Allah itu sebaik-baik pemberi rezeki. Oleh karena itu, kepada-Nyalah kita harus mengarahkan segala usaha dan ikhtiar untuk memperoleh rezeki yang halal, mengikuti petunjuk-petunjuk-Nya dan rida-Nya.

Tafsir Quraish Shihab: Apabila mereka melihat perniagaan dan permainan yang menyenangkan, mereka menuju ke situ dan meninggalkan kamu berdiri menyampaikan khutbah. Katakan kepada mereka, “Karunia dan pahala yang ada pada Allah lebih bermanfaat bagi kalian daripada permainan dan perniagaan. Allah adalah sebaik-baik pemberi rezeki. Maka, mintalah rezeki-Nya dengan senantiasa menaati-Nya.”

Shadaqallahul ‘adzhim. Alhamdulillah, kita telah pelajari bersama kandungan Surah Al-Jumuah Ayat 11 berdasarkan Tafsir Jalalain, Tafsir Ibnu Katsir, Tafsir Kemenag dan Tafsir Quraish Shihab. Semoga menambah khazanah ilmu Al-Qur’an kita.

M Resky S
Pecihitam.org, dapat Istiqomah melahirkan artikel-artikel keislaman dengan adanya jaringan penulis dan tim editor yang bisa menulis secara rutin. Kamu dapat berpartisipasi dalam Literasi Dakwah Islam ini dengan ikut menyebarkan artikel ini ke kanal-kanal sosial media kamu atau bahkan kamu bisa ikut Berdonasi.

DONASI SEKARANG