Surah At-Taubah Ayat 121; Terjemahan dan Tafsir Al Qur’an

Surah At-Taubah Ayat 121

Pecihitam.org – Kandungan Surah At-Taubah Ayat 121 ini berisi kabar baik dari Allah SWT terhadap orang-orang mukmin yang menafkahkan hartanya baik yang kecil dan maupun yang besar, bahwa perbuatan tersebut adalah amal saleh, dan Allah akan memberi balasan kepada mereka yang jauh lebih baik dari apa yang telah mereka lakukan.

Pecihitam.org, dapat Istiqomah melahirkan artikel-artikel keislaman dengan adanya jaringan penulis dan tim editor yang bisa menulis secara rutin. Kamu dapat berpartisipasi dalam Literasi Dakwah Islam ini dengan ikut menyebarkan artikel ini ke kanal-kanal sosial media kamu atau bahkan kamu bisa ikut Berdonasi.

DONASI SEKARANG

Terjemahan dan Tafsir Al Qur’an Surah At-Taubah Ayat 121

وَلَا يُنْفِقُونَ نَفَقَةً صَغِيرَةً وَلَا كَبِيرَةً وَلَا يَقْطَعُونَ وَادِيًا إِلَّا كُتِبَ لَهُمْ لِيَجْزِيَهُمُ اللَّهُ أَحْسَنَ مَا كَانُوا يَعْمَلُونَ

Terjemahan: dan mereka tiada menafkahkan suatu nafkah yang kecil dan tidak (pula) yang besar dan tidak melintasi suatu lembah, melainkan dituliskan bagi mereka (amal saleh pula) karena Allah akan memberi balasan kepada mereka yang lebih baik dari apa yang telah mereka kerjakan.

Tafsir Jalalain: وَلَا يُنْفِقُونَ (Dan mereka tiada menafkahkan) dalam rangka melaksanakan hal tersebut نَفَقَةً صَغِيرَةً (suatu nafkah yang kecil) sekali pun berupa sebiji buah kurma وَلَا كَبِيرَةً وَلَا يَقْطَعُونَ وَادِيًا (dan tidak pula yang besar dan tidak melintasi suatu lembah) dengan berjalan kaki

إِلَّا كُتِبَ لَهُمْ (melainkan dituliskan bagi mereka) amal saleh pula لِيَجْزِيَهُمُ اللَّهُ أَحْسَنَ مَا كَانُوا يَعْمَلُونَ (karena Allah memberi balasan kepada mereka yang lebih baik dari apa yang telah mereka kerjakan) sebagai pahalanya.

Tafsir Ibnu Katsir: Allah SWT berfirman, bahwa tidak sekali-kali mereka membelanjakan hartanya dalam perang di jalan Allah: {نَفَقَةً صَغِيرَةً وَلا كَبِيرَةً} suatu nafkah yang kecil dan tidak (pula) yang besar. Yakni pembelanjaan yang sedikit dan pembelanjaan yang banyak.

Baca Juga:  Surah At-Taubah Ayat 30-31; Terjemahan dan Tafsir Al Qur'an

{وَلا يَقْطَعُونَ وَادِيًا} dan tidak melintasi suatu lembah. Yaitu dalam perjalanan mereka menuju medan pertempuran melawan musuhi. {إِلا كُتِبَ لَهُمْ} melainkan dituliskan bagi mereka (amal saleh pula). Dalam ayat ini disebutkan لَهُمْ, bukan dengan memakai damir bihi, karena perbuatan-perbuatan tersebut dilakukan oleh mereka.

Karena itulah dalam ayat selanjutnya disebutkan oleh firman-Nya: {لِيَجْزِيَهُمُ اللَّهُ أَحْسَنَ مَا كَانُوا يَعْمَلُونَ} karena Allah akan memberi balasan kepada mereka (dengan balasan)yang lebih baik daripada apayang telah mereka kerjakan.

Amirul Mu’minin Usman ibnu Affan r.a. telah mempunyai bagian yang sangat besar dari apa yang disebutkan oleh ayat yang mulia ini. Demikian itu karena dalam perang ini (Tabuk) ia telah membelanjakan pem­belanjaan yang besar dan harta yang sangat banyak, seperti apa yang disebutkan oleh Abdullah ibnu Imam Ahmad:

Telah menceritakan kepada kami Abu Musa Al-Ganawi, telah menceritakan kepada kami Abdus Samad ibnu Abdul Waris, telah menceritakan kepadaku Sulaiman ibnul Mugirah. telah menceritakan kepadaku Al-Walid ibnu Abu Hisyam, dari Farqad ibnu Abu Talhah, dari Abdur Rahman ibnu Hubab As-Sulami yang mengatakan bahwa Rasulullah Saw. berkhotbah dan menganjurkan kepada kaum muslim untuk mempersiapkan pasukan Usrah. Maka Usman ibnu Affan berkata;

Baca Juga:  Surah Al-Isra Ayat 2-3; Terjemahan dan Tafsir Al-Qur'an

“Saya menyumbangkan seratus ekor unta berikut pelananya.” Nabi Saw. kembali menganjurkan, dan Usman ibnu Affan r.a. ber­kata lagi, “Saya sumbangkan seratus ekor unta lagi berikut pelananya.” Lalu Rasulullah Saw. turun satu anak tangga dari mimbarnya, kemudian kembali menganjurkan kepada orang-orang (untuk mempersiapkan pasukan Usrah). Maka Usman ibnu Affan berkata;

“Saya sumbangkan seratus ekor unta lagi berikut pelananya”. – Perawi mengatakan bahwa ia melihat Rasulullah Saw. berisyarat dengan tangannya menunjukan rasa takjub. hal ini di­ peragakan oleh perawi- Kemudian Rasulullah Saw. bersabda: Tiada memudaratkan Usman sesudah apa yang dilakukannya sekarang.

Abdullah mengatakan pula bahwa: telah menceritakan kepada kami Harun ibnu Ma’ruf, telah menceritakan kepada kami Damrah, telah menceritakan kepada kami Abdullah ibnu Syauzab, dari Abdullah ibnul Qasim, dari Kasir maula Abdur Rahman ibnu Samurah, dari Abdur Rahman ibnu Samurah yang menceritakan bahwa Usman ibnu Affan r.a. datang kepada Nabi Saw. dengan membawa seribu dinar yang digondol di dalam bajunya.

Ketika itu Nabi Saw. sedang mempersiapkan pasukan Usrah. Maka Usman r.a. menuangkan semua uang yang dibawanya itu ke pangkuan Nabi Saw. Maka aku (Abdur Rahman ibnu Samurah) melihat Nabi Saw. membolak-balikkan uang itu dengan tangannya seraya bersabda: Tiada yang membahayakan Usman lagi sesudah apa yang diamalkannya pada hari ini. Kalimat ini diucapkan oleh Rasulullah Saw. secara berulang-ulang.

Baca Juga:  Surah At-Taubah Ayat 28-29; Terjemahan dan Tafsir Al Qur'an

Qatadah telah mengatakan sehubungan dengan makna firman-Nya: وَلَا يَقْطَعُونَ وَادِيًا إِلَّا كُتِبَ لَهُمْ, hingga akhir ayat. Tidak sekali-kali suatu kaum yang berangkat ke medan jihad di jalan Allah bertambah jauh dari keluarganya, melainkan mereka makin bertambah dekat kepada Allah.

Tafsir Quraish Shihab: Dan juga, mujahidin itu tidak mengeluarkan harta, baik kecil maupun besar, dan juga tidak bepergian di jalan Allah, melainkan telah dicatat oleh Allah dalam lembaran amal saleh mereka. Dengan demikian, mereka menerima pahala terbaik yang berhak diterima oleh orang-orang yang mengerjakannya.

Alhamdulillah, kita telah pelajari bersama kandungan Surah At-Taubah Ayat 121 berdasarkan Tafsir Jalalain, Tafsir Ibnu Katsir dan Tafsir Quraish Shihab. Semoga bermanfaat dan semoga khazanah ilmu Al-Qur’an kita semakin bertambah. Amin

M Resky S